Jadi sudah ngeh kan kalo homosex gak sekedar pengaruh lingkungan, tapi bisa juga karena genetik. Mungkin dulu waktu nabi Luth hidup, dia belum tahu mengapa bisa ada homosex. Makanya di dalam kitab suci, homosex dikecam habis2an. Sama saja dgn kasus penyakit kusta. Dulu kan dibilang kutukan tuhan, sekarang sudah gak lagi. Juga AIDS, kuntul belimbing aja sudah menuduh itu gara2 s.e.x bebas, tapi kan gak juga. Inilah salah satu latar belakang mengapa ada gerakan keagamaan yg progresif, yg berusaha mereinterpretasi teks sucinya dan merekonstruksi ajarannya sesuai perkembangan zaman.
Mengenai Irshad Manji. Ok dia sekarang sudah tenang di Kanada. Tapi dia pun sadar tidak sedikit muslim yg bernasib seperti dia dulu, dikucilkan dan dinista oleh lingkungannya karena sesuatu yg bukan pilihannya. Bisa jadi Manji berempati pada mereka2 yg belum bahagia seperti dirinya. Ane masih lihat, Manji bukan mau mensyi'arkan homoseksualitas ke pesantren2 (banyak kasus kan di pesantren jadi maho), tetapi mengubah pandangan masyarakat terhadap para homosex tsb dgn harapan diperlakukan layak seperti yg lain yg heterosex.
![]()
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)




Reply With Quote