Results 1 to 20 of 222

Thread: Irshad Manji vs FPI

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Emang diskusi kayak begitu aja mesti minta izin? Apa cuma Irshad saja yang "perlu izin" karena ada desakan dari FPI, sedang yang lain tidak?
    lain kali kalau ada diskusi IndonesiaTanpaJil, silah
    kan loe memeriksa perizinannya

    Semua yang bertentangan dengan FPI dituduh "memprovokasi". Padahal, selama ini justru FPI yang bertindak sebagai provokator.

    Contoh:

    - Ada diskusi Setara di Bandung yang membahas intoleransi ormas Islam.
    - FPI tersinggung dan menuduh diskusi tersebut "memojokkan Islam".
    - FPI mengancam kelangsungan diskusi tersebut.
    - Polisi hadir dan menghimbau agar diskusi dibubarkan, DEMI KEAMANAN.

    Padahal seharusnya polisi mengawal diskusi tersebut, dan membubarkan massa FPI yang mengancam jalanya diskusi.

    Jelas, bahwa polisi berpihak pada FPI bukan pada konstitusi. "Alasan keamanan" gitu loh dan itu yang selalu diplintir untuk justifikasi polisi menuruti maunya FPI. Itu terjadi pada semua kasus.
    lho, kalau menurut loe begitu, ngga mungkin Habib
    Rizieq dan Munarman sampai dipidanakan

    Lingkungan mana? FPI itu kan senang sekali mencatut nama warga.
    loe ngga baca pernyataan kapolsek pasar minggu
    saat pembubaran? nih gw kutipkan lagi biar loe me
    lek informasi
    ini Kapolsek Pasar Minggu, jadi malam ini, saya ingin menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan hari ini; Pertama, Saya dapat SMS dari warga setempat atas kegiatan ini, bahwa warga setempat keberatan dengan acara ini, Rt dan Rw juga hadir… Kedua, keberatan atas acara ini, oramas-ormas ini juga…. (peserta diskusi memprotes keterangan polisi) ada FBR, Forkabi, FPI, ini keberatan juga Dan terakhir setelah saya datang ke sini, ternyata kegiatan ini tidak ada izinnya, izin RT dan RW dan pihak kepolisian, karena narasumbernya dari orang asing. Kalau ada orang asing seharusnya ada izinnya dari Polda, Pores, dan Polsek. Itu izin normatifnya, UU No. 2 tahun 2002; pasal 13 tentang tugas pokok ini. Dari 3 informasi ini, saya berhak mem-pending acara ini. Aturan normatif ini. Keberatan sudah ada. Apa saya tidak berhak?
    Tabligh akbar yang ada usulan "bunuh ahmadiyah", ada izinnya nggak?
    sudah tuh... kalau ngga percaya coba loe periksa
    ke kepolisian.

    Dibubarkan kepolisian, ATAS TEKANAN FPI. Alasan pembubarannya pun bias. Nggak ada izinlah, "lesbian" lah, dst. Ketahuan dasar pembubarannya bukan soal izin, tapi KECEMBURUAN PEMIKIRAN ANTARA FPI DENGAN IRSHAD/JIL.

    Kalo itu diskusinya bukan Irshad Manji, polisi juga nggak peduli.
    loe baca lagi kutipan yang gw berikan.

    Itulah yang mengherankan. Pertemuan subversif begitu gampang dapat izin, tapi diskusi damai dipersoalkan izinnya. (Kalopun diskusi Irshad minta izin, apakah bakalan diizinkan? Saya menduga pasti tidak diberikan izin dengan alasan "keamanan". Kayak diskusi Setara di Bandung yang "karena alasan keamanan, dibubarkan polisi". Padahal yang bikin tidak aman ya FPI itu sendiri, bukan diskusinya. Ini jelas pemutarbalikkan masalah).
    ya loe dong yang ajukan keberatan, masa musti
    FPI

    Iya, tapi impactnya tidak bisa dengan kekerasan. Itu kan kebebasan berbicara. Jangan cuma Islam doang yang koar-koar mengkritik kristen. Muslim harus terima juga dong kalo ada opini kritis terhadap Islam.
    bung... mata pena lebih berbahaya daripada mata
    pedang. Dan sekarang FPI pun mulai bermain cantik.

  2. #2
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    lain kali kalau ada diskusi IndonesiaTanpaJil, silah
    kan loe memeriksa perizinannya
    Sejak awal, masalahnya bukan pada berizin atau tidak. Tapi pada adanya "kecemburuan ideologi" antara kelompok Islam keras yang berkongkalikong dengan polisi (saya menduga ada unsur politis di sini) dengan gerakan Islam progresif seperti JIL. Seperti kita tahu, pendirian FPI awal mulanya dari PAM Swakarsa.

    FPI dan ormas radikal seperti sengaja dipelihara pemerintah untuk digunakan sewaktu-waktu, misalnya "mengalihkan issue politik".

    Coba anda berpikir secara sehat, jangan pake kebencian terhadap orang-orang yang kritis terhadap Islam.

    Kenapa polisi begitu "gagah" membubarkan diskusi damai dengan alasan tidak ada izin, sementara konvoy FPI yang tidak pake helm saja polisi tidak berani tegas bertindak?

    Kenapa polisi cuma jadi penonton waktu ormas Islam radikal konvoy unjuk kekuatan di Solo?

    Kenapa polisi kerap kali membiarkan FPI mensweeping klab malam di bulan puasa, padahal tindakan vandalis itu kan jelas bertentangan dengan UU. Kalopun klab malam itu salah/melanggar perda, bukankah mestinya pihak berwenang yang mentertibkannya, dan bukan FPI?

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    loe ngga baca pernyataan kapolsek pasar minggu
    saat pembubaran? nih gw kutipkan lagi biar loe me
    lek informasi
    Bener itu warga? Atau "mengatasnamakan warga?" Dulu Amina Wadud (yang juga sosok kontroversial) pernah kasih kuliah umum di Salihara. Kok warga tidak ada yang protes? Kenapa pas Irshad protes? Curiga saya....

    Bukan warga itu bro, cuma "mengatasnamakan warga". Teater Salihara nggak sehari-dua hari ada di sana.

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    l sudah tuh... kalau ngga percaya coba loe periksa
    ke kepolisian.
    Kok tabligh akbar dengan himbauan "bunuh" bisa dapet izin ya? Curiga nih sama polisi. Keberpihakannya kepada FPI kental terasa. Polisi sepertinya tidak berpedoman pada konstitusi.

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    pembiaran pelanggaran tidak menjadikan pelangga
    ran itu sebagai kebolehan... itu saja loe ngga ngerti.
    Berarti, diskusi dan kuliah umum di kampus-kampus yang menghadirkan pembicara asing mesti pake izin? Dalilnya apa tuh?

    Jujur yah: BUKAN SOAL IZIN, tapi PERKONGSIAN POLISI DENGAN FPI. "Izin" itu cuma supaya tuntutan pembubaran Irshad terkesan legal saja.

    Diskusi kayak begitu nggak perlu pake izin. Peserta yang hadir juga nggak sampe ratusan/bikin ramai. Emang ini negara tirani?

    Anda membela FPI karena anda tidak suka Islam dikritik. Itu saja sebenarnya.

    ---------- Post added at 10:15 PM ---------- Previous post was at 10:08 PM ----------

    Jauh-jauh masalah "izin", intinya itu:

    Kalo Islam garis keras bikin acara yang mengkritisi agama lain atau aliran Islam lain dan sebagainya = BOLEH.

    Kalo kelompok yang berseberangan dengan Islam garis keras bikin acara yang mengkritik Islam dsb = TIDAK BOLEH (dan alasannya menyusul belakangan. Tidak ada izinlah, apalah, pokoknya sekenanya saja).

    Itu saja sebenarnya.
    Last edited by ishaputra; 06-05-2012 at 11:12 PM.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •