Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 37

Thread: Kualitas Pendidikan Terbaik Itu Ada di Finlandia

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544

    Kualitas Pendidikan Terbaik Itu Ada di Finlandia

    Sudah pernah ke negara Finlandia? Sebuah negara kecil di Eropa dengan ibukota Helsinki, yang lebih dikenal karena produk ponsel ternama di dunia, Nokia. Dan, tahukah Anda? Negeri yang juga pernah menjadi tuan rumah perundingan damai antara Indonesia dan GAM (Gerakan Aceh Merdeka) ini ternyata merupakan negara dengan peringkat pertama kualitas pendidikan terbaik di dunia, bukan Amerika Serikat, Jerman atau Jepang. Amerika Serikat bahkan hanya menduduki peringkat ke 17.

    Hasil ini diperoleh melalui survei internasional pada tahun 2006 oleh Organization for Economic Cooperation and Development (OECD). Organisasi ini melakukan survey melalui sebuah tes yang diberi nama PISA (Programme for International Student Assesment) yang mengukur kemampuan siswa dalam bidang sains, matematika dan membaca. Yang lebih hebat lagi, negara ini tidak hanya mempunyai keunggulan dalam bidang akademis saja, tetapi juga bisa berhasil mendidik anak-anak lemah mental menjadi pintar dan cerdas secara akademis. Jadi, apa yang membuat Finlandia negara peringkat nomer satu di dunia?

    greenwichmeantime.com

    Anggaran pendidikan Finlandia memang tidak sebesar negara-negara lain di Eropa. Siswa disini tidak diberi jam tambahan belajar, seperti di Indonesia yang setiap mendekati ujian selalu ada jam tambahan belajar. Tidak menerapkan disiplin ala militer, tidak mencecar siswa dengan berbagai macam tes dan rata-rata jam belajar di Finlandia cuma 30 jam per minggu, kalah jauh dari Korea Selatan yang berada di peringkat kedua dengan rata-rata siswanya menghabiskan 50 jam belajar per minggunya. Siswa di Finlandia mulai masuk sekolah umur 7 tahun, usia yang lambat dibanding negara-negara lain.

    Terus apa kunci sukses Finlandia dalam menyelenggarakan sistem pendidikan? Jawabannya terletak pada kemandirian siswa dan kualitas pengajar (Guru). Guru-guru disini harus mempunyai kualitas dan pelatihan metode kurikulum yang terbaik. Guru diberi keluasaan dan kebebasan untuk menyusun metode kurikulum yang sesuai dengan kemauannya. Walaupun gaji guru tidaklah terlalu tinggi atau kurang memadai, tapi profesi guru di Finlandia sangatlah dihormati dan dihargai oleh pemerintah dan masyarakat, selain itu mengajar adalah karir prestisius di Finlandia. Proses untuk menjadi guru juga sangat ketat, setelah lulus dari sekolah menengah, calon siswa terbaik langsung mendaftar di fakultas pendidikan. Dan yang diterima cuma 1 banding 7 atau hanya yang terbaik yang ditampung masuk di fakultas pendidikan calon guru. Tidak hanya sampai disitu saja, untuk diterima menjadi seorang guru, harus masuk peringkat 10 besar di fakultas pendidikan.

    Kalau negara lain termasuk Indonesia menerapkan berbagai macam tes dan evaluasi nilai ujian untuk mengetahui kualitas pendidikan, Finlandia tidaklah demikian. Sistem pendidikan di negara ini tidak mengenal ujian semester bahkan ujian nasional. Setiap siswa diuji hanya untuk mata pelajaran yang dikuasainya saja dan diberi jadwal ujian sesuai dengan keinginan siswa tersebut. Dengan kata lain guru memberi otonomi khusus kepada setiap siswanya. Membuat suasana belajar jadi santai dan fleksibel, tidak ada rasa tertekan. Dan siswa yang lambat akan lebih banyak mendapat dukungan intensif.

    Dengan sistem inilah Finlandia berhasil berada di posisi teratas negara yang sangat berhasil dalam mengelola sistem pendidikan nasional. Angka drop out atau ketidaklulusan berkisar hanya 2 persen per tahunnya. Pemerintah Finlandia tidak pernah mengintervensi sistem kurikulum yang dibuat sendiri oleh guru. Karena guru bertanggung jawab penuh terhadap kurikulum yang disusunnya. Para guru juga tidak dibebani target untuk menyelesaikan bahan pelajarannya, tapi bahan pelajaran itu disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa masing-masing. Siapapun presiden dan menteri pendidikan Finlandia, walaupun selalu berganti, tidak akan berpengaruh terhadap sistem pendidikannya. Beda dengan di Indonesia, berganti menteri pendidikan ganti juga kurikulum, sampai buku pelajarannya. Karena sesungguhnya fungsi pemerintah hanyalah memajukan pendidikan dari segi legalitas dan finansial saja.

    Sistem ini sangat menguntungkan para guru disana, karena tidak terpengaruh dengan suasana politik apapun yang sedang terjadi dalam pemerintahannya. Pemerintah Finlandia menerapkan pendidikan gratis selama 12 tahun. Tidak ada jenjang SD dan SMP seperti di Indonesia, tapi 12 tahun lulus langsung mendapat ijasah setara SMU. Kalau di Indonesia setiap ganti pelajaran berganti guru, maka di Finlandia, setiap kelas akan diisi oleh 3 guru dan tidak pernah berganti. Dua guru difungsikan sebagai guru mata pelajaran sedangkan satu guru lagi sebagai pengawas dan pembimbing program studi. Jadi selama 12 tahun, 3 guru itu saja yang selalu menemani kita belajar. Waktu yang lama tersebut membuat guru sudah memahami karakter para siswanya. Guru juga dilarang mengkritik pekerjaan siswanya, karena akan membuat siswa malu. Jika salah, siswa diminta untuk membandingkannya dengan nilai dia sebelumnya, bukan dibandingkan dengan nilai siswa lain.

    Bagaimana dengan situasi pendidikan di Indonesia? Memang sangat jauh berbeda, pendidikan nasional kita masih dicampuri dengan urusan politik dalam negeri. Ujian Akhir Nasional yang dijadikan tolak ukur kelulusan siswa, malah membuat siswanya tertekan. Bahkan ada sekolah yang dijaga Polisi dan memasang CCTV saat ujian berlangsung, jelas sangat mengganggu psikologis siswa. Setiap menjelang ujian semester maupun ujian nasional, siswa dibebani tugas pekerjaan rumah yang menumpuk, yang malah mengganggu konsentrasi jelang ujian serta tambahan jam belajar atau les yang juga menguras energi bahkan kantong para orang tua. Begitulah cermin pendidikan kita, siswa tidak dididik untuk berkreasi sesuai kemauan mereka. Siswa terlalu ditekan tanpa bisa berkreativitas.

    Mengembalikan guru di posisi yang dihormati seperti jaman orang tua kita dulu sepertinya merupakan langkah awal yang baik. Dalam bahasa Jawanya Guru Digugu lan ditiru. Biarkan guru menyusun kurikulumnya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Gratiskan biaya pendidikan. Pos guru juga harus diisi dari lulusan terbaik, bukan dari tenaga honorer yang cuma modal jam terbang saja. Guru jangan hanya menuntut gajinya naik tiap tahun, tapi pastikan juga kinerjanya bagus. Mutu pendidikan yang rendah hanya akan menghasilkan generasi muda yang suka tawuran, hura-hura dan menambah pengangguran. Siswa yang tawuran adalah penyebab dari tertekan secara psikologis di kelas, akhirnya melampiaskan rasa tertekan mereka dengan tawuran. Tekanan hanya untuk menghasilkan sekadar nilai bagus lewat jalur ujian nasional harus dihilangkan. Walaupun UAN punya tujuan yang baik, menjadi standar kelulusan, tapi dilihat data di atas kita sudah tahu mana yang lebih bermutu, antara belajar dengan tekanan atau belajar yang menyenangkan.(rei)
    http://www.jadiberita.com/2012/04/29...-di-finlandia/
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  2. #2
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    belajar menyenangkan di indonesia cuma mpe tk. bgt masuk sd bebannya 3x usia si anak. syukur2 msh pd waras itu anak2

  3. #3
    pelanggan setia heihachiro's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Location
    little nong
    Posts
    2,614
    berarti harusnya ngga level: Asian lagi, tapi level: Finnish

  4. #4
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    sebenarnya itu dari smp harusnya murid udah punya hak milih mata pelajaran yang disukainya, ngapain dijejalin belasan mata pelajaran yang akhirnya dapetnya cuman setengah2.

    sekarang juga sekolah2 elit (terutama di kampung gw) maksain supaya semua siswanya masuk kelas IPA, kelas IPS paling satu atau dua atau bahkan ga ada sama sekali, kelas bahasa udah jaman dari sma ga pernah nemu lagi dan sekarang saya sadar bahwa belajar bahasa itu sangat penting juga!! bahkan kalau ditekuni bisa ngalahin orang2 yang sekolah di bidang sains.

  5. #5
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    kualitas pendidikan terbaik boleh di Finland, tapi kualitas murid terbaik tetep Asian

  6. #6
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    kualitas pendidikan terbaik boleh di Finland, tapi kualitas murid terbaik tetep Asian
    mana linknya

  7. #7
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by ancuur View Post
    mana linknya
    liat fotonya oom, dikasih buku setumpuk juga asian sanggup


    Forget about Olympic or Asian Games gold medals, Shanghai teens are surpassing their counterparts in another arena: education.

    Given in about 65 countries, the Program for International Student Assessment (PISA) survey is a worldwide evaluation of 15-year-old school students' scholastic performance, testing three key categories of ability: literacy, math and science.

    It was first given in 2000 and is repeated every three years. The test is coordinated by the Organization for Economic Co-operation and Development (OECD).

    Students in Shanghai excelled in reading literacy with the highest mean score, according to a report released by the Paris-based organization on Tuesday, scoring 556, ahead of South Korea, which took second place with 539.
    More on CNNGo: "Chinese students overcome young-love taboo"
    Shanghai students also scored number one in math skills, leaving even second-ranked Singapore far behind. More than a quarter of the students in Shanghai demonstrated “advanced mathematical thinking skills to solve complex problems, compared to an OECD average of just three percent," said the organization.

    In science, Shanghai students scored 575, again a top score, with Finland in second place with 554 points.

    ....
    http://www.cnngo.com/shanghai/life/s...t-teens-690531
    baru China, belum masuk orang India dan Asia Timur diluar China

  8. #8
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    liat fotonya oom, dikasih buku setumpuk juga asian sanggup


    baru China, belum masuk orang India dan Asia Timur diluar China
    Asia 22 Juni 2011
    1. Korea Selatan 3,09
    2. Singapura 3,19
    3. Jepang 3,50
    4. Taiwan 3,96
    5. India 4,24
    6. China 4,27
    7. Malaysia 4,41
    8. Hongkong 4,72
    9. Philiphina 5,47
    10. Thailand 5,96
    11. Vietnam 6,21
    12. Indonesia 6,56


    note: sumber

  9. #9
    pelanggan setia Fere's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Depan RSJ-KM
    Posts
    6,120
    kalo ga salah finlandia juga peringkat pertama negara terbersih dari kasus korupsi..

  10. #10
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    ^
    indonesia masuk gak

  11. #11
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    ga disebutkan, menurut gw sih masuk. kalau student olympics kan rajin menang
    walau wajar juga sih, anak SMP diajarin physics atau math setara level master,
    gimana ga juara? tapi belum tentu berlanjut di tingkat selanjutnya

  12. #12
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    tapi emg bagus ya finland, ga perlu ganti kebijakan tiap ganti pemimpin, jd hasilnya bisa terasa

  13. #13
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    ^
    itu ranking apaan oom?

  14. #14
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    itu kualitas pendidikan oom, bukan kualitas siswa

  15. #15
    dokter RSJ - KM ancuur's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Location
    RSJ - KM Jabatan:____ Dokter Jiwa
    Posts
    15,694
    Quote Originally Posted by choodee View Post
    ^
    itu ranking apaan oom?
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    itu kualitas pendidikan oom, bukan kualitas siswa
    kan topiknya kualitan pendidikan

  16. #16
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    mungkin di level asia, murid2 terpintarnya emang bisa ngalahin level eropa dan amrik, tapi kalo untuk pemerataan mutu pendidikan, finland yang menang.

  17. #17
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    mungkin pendidikannya lebih berimbang
    pintar itu bukan cuma sekedar bagus di math, physics, chemstry
    yang umumnya memang diutamakan di sekolah-sekolah di asia

  18. #18
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Terus apa kunci sukses Finlandia dalam menyelenggarakan sistem pendidikan? Jawabannya terletak pada kemandirian siswa dan kualitas pengajar (Guru). Guru-guru disini harus mempunyai kualitas dan pelatihan metode kurikulum yang terbaik. Guru diberi keluasaan dan kebebasan untuk menyusun metode kurikulum yang sesuai dengan kemauannya. Walaupun gaji guru tidaklah terlalu tinggi atau kurang memadai, tapi profesi guru di Finlandia sangatlah dihormati dan dihargai oleh pemerintah dan masyarakat, selain itu mengajar adalah karir prestisius di Finlandia. Proses untuk menjadi guru juga sangat ketat, setelah lulus dari sekolah menengah, calon siswa terbaik langsung mendaftar di fakultas pendidikan. Dan yang diterima cuma 1 banding 7 atau hanya yang terbaik yang ditampung masuk di fakultas pendidikan calon guru. Tidak hanya sampai disitu saja, untuk diterima menjadi seorang guru, harus masuk peringkat 10 besar di fakultas pendidikan.

    Kalau negara lain termasuk Indonesia menerapkan berbagai macam tes dan evaluasi nilai ujian untuk mengetahui kualitas pendidikan, Finlandia tidaklah demikian. Sistem pendidikan di negara ini tidak mengenal ujian semester bahkan ujian nasional. Setiap siswa diuji hanya untuk mata pelajaran yang dikuasainya saja dan diberi jadwal ujian sesuai dengan keinginan siswa tersebut. Dengan kata lain guru memberi otonomi khusus kepada setiap siswanya. Membuat suasana belajar jadi santai dan fleksibel, tidak ada rasa tertekan. Dan siswa yang lambat akan lebih banyak mendapat dukungan intensif.

    Dengan sistem inilah Finlandia berhasil berada di posisi teratas negara yang sangat berhasil dalam mengelola sistem pendidikan nasional. Angka drop out atau ketidaklulusan berkisar hanya 2 persen per tahunnya. Pemerintah Finlandia tidak pernah mengintervensi sistem kurikulum yang dibuat sendiri oleh guru. Karena guru bertanggung jawab penuh terhadap kurikulum yang disusunnya. Para guru juga tidak dibebani target untuk menyelesaikan bahan pelajarannya, tapi bahan pelajaran itu disesuaikan dengan kebutuhan setiap siswa masing-masing. Siapapun presiden dan menteri pendidikan Finlandia, walaupun selalu berganti, tidak akan berpengaruh terhadap sistem pendidikannya. Beda dengan di Indonesia, berganti menteri pendidikan ganti juga kurikulum, sampai buku pelajarannya. Karena sesungguhnya fungsi pemerintah hanyalah memajukan pendidikan dari segi legalitas dan finansial saja.
    Harusnya Remunerasi diberikan pertama kali buat
    para Guru, bukan buat PNS Kemenkeu... jadi guru
    bisa serius bikin bahan ajar dan bahan didik sendi
    ri, tanpa harus mikirin keperluan primer-sekunder.

  19. #19
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    apa yg bs diadopsi oleh indonesia? kayaknya seleksi guru dan sistem guru p'damping ya, bagus utk ditiru

    ---------- Post added at 07:51 PM ---------- Previous post was at 07:46 PM ----------

    lho nggo, guru kan ada sertifikasi lho. intensif sertifikasi setara dgn gaji

  20. #20
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    apa yg bs diadopsi oleh indonesia? kayaknya seleksi guru dan sistem guru p'damping ya, bagus utk ditiru

    ---------- Post added at 07:51 PM ---------- Previous post was at 07:46 PM ----------

    lho nggo, guru kan ada sertifikasi lho. intensif sertifikasi setara dgn gaji
    beda bund.. kalau sertifikasi, kan guru-guru musti
    daftar, bayar dan ikut ujian untuk dapatkan serti
    fikat dan tunjangan profesi...

    Kalau remunerasi, apa PNS Kemenkeu perlu sertifi
    kasi untuk dapat tunjangan tambahan hampir 10jt?

Page 1 of 2 12 LastLast

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •