lain kali kalau ada diskusi IndonesiaTanpaJil, silah
kan loe memeriksa perizinannya
lho, kalau menurut loe begitu, ngga mungkin HabibSemua yang bertentangan dengan FPI dituduh "memprovokasi". Padahal, selama ini justru FPI yang bertindak sebagai provokator.
Contoh:
- Ada diskusi Setara di Bandung yang membahas intoleransi ormas Islam.
- FPI tersinggung dan menuduh diskusi tersebut "memojokkan Islam".
- FPI mengancam kelangsungan diskusi tersebut.
- Polisi hadir dan menghimbau agar diskusi dibubarkan, DEMI KEAMANAN.
Padahal seharusnya polisi mengawal diskusi tersebut, dan membubarkan massa FPI yang mengancam jalanya diskusi.
Jelas, bahwa polisi berpihak pada FPI bukan pada konstitusi. "Alasan keamanan" gitu loh dan itu yang selalu diplintir untuk justifikasi polisi menuruti maunya FPI. Itu terjadi pada semua kasus.
Rizieq dan Munarman sampai dipidanakan
loe ngga baca pernyataan kapolsek pasar mingguLingkungan mana? FPI itu kan senang sekali mencatut nama warga.
saat pembubaran? nih gw kutipkan lagi biar loe me
lek informasi
ini Kapolsek Pasar Minggu, jadi malam ini, saya ingin menyampaikan informasi sehubungan dengan kegiatan hari ini; Pertama, Saya dapat SMS dari warga setempat atas kegiatan ini, bahwa warga setempat keberatan dengan acara ini, Rt dan Rw juga hadir… Kedua, keberatan atas acara ini, oramas-ormas ini juga…. (peserta diskusi memprotes keterangan polisi) ada FBR, Forkabi, FPI, ini keberatan juga Dan terakhir setelah saya datang ke sini, ternyata kegiatan ini tidak ada izinnya, izin RT dan RW dan pihak kepolisian, karena narasumbernya dari orang asing. Kalau ada orang asing seharusnya ada izinnya dari Polda, Pores, dan Polsek. Itu izin normatifnya, UU No. 2 tahun 2002; pasal 13 tentang tugas pokok ini. Dari 3 informasi ini, saya berhak mem-pending acara ini. Aturan normatif ini. Keberatan sudah ada. Apa saya tidak berhak?sudah tuh... kalau ngga percaya coba loe periksaTabligh akbar yang ada usulan "bunuh ahmadiyah", ada izinnya nggak?
ke kepolisian.
loe baca lagi kutipan yang gw berikan.Dibubarkan kepolisian, ATAS TEKANAN FPI. Alasan pembubarannya pun bias. Nggak ada izinlah, "lesbian" lah, dst. Ketahuan dasar pembubarannya bukan soal izin, tapi KECEMBURUAN PEMIKIRAN ANTARA FPI DENGAN IRSHAD/JIL.
Kalo itu diskusinya bukan Irshad Manji, polisi juga nggak peduli.
ya loe dong yang ajukan keberatan, masa mustiItulah yang mengherankan. Pertemuan subversif begitu gampang dapat izin, tapi diskusi damai dipersoalkan izinnya. (Kalopun diskusi Irshad minta izin, apakah bakalan diizinkan? Saya menduga pasti tidak diberikan izin dengan alasan "keamanan". Kayak diskusi Setara di Bandung yang "karena alasan keamanan, dibubarkan polisi". Padahal yang bikin tidak aman ya FPI itu sendiri, bukan diskusinya. Ini jelas pemutarbalikkan masalah).
FPI
bung... mata pena lebih berbahaya daripada mataIya, tapi impactnya tidak bisa dengan kekerasan. Itu kan kebebasan berbicara. Jangan cuma Islam doang yang koar-koar mengkritik kristen. Muslim harus terima juga dong kalo ada opini kritis terhadap Islam.
pedang. Dan sekarang FPI pun mulai bermain cantik.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)





Reply With Quote