Page 1 of 11 123 ... LastLast
Results 1 to 20 of 222

Thread: Irshad Manji vs FPI

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672

    Irshad Manji vs FPI

    Lagi aksi barbar FPI thd kebebasan berfikir, berkumpul, dan berpendapat:

    http://www.tempo.co/read/news/2012/0...-Buku-Salihara

    Ketua Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (FPI) Salim Alatas mengatakan alasan FPI berunjuk rasa pada acara diskusi di Salihara karena diskusi buku Allah, Liberty and Love mengajarkan percintaan antarsesama jenis kelamin.

    Salim sendiri belum membaca buku yang ditulis Irshad Manji ini. Ia hanya mendapat aduan dari Dewan Pimpinan Wilayah FPI Jakarta Selatan bahwa buku itu mengajarkan kesesatan. “Saya tidak dapat buku itu, yang dapat DPW. Mereka yang laporkan ajaran sesat,” katanya.


    Lucu. Belum baca apa isi bukunya, tetapi sudah menghakimi. Itulah parahnya akibat doktrinasi siksa neraka sejak kecil, membuat neuron menjadi stagnan utk membelah diri.


  2. #2
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Lho, Pur? itukan sudah ditulis, DPWnya sudah beli
    dan sudah baca... kalau DPP menganggap DPW pu
    nya wewenang untuk memberikan penilaian, kena
    pa ngga?

  3. #3
    pelanggan tetap PERMANDYAN's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    denpasar - bali
    Posts
    1,790
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    Lho, Pur? itukan sudah ditulis, DPWnya sudah beli
    dan sudah baca... kalau DPP menganggap DPW pu
    nya wewenang untuk memberikan penilaian, kena
    pa ngga?
    boekannja ada tjek in ritjek..
    atoe krostjek....

    ada laporan...
    ada pengetjekan ....
    baharoe bertindak....

  4. #4
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    lho, Per... kalau "bawahan" sudah ada yang punya
    wewenang dan sudah memberikan penilaian, maka
    "atasan" yang baik tidak perlu lagi melakukan cek
    n ricek. Kecuali nanti saat evaluasi, baru dilihat,
    sejauh mana wewenang yang diberikan dijalankan
    dengan amanah dan benar.

  5. #5
    pelanggan tetap PERMANDYAN's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    denpasar - bali
    Posts
    1,790
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    lho, Per... kalau "bawahan" sudah ada yang punya
    wewenang dan sudah memberikan penilaian, maka
    "atasan" yang baik tidak perlu lagi melakukan cek
    n ricek. Kecuali nanti saat evaluasi, baru dilihat,
    sejauh mana wewenang yang diberikan dijalankan
    dengan amanah dan benar.
    djadi...
    setelah kasoes bergoerir...
    soedah dibatja beloem boekoenja..(?)

  6. #6
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ya udin DPWnya minjemin itu buku DPP buat dirichek. baru bilang buku itu salah ato ga. beres kan?

  7. #7
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    kan sudah dibaca ama DPW... dan kalau dalam inter
    nal FPI ternyata DPW memiliki wewenang untuk me
    lakukan penilaian, maka tidak ada persoalan.

    ---------- Post added at 08:25 AM ---------- Previous post was at 08:24 AM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    ya udin DPWnya minjemin itu buku DPP buat dirichek. baru bilang buku itu salah ato ga. beres kan?
    kalau sekarang tentu sudah, Bund....
    cuma kalau kemarin DPP membaca dan menganalisa
    ulang, keburu acaranya terlaksana dong

  8. #8
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    sebenernya biar aja bedah buku itu b'langsung, laporkan saja kalo mmg ada pasar penghinaan. krn ya diliat itu aksinya

  9. #9
    pelanggan setia Yuki's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Buitenzorg
    Posts
    6,366
    bukunya mengenai apa sih?

    katanya irshad manji itu lesbian? Jadi bukunya itu menolerir lesbian apa gimana....
    CURE SUNSHINE WA KAKKOSUGIRU.

  10. #10
    Quote Originally Posted by Yuki View Post
    bukunya mengenai apa sih?

    katanya irshad manji itu lesbian? Jadi bukunya itu menolerir lesbian apa gimana....
    "Lesbian" itu orientasi seksual pribadi Irshad Manji. Bukunya sendiri, sepanjang yang pernah saya baca, tidak mengkampanyekan lesbianisme (dan ini suatu tuduhan keliru yang pernah dilontarkan para penentangnya).

    ---------- Post added at 07:41 PM ---------- Previous post was at 07:38 PM ----------

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    Kalo Dina Sulaeman berada dalam posisi Irshad, bagaimana kira-kira?

    ---------- Post added at 07:47 PM ---------- Previous post was at 07:41 PM ----------

    Quote Originally Posted by PERMANDYAN View Post
    mmm...
    djadi ini kasoes boekan kerna boekoenja, namoen kerana penjelengaara diskoesinja...(?)...
    wah... hanja kerana siapa penjelengara diskoesi bisa djadi begitoe...
    FPI takut pemikiran Irshad Manji mempengaruhi banyak orang. Jadi masalah "kecemburuan" saja sebenarnya. FPI tidak berani berghazwul fikri.

