Results 1 to 20 of 32

Thread: Kematian

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    Orang di jaman dulu tidak tahu menahu mengenai fenomena biologis-alamiah yang disebut "kematian". Mereka cuma tau "pokoknya si X sudah tidak bernyawa" (entah karena dibunuh, sakit, tua, atau lainnya).

    Dari ketidaktahuan itu, maka timbullah sejumlah kepercayaan. Antara lain adalah kepercayaan adanya kehidupan setelah mati, siksa kubur, surga-neraka, dllsb.

    Manusia selalu membuat kepercayaan pada titik-titik di mana mereka TIDAK MEMILIKI PENGETAHUAN mengenai itu.

  2. #2
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Orang di jaman dulu tidak tahu menahu mengenai fenomena biologis-alamiah yang disebut "kematian". Mereka cuma tau "pokoknya si X sudah tidak bernyawa" (entah karena dibunuh, sakit, tua, atau lainnya).

    Dari ketidaktahuan itu, maka timbullah sejumlah kepercayaan. Antara lain adalah kepercayaan adanya kehidupan setelah mati, siksa kubur, surga-neraka, dllsb.

    Manusia selalu membuat kepercayaan pada titik-titik di mana mereka TIDAK MEMILIKI PENGETAHUAN mengenai itu.
    pengertian garis bawah cetak biru
    mencakup konsep nibbana gak?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  3. #3
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    pengertian garis bawah cetak biru
    mencakup konsep nibbana gak?
    Tidak dong. "Nibbana" kan konsep "hilang plas", padam, seperti padamnya api lilin yang ditiup.

  4. #4
    Sepertinya kematian memang harus dianggap indah.
    Masalahnya, yang menakutkan itu sebab-nya
    seperti yang ditulis Ndugu

    Andai ketika kita sedang tidur pulas atau duduk-duduk santai
    lalu kita langsung mati, ya tidak mengapa mungkin ya

    Bagaimana kalo menuju mati harus melalui sakit parah ber-
    kepanjangan, kecelakaan, pembunuhan...

    Dan buat saya, kematian itu masih terasa menakutkan karena
    saya kuatir dijebloskan ke neraka

    Dalam agama Islam, konsep kematian itu disejajarkan dengan
    kembali. Seolah di bumi ini, kita sekadar mampir, bermain-main
    dengan berbagai peran lalu harus kembali.


    Sehubungan konsep kembali ini, saya suka sekali ayat
    yang sungguh menggambarkan kembalinya seseorang secara
    menggetarkan :




    Wahai jiwa yang tenang.
    Kembalilah kepada Tuhanmu dengan hati yang puas lagi diridhai-Nya.

    Maka masuklah ke dalam jamaah hamba-hamba-Ku,

    dan masuklah ke dalam surga-Ku."

    ( Al Fajr 89)




    Ya Tuhan...aku suka sekali ayat itu...
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  5. #5
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Tidak dong. "Nibbana" kan konsep "hilang plas", padam, seperti padamnya api lilin yang ditiup.
    maksudnya mati dulu trus hilang plas atau
    hilang plas tanpa mati?
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •