Quote Originally Posted by DH1M4Z View Post
Nah itu dia, pemahaman yang dangkal dan campur aduk. Tapu kok ya dijadikan referensi oleh jil. Apa karena "waton bedo" (yang penting nyeleneh)
Dangkal menurut siapa dulu? Bisa jadi menurut kalian dangkal, tapi menurut JIL tidak.
Dengan argumen masing masing.