    ---------- Post added at 07:49 PM ---------- Previous post was at 07:47 PM ----------

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    krn gw bkn fpi n ga tertarik sama buku model tendensius gt, jadi cukup feel sorry for irsyad yg ga mau open mind
    Irshad tidak openmind bagaimana? Sudah jelas dia nulis buku dan sudi mendiskusikannya, itu sudah jelas-jelas sikap openmind. Justru saya lihat anda yang tidak mampu bersikap demikian. Lha komentar saja tanpa argumentasi, cuma sebaris-dua baris.
    Twitter: @tingnongtingcer
    Blog: http://ishaputra.wordpress.com/

  11. #11
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    Sama, gw ga maw ngomong macem2 dulu klo ga taw buku apaan ntu, walaupun imo fpi itu suka melebih2kan sesuatu, belum tentu jg bukunya sesat

    @yuki gw kira malah irshad manji itu nama cowo

  12. #12
    @Yuki: bukunya sih biasa saja.
    Tapi di sini sih kemungkinan FPI lebih
    melihat siapa Manjinya (dan penyelenggara diskusinya)
    bukan bukunya.

  13. #13
    pelanggan tetap PERMANDYAN's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    denpasar - bali
    Posts
    1,790
    Quote Originally Posted by danalingga View Post
    @Yuki: bukunya sih biasa saja.
    Tapi di sini sih kemungkinan FPI lebih
    melihat siapa Manjinya (dan penyelenggara diskusinya)
    bukan bukunya.
    mmm...
    djadi ini kasoes boekan kerna boekoenja, namoen kerana penjelengaara diskoesinja...(?)...
    wah... hanja kerana siapa penjelengara diskoesi bisa djadi begitoe...

  14. #14
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    Poor Irshad Manji
    Tanggapan atas buku “Beriman Tanpa Rasa Takut”, Irshad Manji

    Oleh: Dina Y. Sulaeman

    Buku ini ditulis dengan sangat personal, dengan kasus-kasus yang dialami sendiri oleh penulisnya. Karena itu, saya pun akan membahasnya secara personal pula. Saya terus-terang membaca buku ini dengan perasaan kasihan. Irshad adalah perempuan malang yang mengalami banyak masalah di sekitarnya—termasuk kekerasan dari ayahnya. Irshad juga –katanya—berinteraksi dengan orang-orang yang terzalimi atas nama Islam.

    Alhamdulillah, saya dilahirkan oleh orang tua saya yang penyayang, “padahal” mereka muslim yang taat dan sangat rajin ke masjid. Mereka menyekolahkan saya ke tempat yang jauh dari rumah; saya pun diizinkan ke luar negeri sendirian, tidak seperti keluhan Irshad tentang kekangan bepergian ke luar negeri sendirian bagi perempuan muslim. Mereka tak pernah menyuruh saya –apalagi memaksa—berjibab, namun saya sendiri dengan penuh kesadaran memakai jilbab. Kalau saja Irshad adalah saya, tentu dia tak akan pernah menyebut jilbab sebagai kondom (!) yang membungkus kepalanya.

    Ajaibnya, saya menemukan banyak sekali perempuan muslim yang seperti saya! Mereka maju, tercerahkan, berkarir, berjilbab, sebagian pergi ke luar negeri sendirian, punya keluarga bahagia, punya anak-anak yang lucu. Irshad mengambil contoh-contoh komunitas muslim di berbagai negara yang menurutnya sangat menindas perempuan. Sayang sekali Irshad (mungkin) belum pernah ke Iran. Saya delapan tahun tinggal di Iran, dan ajaibnya, lagi-lagi saya bertemu dengan banyak perempuan yang sangat educated, menyetir mobil sendiri, menjadi profesor atau dokter bedah dengan makalah-makalah yang dimuat di jurnal internasional, dan… luar biasa… mereka berjilbab! Pasti ini kondisi yang tak terbayangkan oleh Irshad. Dalam bayangan di kepalanya, keluarga muslim taat—apalagi perempuannya berjilbab—adalah keluarga-keluarga penuh kekerasan dan penindasan kepada perempuan.

    Saya tidak mengabaikan ada banyak kaum muslim yang melakukan kejahatan, sebagaimana pada saat yang sama, banyak juga kaum non muslim yang kejam. Misalnya, Islam memberikan penghargaan tinggi kepada perempuan, namun masih banyak laki-laki muslim yang memperlakukan perempuan tanpa harga, sebagaimana laki-laki non-muslim pun banyak yang merendahkan perempuan. Saya juga membaca tentang kekotoran politik di negara-negara Arab, namun jangan lupa, kekotoran politik di Barat pun sangat banyak terjadi. Hanya, kemasan pemberitaannya berbeda sehingga terasa lebih elegan dibanding kekotoran politik di negara-negara mayoritas muslim. Padahal, maaf, seperti kentut, keluar darimanapun, sama-sama bau.

