Sejak awal, masalahnya bukan pada berizin atau tidak. Tapi pada adanya "kecemburuan ideologi" antara kelompok Islam keras yang berkongkalikong dengan polisi (saya menduga ada unsur politis di sini) dengan gerakan Islam progresif seperti JIL. Seperti kita tahu, pendirian FPI awal mulanya dari PAM Swakarsa.
FPI dan ormas radikal seperti sengaja dipelihara pemerintah untuk digunakan sewaktu-waktu, misalnya "mengalihkan issue politik".
Coba anda berpikir secara sehat, jangan pake kebencian terhadap orang-orang yang kritis terhadap Islam.
Kenapa polisi begitu "gagah" membubarkan diskusi damai dengan alasan tidak ada izin, sementara konvoy FPI yang tidak pake helm saja polisi tidak berani tegas bertindak?
Kenapa polisi cuma jadi penonton waktu ormas Islam radikal konvoy unjuk kekuatan di Solo?
Kenapa polisi kerap kali membiarkan FPI mensweeping klab malam di bulan puasa, padahal tindakan vandalis itu kan jelas bertentangan dengan UU. Kalopun klab malam itu salah/melanggar perda, bukankah mestinya pihak berwenang yang mentertibkannya, dan bukan FPI?
Bener itu warga? Atau "mengatasnamakan warga?" Dulu Amina Wadud (yang juga sosok kontroversial) pernah kasih kuliah umum di Salihara. Kok warga tidak ada yang protes? Kenapa pas Irshad protes? Curiga saya....
Bukan warga itu bro, cuma "mengatasnamakan warga". Teater Salihara nggak sehari-dua hari ada di sana.
Kok tabligh akbar dengan himbauan "bunuh" bisa dapet izin ya? Curiga nih sama polisi. Keberpihakannya kepada FPI kental terasa. Polisi sepertinya tidak berpedoman pada konstitusi.
Berarti, diskusi dan kuliah umum di kampus-kampus yang menghadirkan pembicara asing mesti pake izin? Dalilnya apa tuh?
Jujur yah: BUKAN SOAL IZIN, tapi PERKONGSIAN POLISI DENGAN FPI. "Izin" itu cuma supaya tuntutan pembubaran Irshad terkesan legal saja.
Diskusi kayak begitu nggak perlu pake izin. Peserta yang hadir juga nggak sampe ratusan/bikin ramai. Emang ini negara tirani?
Anda membela FPI karena anda tidak suka Islam dikritik. Itu saja sebenarnya.
---------- Post added at 10:15 PM ---------- Previous post was at 10:08 PM ----------
Jauh-jauh masalah "izin", intinya itu:
Kalo Islam garis keras bikin acara yang mengkritisi agama lain atau aliran Islam lain dan sebagainya = BOLEH.
Kalo kelompok yang berseberangan dengan Islam garis keras bikin acara yang mengkritik Islam dsb = TIDAK BOLEH (dan alasannya menyusul belakangan. Tidak ada izinlah, apalah, pokoknya sekenanya saja).
Itu saja sebenarnya.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote