http://www.utusan.com.my/utusan/info...5.htm&arc=hive
Pelarangan penggunaan kata "i en de o en" di MalaysiaSebab istilah `Indon' tidak digemari
Oleh NASRULLAH ALI-FAUZI
Pada 12 Julai 2004, akhbar ini menyiarkan berita bertajuk, `Indonesia kurang senang media guna perkataan `Indon'. Dalam berita itu dihuraikan bahawa pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur melahirkan rasa kurang senang dengan tindakan media cetak tempatan yang menggunakan perkataan `Indon' pada judul berita mengenai warga mereka.
Menurut keterangan Kaunselornya, Budhi Rahardjo, perkataan `Indon' adalah sesuatu yang `merendahkan'.
Perkataan Indon, sememangnya, begitu sederhana dan mudah pengucapannya. Tetapi, apa erti Indon? Jawapannya, tidak ada sama sekali.
Dalam mana-mana kamus pun, selepas saya selidiki, tidak dijumpai perkataan Indon. Namun di Malaysia dan Singapura, kita pasti kerap mendengar atau membaca istilah Indon. Maksud atau ertinya, `semua hal berkenaan dengan Indonesia, utamanya warga atau masyarakatnya'.
Saya tidak tahu secara pasti, sejak bila istilah itu mulai digunakan, dan siapa pula yang memulakannya. Faktanya, sampai hari ini, istilah tersebut sering digunakan terutama oleh media cetak.
Ketika baru tiba di Malaysia, saya hanya tersenyum mendengar dan membaca perkataan tersebut. Ada semacam kelucuan di dalamnya.
Hal semacam ini juga berlaku tatkala saya atau sesiapa sahaja mendengar atau membaca beberapa perkataan Melayu Malaysia lainnya, yang agak berbeza pengucapan serta maknanya dengan perkataan Melayu Indonesia. Sebagai perbandingan, perkataan `Bangla' juga sudah terbiasa digunakan oleh media dan masyarakat di Malaysia, untuk menyebut segala hal berkenaan dengan Bangladesh dan masyarakatnya.
Maklum sahaja, sebagaimana warga Indonesia, masyarakat Bangladesh juga ramai yang berada di Malaysia.
Tetapi setelah tiga tahun berada di Malaysia, muncul perasaan bosan ke atas penggunaan perkataan `Indon'. Bukan setakat bosan malah muncul pula rasa geram dan semacamnya. Setiap kali istilah itu terbaca atau terdengar, perasaan keindonesiaan saya agak terganggu.
Secara berterus terang, saya tidak setuju perkataan `Indon' digunakan untuk menyebut semua hal berkenaan dengan Indonesia. Pertama, perkataan itu sudah jelas dan pasti salah dari segi tatabahasa. Dan kedua, lebih penting lagi, penggunaannya berkonotasi negatif, terkesan melecehkan dan merendahkan.
Berasaskan helah `kebiasaan' dan `kelumrahan' semacam itulah yang juga saya dengar terus dari Rusdi Abdullah, seorang pensyarah bahasa Melayu di Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM), Bangi. Menurut beliau, tiada sebarang maksud untuk menghina atau melecehkan apabila orang Malaysia atau sesiapa sahaja menyebut orang Indonesia dengan perkataan tersebut.
Begitupun, saya dan warga Indonesia yang berada di Malaysia berkeyakinan bahawa suatu saat nanti tiada lagi perkataan `Indon' digunakan sama ada dalam media cetak mahupun dalam percakapan.
- Nasrullah Ali-Fauzi dari Institut Kajian Malaysia dan Antarabangsa (Ikmas), Universiti Kebangsaan Malaysia (UKM).
Sehubung dengan itu, pemerintah Indonesia melalui Setiausaha Penerangan & Kemanusiaan (Sekretaris I Penerangan & Humas KBRI ) Eka A. Suripto menjelaskan bahawa pihak Duta Indonesia sudah menyampaikan bantahan secara rasmi kepada duta Malaysia di Indonesia pada 13 Mei 2007. Pihak kerajaan Malaysia kemudian mengambil tindakan serta merta dengan mengeluarkan larangan penggunaan istilah ini secara rasmi oleh Kementerian Penerangan Malaysia, pada 24 Mei 2007.[7][8]
Sehubung dengan perkara tersebut, kesemua media massa Malaysia telah mengelakkan penggunaan perkataan tersebut dalam laporan mereka sebagai menghormati permintaan pemerintah Indonesia
indonesia emg susah disingkat. panggil indo, itu arahnya ke nonik2/sinyo blasteran. panggil indon, wni byk yg ga nyaman
intinya kan soal kenyamanan lawan bicara kita
kalo dia gak suka dipanggil dengan sebutan ato singkatan yang kita bikin, apa kita akan terus2an
manggil dia dengan nama itu?
dalam hal ini warga indonesia gak nyaman dengan sebutan indon, bahkan pemerintah beberapa kali
memprotes malaysia sampai akhirnya disepakati kedua belah pihak...
nah apakah kita yang notabene warga indonesia justru akan terus2an nyebut negara kita dengan
sebutan yang bikin tidak nyaman tsb..?
bangsa yg super sensitif
saya tetap pada pendapat saya, lebih karena Malaysia-lah (sebagaimana kita tau merupakan tetangga Indonesia dan lumayan sering terlibat permasalahan dengan Indonesia) yg mengutarakan istilah 'Indon' pada awalnya dan jadi kebiasaan, makanya banyak Indonesian yg rada2 sensi dengan istilah khas Malaysia itu![]()
biarpun kita mo menuntut mereka mengganti nama panggilan (indonis kek, indo kek, indonee kek), tapi kalo mereka tetep menggunakan kata Indonis dengan nada menghina, lama kelamaaan, efek indonnya kembali lagi toh![]()
sama ajamo diganti apa aja, selama pertikaian dan ketegangan dengan mereka masi ada, mo disebut apa pun sama aja efeknya
makanya gak usah diganti2, indonesia ya indonesia aja,
gak usah ditambahin, gak usah dikurangin..![]()
secara resmi pemerintah malaysia sudah melarang
penggunaan kata itu... tinggal sekarang kita seba
bagai Indoneese, apakah mau menghargai nama
sendiri atau ikut-ikutan merendahkan?
apa yang dirasakan merendahkan orang orang tertentu blom tentu dirasakan oleh orang laen.
kedua, seberapa banyak orang indo yang menggunakan istilah indon anyway?ada, tapi segelintir.
dan dengan kasus yang sangat sporadic gini, apakah itu menjustifikasi merepotkan mod bikin sensor ini itu?
saya pribadi sih merasa tidak perlu. ibarat nyari pengacara dan menyeret anak tetangga yang curi mangga ke pengadilan. there are bigger fish to catch and deal with out there![]()
fere: nasib negara memiliki nama yang panjangreal estate di koran dan media cetak terbatas. blom memperhitungkan kemalasan manusia dalam mengucapkan dan mengetik. lebih gampang 4-5 suku kata, ato 2 suku kata?
![]()
@ ronggo: menyingkat tidak selalu berarti merendahkan. Merendahkan ato ngga itu tergantung ke konteks yg dimaksud. Tapi kalo dengan disebut 'Indon' banyak Indonesian yg sensi, ya nasib, kata mona mah takdirsebaiknya diliat maksudnya merendahkan ato ngga dan audiensnya sensi ato ngga
tinggal tunggu generasi2 berikutnya, apa masih sensi ato dah biasa aja. Sementara itu ya berlatihlah untuk berbesar hati![]()
klo orang malaysia membentak babunya: "dasar orang Indonesia!!!"
pasti tar tersinggung lagi.. padahal udah disebut lengkap![]()
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
kecamatan, kelurahan, sama RT/RW-nya belum disebutin tuh spears..![]()
lagian, poll nya aneh. masa ada pilihan "di sensor jadi *****" .buat apa pulak kata indon di rename jadi *****
harusnya rename otomatis jadi Indonesia. klo cuman disensor..sama aja kayak MT dan WT dulu.. just another ***** of ****
---------- Post added at 12:48 AM ---------- Previous post was at 12:39 AM ----------
![]()
love came down and rescue me, i am yours, i am forever yours
taunya kan setelah ngetrend, pas SD gw juga gak tau klo amerika bisa disingkat jadi amrik
R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora
Sudah.. terima saja istilah indon itu... sama aja spt orang item nyebut sesama mereka niger, di mana apabila yg menyebutkan orang bule, mereka pun marah. So.. indon ga nape2 lah selama yg nyebut orang indon sendiri... Ooops... Cuman bikin2 sensitip.. T'rus kalo kata2 malingsia ga disensor? cokin? bule?
Biarkan saja kata "indon" dipakai di KM. Sebaiknya jangan memberi tempat buat sensitif berlebihan.
Fenomena yg menarik juga adalah adanya kopier yg minta "indon" disensor lewat jalan belakang. Untungnya sang chef KM tsb cukup bijak juga, melemparkan permintaan tsb ke forum sehingga bisa didengarkan pendapat dari yg lain.
![]()
Huah.. tumbenan purba muji
Makasiihh, purb.
sampaikan pujianmu itu untuk kunderemp
karena dia yang mengusulkan hal ini dilemparkan ke forum dalam pembicaraan kami di Bilik Barista.
dan saya hanyalah sebagai upik abu-nya kopimaya dalam bagian teknis yang melemparkan usulan ini ke forum.
sabar bu..
kan dari pihak pengelola tidak berani menjanjikan hal yang kami sendiri belum bisa memastikan bisa diaplikasikan atau enggak.
makanya dituliskannya yang pasti bisa dilaksanakan dulu.
baca kutipan saya di postingan sebelumnya :