    Terkait Palestina, Irshad mengeluarkan argumen-argumen kuno yang sudah sangat sering disampaikan oleh para pembela Israel, saya tidak bisa membahasnya di sini karena akan sangat panjang. Tapi ada satu argumen yang baru saya dengar, yaitu berdasarkan tes DNA, orang Yahudi ternyata satu nenek moyang dengan orang Arab. Karena itu, mereka berhak menganggap Palestina sebagai tanah air mereka. Saya ingin mengajukan pertanyaan kepada Irshad, apa justifikasi DNA juga bisa diberikan kepada orang-orang Kanada (yang disanjung-sanjung Irshad) saat mereka datang ke kawasan itu dan membunuhi orang-orang Indian yang lebih dulu bermukim di sana? Tak akan ada yang percaya laki-laki seganteng aktor Kanada, Bruce Greenwood, ternyata bersaudara dengan orang Indian.

    Namun, Irshad juga cukup bijaksana dengan menulis kalimat ini, ”Memicu perubahan artinya berhenti untuk memahami Al-Quran secara harfiah dan juga tidak memahami multikulturalisme secara harfiah.” Saya setuju (dengan sederet catatan) atas kalimat itu. Tapi, lanjutan kalimatnya, “Mengapa khitan terhadap klitoris perempuan yang dipaksakan harus dituruti?” Oh..oh… di Al Quran tidak ada keharusan khitan bagi perempuan. Tolong cek lagi Quran-mu, Irshad. Sayang sekali, kalimat bijaksana Irshad tadi dilanjutkan dengan contoh-contoh dangkal yang sangat kasuistis.

    Ah, terlalu banyak waktu yang saya buang untuk membaca keluh-kesah Irshad. Tapi sekali lagi, bila Irshad ada dalam posisi saya, saya yakin, dia akan melihat Islam yang indah dan tak perlu ada ketakutan apapun. Kasihan sekali..©Dina Y. Sulaeman (tulisan ini karya saya dan pernah dimuat di majalah Azzikra, Juni 2008)

  15. #15
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    gw kira bukunya ajaran untuk para kaum glbt untuk tetap beriman

    si dina y sulaeman, kalo dibesarkan di lingkungan si irshad bisa jadi kek si irshad juga loh

    ga tau ya, kok gw baca artikel si dina ini agak kesal, ya mungkin irshad juga salah memberikan argumen dangkal soal islam, tapi kalo diliat dari tulisannya, ini si irshad trauma akibat keluarga yang super strict terhadap agama dan terkesan merendahkan perempuan. memang ga seluruh keluarga muslim kek gitu, cuman si dina ini kesannya kek merendahkan si irshad, makanya gw balik kalo dia di posisi irshad gimana?

    dan gini, misal lo di keluarga penjara dan terkekang, lo menderita lama yang mengakibatkan ada secercah kebencian atas kekang2an yang ada di keluarga (ini kan berdasarkan pengalaman dia) terus ujug2 diana dateng bilang, ah ga seluruh keluarga kek gitu, buktinya nih liat gw bahagia, keluarga gw ga ngekang2 banged, kasian deh lo~~~ apa kagak dongkol

  16. #16
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    si Dina ngga ngomong gitu ke Irshad, tapi ngomong
    ke mayoritas muslimah yang hidup di Indonesia

  17. #17
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    ^
    ya emang nggak, cuman kan dia berkomentar atas hidupnya si irshad dengan memberikan contoh hidupnya. itu mah sama sekali ga menolong si irshad-nya.

  18. #18
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    lha, si Irshad saja ngga merasa perlu ditolong, ma
    lah dia bak pahlawan kesiangan merasa wajib me
    nolong muslimah-muslimah yang dianggapnya ter
    kungkung hijab

  19. #19
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ya wajar dina ngomong gt, krn irsyad sudah menulis n m'cetak bukunya. ya penulis hrs b'tanggung jwb atas isi bukunya itu

    ---------- Post added at 10:07 AM ---------- Previous post was at 10:02 AM ----------

    krn blum baca bukunya, gw ga komentar byk. tp sbg penulis, apalagi kritisi agama, mustinya irsyad berani dikritik balik

  20. #20
    pelanggan setia choodee's Avatar
    Join Date
    Sep 2011
    Posts
    2,988
    yah ini repotnya, gw ga taw isi bukunya sih

    kalo bener irshad jelek2in islam karena masa lalunya yang kelam ya itu memang salah, generalisasi, walaupun imo itu normal juga (normal belum tentu benar loooh) apalagi kalau traumanya mendalam. masalahnya dengan diana nulis artikel di atas yang nyangkut pautin dan membandingkan keluarga irshad dan keluarga happy go lucky muslim lain, imo ga nyelesaikan masalah sih. gw sih ga menutup mata, pasti ada keluarga2 strict muslim yang mengkategorikan cewe itu urutan kesekian, nah kalo dihadapin ama cewe2 bermasalah ini, ga cuman modal menyalahkan mereka dan bilang ga seluruh keluarga muslim kek gitu.

Page 1 of 11 123 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •