Sedangkan pemahaman Manji beda. Karena itu Manji butuh rekonstruksi ajaran Islam supaya pemahaman Manji pun tidak kontradiktif. Andalan Islam progresif adalah keluar dari penafsiran tekstual, masuk ke penafsiran kontekstual.

mestinya kalau butuh dia berani datang ke kajian tafsir yang sebenarnya baru bisa berkoar mengupas Al Qur'an