Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
mestinya dilihat n dicermati dulu
misal, klo dia (IM) melakukan penafsiran
corak penafsirannya spt apa, metode yng digunakannya spt apa
refrensi n pendukungnya sejauh mana
jgn subyektif dulu thd latar belakang penafsirnya.

memang dimungkinkan bhw latar belakang penafsir dapat mempengaruhi penafsiran
tapi tidak selalu spt itu.
Analoginya, kalo gue mau publikasi teori jaringan komputer baru. Baru dianggap sahih kalo referensi gue dari kru-nya IETF, IEEE dkk.
Kalo gue bikin publikasi cuma dari 'berdasarkan pengalaman saya jadi admin', tanpa dasar teori... nggak bakal diijinkan masuk jurnal.