Hai hai...ini thread khusus gwe buat mengasah tulisan2 mereview buku2 yah, eh yang lain boleh kog ikutan mereview buku2nya Yaaaa barista, saya numpang titip belajar nulis review yaaaa



Judul buku : Yang Kedua

Penulis: Riawani Elyta

Penerbit: Bukune

Jumlah Halaman: 250

ISBN: 602-220-040-7

Tahun Penerbitan: 2012


Summary:

Kisah ruwet antara Dave-Viena-Haris. Yang harus menyelesaikan urusan cinta dan hidup masing-masing. Viena harus merasakan sesaknya bahwa tidak ada satu pun laki-laki yang bakal menerima kekurangannya, kecuali Haris. Tetapi itu sebelum Dave datang dalam hidup mereka.


Comment:

Romansa abis! Riawani menyajikan kisah ini penuh dengan hal-hal yang melangkolis, mendayu dan sarat emosi, kalau gak usil dibilang lebay. Pembaca pasti pengen banget ngegeplak Haris sekencang-kencangnya ketika membayangkan sikap tengil laki-laki itu. Atau gemas terhadap sikap Viena yang tidak pernah berani keluar dari zona amannya. Serta membayangkan dengan berbunga-bunga, andai gwe ketiban cinta si Dave

Buat yang gak ngefans dengan cerita-cerita romans, ini bukan buku yang direkomendasikan untuk dibaca, karena bakalan gemas dengan sikap Viena yang "bodoh", mau saja ditindas habis-habisan oleh laki-laki yang entah dicintainya atau tidak, hanya demi pernikahan mereka yang sudah terlanjur terjadi. Atau sikap Dave yang merasa Viena itu patut dicintai, kayak gak ada perempuan lain aja?

Tetapi buat penyuka kisah-kisah manis, bagian-bagian dari cerita di buku ini yang didramatisasikan dengan sedikit berlebihan, pasti akan tergila-gila dengan tokoh Dave. Laki-laki yang diam-diam setia mencintai Viena meski tahu sulit untuk menggapainya.

Untuk alurnya, plotnya yang maju memang memudahkan pembaca untuk meresapi bagian demi bagian cerita tanpa perlu repot-repot membalik-balikkan halaman sebelumnya gara-gara ada penggalan kisah yang mendadak muncul, misalnya. Runut dan gaya bertutur yang mudah dicerna memang menjadi bagian dari cerita ini. Narasi dan deskripsinya memang bagus dan membuat pembacanya bisa bebas melanglangbuana mengimajinasikan jalan cerita dan para tokohnya. Happy ending, seperti pada sebagian besar karya novel romans. Semua bahagia, kecuali si tengil yang pada akhirnya selalu terpuruk.

Buat saya, begitu membaca bagian pertama buku ni, sudah langsung ketebak, gimana jalan ceritanya, juga bakal seperti apa endingnya. jadi jangan protes kalau merasa tidak terpacu adrenalisnya ketika baca buku ini. Karena memang cerita ini bukan bertutur untuk menampilkan kejutan-kejutan, tetapi bercerita tentang kekuatan cinta dan hati. Juga untuk menyampaikan bahwa yang jahat pasti kena ganjarannya> bahwa kalau kuat, kau akan keluar dari segala permasalahan yang membelitmu.

Seperti Cinderella, seperti itulah hidup Viena sesungguhnya. Seperti keajaiban dan tertakdirkan, begitulah hubungan Viena dan Dave sebenarnya. Seperti keledai terperosok, seperti itulah mestinya Haris harus berakhir. Gampang ditebak tetapi ingin terus dibaca demi memenuhi harapan-harapan tersebut.

Seperti mengulang-ulang buku sejenis, kisah ini menyampaikan bahwa cinta tidak memandang fisik dan rupa, tetapi melihat hati. Kecantikan bukan dari lahiriah, tetapi dari hati. bahwa semua bsia dilalui, atas nama cinta.

Ide ceritanya sangat sederhana, tetapi justru itu selling pointnya. Rata-rata pembaca menyukai cerita dengan tema seperti ini, untuk cinta apapun bisa dilalui. Kemanisan dan ending kisah ini adalah untuk memenuhi semua harapan itu.

Buku ini sudah terlalu gamblang, sama sekali tidak ada kejutan. Ketika Viena kembali mengalami pendarahan, saya berharap itu keajaiban bahwa kekurangannya itu akan terselamatkan. Tetapi harapan akan kejutan itu tidak ada. Jadi laki-laki romantis macam Dave adalah pemecahan buat hidup Viena, yang menjadi tokoh perempuan yang sempurna, baik dan gampang ditindas.

Meski pada akhirnya Viena bisa berdikari, toh kenyataan awalnya selalu berada dibawah tekanan Haris sampai laki-laki itu sendiri yang pergi, bukan Viena yang mau keluar dari zona ketertindasannya. Kejutan? Sekali lagi, jangan pernah mengharapkan dari buku ini. Kisah cinta yang manis tapi indah? Buku ini saya rekomendasikan untuk kalian