أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Kalo mau pake aturan sendiri ya harus bikin negara sendiri, tapi jangan memprovok orang lain untuk ikut dia, karena diapun bukan jaminan kebenaran yang benar....." Dia hanya mau dihukum berdasarkan hukum islam" .............kenapa nggak pindah negara saja ??? kan lebih baik, dari pada membuat kisruh semuanya.....
Saya simple2 aja mas, udah ada aturan, tinggal melaksanakan katanya nggak cocok, terus yang cocok kayak gimana...? kenapa orang selalu menyalahkan mobilnya kalo ada kecelakaan ?? bukan sopirnya atau penggunanya ???
Beruntunglah kita yang merasa tidak mempunyai apa-apa, karena kita tidak akan kehilangan apa-apa.........Eling lan Waspodo
Apakah karena Baasyir memiliki pendapat tsb di atas maka anda katakan
Padahal mudah saja kita jawab sebagaimana jawaban TS dan anda di atas bahwa harus tunduk pada hukum yang berlaku dimana kita berada.Orang seperti Baasir itu mestinya di berantas cepat2........dari pada jadi virus, orang susah nyari rejeki dia malah bikin yang aneh2.....
Simple, dan pemikiran Baasyir tsb hanya angan2/cita-cita/harapan sesuai firman Allah SWT dalam QS5:45~47
kenapa hal tsb harus menjadikan kita mencela/mencaci/memusuhi secara berlebihan ?وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْكَافِرُونَ
”Barangsiapa yang tidak memutuskan menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang kafir.” (Al Maidah: 44)
Juga firman-Nya,
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ
”Barangsiapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang zalim.” (Al Maidah: 45)
Serta firman-Nya,
وَمَنْ لَمْ يَحْكُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
”Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang yang fasik.” (Al Maidah: 47)
Dan bisa saja Baasyir akan mengingatkan anda dengan ayat berikut :
marilah kita bersikap bijak dalam memahami persoalan tsb di atas, dan jangan cepat terburu menghukumi sesuatu tentang hal yang kita tidak tau secara pasti beritanya.وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ تَعَالَوْاْ إِلَى مَا أَنزَلَ اللّهُ وَإِلَى الرَّسُولِ رَأَيْتَ الْمُنَافِقِينَ يَصُدُّونَ عَنكَ صُدُوداً
Apabila dikatakan kepada mereka : "Marilah kamu (tunduk) kepada hukum yang Allah telah turunkan dan kepada hukum Rasul", niscaya kamu lihat orang-orang munafik menghalangi (manusia) dengan sekuat-kuatnya dari (mendekati) kamu. (An-Nisaa':61)
![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
soal kesalahan baasyir, jika memang terbukti secara sah dan meyakinkan diperadilan
ya terapkan aja hukum yng berlaku dimana baasyir bermukim.
gak beda dng amrozi, imam samudra dlsb
yng telah memperoleh hukuman atas perbuatannya![]()
mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Kadang kita memajang ayat yang begitu panjang agar orang lain yakin terhadap kita......firman Tuhan itu sempurna adanya tapi kebanyakan dari kita selalu salah dalam menafsirkannya.....
Dan kadang kita merasa kita sudah bertindak, berbicara dan menulis sudah sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan, ......pertanyaannya " siapakah yang bisa memastikan bahwa apa yang kita lakukan sudah sesuai dengan apa yang diinginkan Tuhan" atau malah sebaliknya " kita berlagak menjadi Tuhan kepada sesama kita"......![]()
Beruntunglah kita yang merasa tidak mempunyai apa-apa, karena kita tidak akan kehilangan apa-apa.........Eling lan Waspodo
Kenapa bisa salah menafsirkan jika al-Qur'an menggunakan kalimat yang mudah dipahami ?
Jika anda shalat 5 waktu, apakah ini sudah sesuai kehendak tuhan atau belum ?
Jika anda berhukum dengan hukum syari'at, apakah ini sudah sesuai dengan kehendak tuhan atau belum ?
Apakah ketika ada seseorang yang menilai dan menghukumi sesuatu dengan dalil al-Qur'an dan al-Hadits maka anda akan katakan : "kita berlagak menjadi Tuhan kepada sesama kita" ?
Lalu bagaimana dengan orang yang menilai dan menghukumi sesuatu di luar dalil al-Qur'an dan al-Hadits ? apa yang akan anda katakan ?![]()
أَلَا سَأَلُوا إِذْ لَمْ يَعْلَمُوا ؟ فَإِنَّمَا شَفَاءُ الْعِيِّ السَّؤَالُ”Mengapa mereka tidak bertanya jika tidak mengerti ? Sesungguhnya obat dari kebodohan adalah bertanya” (Sunan Abu Dawud no.336)
Itulah pemahaman anda ......asal udah shalat, dan berhukum syariat islam ....walaupun perbuatan anda nggak sesuai atau di bikin2 ya nggak masalah..........islam itu bukan angan2 mas, satu2nya manusia berpikir dan menjalankan kehidupan yang sesuai Al Quran dan Hadtis cuma Rasulullah Muhammad SAW dan ndak mungkin ada orang yang seperti dia ......Sedangkan saya bertanya siapakah yang bisa memastikan dan menjamin bahwa segala perbuatan dan tingkah laku kita sudah sesuai dengan yang dinginkan Allah SWT.......anda malah balik nanya ...??? anda dan baasyir seolah2 anda pasti .....sedangkan yang pasti adalah Allah.....begitu hebatnya manusia bisa memastikan bahwa yang di perbuatnya adalah sesuai dengan yang Allah sukai ?????![]()
Beruntunglah kita yang merasa tidak mempunyai apa-apa, karena kita tidak akan kehilangan apa-apa.........Eling lan Waspodo