@rumus, oh, Kanada udah aman yah ? wah....berarti mbak Irshad udah bener2 pas dong, ngapain cari safe haven lagi seperti kata Purba ?
@rumus, oh, Kanada udah aman yah ? wah....berarti mbak Irshad udah bener2 pas dong, ngapain cari safe haven lagi seperti kata Purba ?
Jadi sudah ngeh kan kalo homosex gak sekedar pengaruh lingkungan, tapi bisa juga karena genetik. Mungkin dulu waktu nabi Luth hidup, dia belum tahu mengapa bisa ada homosex. Makanya di dalam kitab suci, homosex dikecam habis2an. Sama saja dgn kasus penyakit kusta. Dulu kan dibilang kutukan tuhan, sekarang sudah gak lagi. Juga AIDS, kuntul belimbing aja sudah menuduh itu gara2 s.e.x bebas, tapi kan gak juga. Inilah salah satu latar belakang mengapa ada gerakan keagamaan yg progresif, yg berusaha mereinterpretasi teks sucinya dan merekonstruksi ajarannya sesuai perkembangan zaman.
Mengenai Irshad Manji. Ok dia sekarang sudah tenang di Kanada. Tapi dia pun sadar tidak sedikit muslim yg bernasib seperti dia dulu, dikucilkan dan dinista oleh lingkungannya karena sesuatu yg bukan pilihannya. Bisa jadi Manji berempati pada mereka2 yg belum bahagia seperti dirinya. Ane masih lihat, Manji bukan mau mensyi'arkan homoseksualitas ke pesantren2 (banyak kasus kan di pesantren jadi maho), tetapi mengubah pandangan masyarakat terhadap para homosex tsb dgn harapan diperlakukan layak seperti yg lain yg heterosex.
![]()
Last edited by purba; 26-05-2012 at 03:47 PM.
Yaahh.. apa bener Sodom dan Gomorah wilayah khusus homosex? Jadi jgn main telan mentah2 saja cerita2 kitab suci. Jika pun benar, itu bisa saja seperti lokalisasi, tempat para homosex ngumpul2. Jadi mitos2 kitab suci gak bisa digunakan utk membantah fakta2 di seputar homosex.
---------- Post added at 08:27 PM ---------- Previous post was at 08:15 PM ----------
Ente heterosex kan? Itu pilihan ente atau takdir Allah swt? Kalau benar heterosex adalah pilihan ente, sejak kapan ente memilih menjadi heterosex?
![]()
Ane kagak ngarti, ente lagi ngomongin apa? Ilmiah, ilmiah apa? Ente lagi nulis skripsi, tesis, disertasi, atau apa?
Mungkin maksud ente diskusi Irshad Manji apakah masuk kajian ilmiah atau tidak, begitu? Menurut ane, iya. Karena diskusi tsb akan mengkritisi tulisan si Manji tsb. Dlm diskusi tsb metodologi buku si Manji dikritisi, dst. Lain dgn khotbah jumat atau tablig akbar habib2, yg sifatnya monoton, sami'na wa ato'na, itu bukan kajian ilmiah.
Atau maksud ente bukunya si Manji bukan karya ilmiah? Lha tinggal ditelusuri saja, gimana cara dia mengambil kesimpulan, dst. Diskusi itulah salah satu media utk menelusuri buku si Manji tsb.
---------- Post added at 09:23 PM ---------- Previous post was at 09:18 PM ----------
Apa alasannya? Kok bisa2nya ente bilang bukan legitimasi?
Memangnya Quran apaan? Sebuah teks. Nah makna teks tsb-lah yg ditafsir ulang. Itu yg ane maksud dgn Islam progresif.rekontruksi perilaku ato kultur muslim yg b'beda dgn Al qur'an, ok. tetapi merekontruksi isi Al qur'an? artinya inkar
maksud gw Pur, kalau dia mau merekonstruksi ulang
penafsiran Al Quran, ya seharusnya di belajar dong
ilmu tafsir yang benar... kalau dia sudah belajar ilmu
tafsir secara benar, lalu mau buat penafsiran ulang,
mau nyeleneh sekalipun, ya silahkan saja...
loe sendiri tahu kan bagaimana creationist melaku
kan kritik terhadap teori Evolusi, tanpa pernah bela
jar mendalami Teori Evolusi sesuai dengan kaidah-
kaidah ilmiah.
Gue suka dengan quote ini, jadi kayak menu makanan ya. Hari ini jadi hetero, besok2 karena sudah bosan jadi homo deh, wkwkwkwk
Gue suka lucu dengan sebutan homo yang disebut sakit atau belok. Kalau sakit besok2, gue minta surat sakit sama doker, ntar diagnosanya homo deh. Atau kalau ngendarain mobil, lurus2 aja, kalau belok jadi homo lagi.![]()