evolusi bisa memberikan jawaban amat baik sekaligus elegan atas pertanyaan ini. Tapi saya tau, jawabannya juga bakal jadi kontroversial karena banyak member KM yg masih menganggap evolusi sbg hal yg tabu
jadi saya coba jawab langsung dr sudut pandang anatomi langsung deh
feses berbentuk bulat terjadi karena 2 hal: usus besar yg berkontraksi secara ritmis dan lubang anus yg pake sistem buka tutup mengikuti irama tadi secara tepat. usus besar mendorong kotoran secara ritmis sehingga bentuknya tetap, otot sekitar lubang anus berkontraksi mengikuti ritma buka tutup ini dengan kecepatan yg sama sehingga feses terpotong secara membulat.
pada manusia dan kucing, usus besarnya berkontraksi tapi lubang anusnya gak ikutan (kecuali pas lg dikeluarin kecuali saat bernafa

), maka feses yg dihasilkan memanjang
pada sapi, kerbau, kuda, usus besar dan lub ang anus sama sekali tidak berkontraksi. maka haslinya... broottt... sup segar nan hangat.
jadi, bentuk feses membulet itu disebabkan karena alat pencernaan terutama pembuangannya, bukan disebabkan oleh makanan meski makanan yang miskin air dan serat, bisa menghasilkan feses yg bulat2 kecil tapi gak seragam dan kadang-kadang saja.