setahu gw pur, di Abad pertengahan para akademi
si menggunakan kebebasan berfikir dalam ranah
kajian ilmu alam dan yang mengekang adalah lem
baga agama yang tidak menguasai kajian ilmu alam.

Tentu tidak sama dengan kasus sekarang, dimana
si Irshad Manji menggunakan kebebasan berfikir da
lam ranah kajian keagamaan, ranah yang justru men
jadi bidang kajian yang dikuasai kelompok agama,
sedang si Irshad Manji sendiri tidak menguasai kai
dah-kaidah dalam "riset" agama secara benar.

Mirip seperti para creationist yang tanda dasar-da
sar metode ilmiah dalam menolak/mengkritisi Teori
Evolusi, Irshad Manji mengkritisi ajaran agama, da
lam hal ini ajaran Islam, tanpa dasar "metode ilmiah"
yang berlaku dalam "riset" keislaman.