-
argumentasi yg dipakai untuk mengeraskan suara waktu adzan :
Dari Abdurrahman bin Abdullah bin 'Abdurrahman bin Abu Sha'sha'ah Al Anshari Al Mazini dari Bapaknya bahwa ia mengabarkan kepadanya, bahwa Abu Sa'id Al Khudri berkata kepadanya, "Aku lihat kamu suka kambing dan lembah (penggembalaan). Jika kamu sedang mengembala kambingmu atau berada di lembah, lalu kamu mengumandangkan adzan shalat, maka keraskanlah suaramu. Karena tidak ada yang mendengar suara mu'adzin, baik manusia, jin atau apapun dia, kecuali akan menjadi saksi pada hari kiamat." Abu Sa'id berkata, "Aku mendengarnya dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam." (H.R.Bukhari)
Abu Dawud meriwayatkan; "Dari Urwah bin Az-Zubair dari seorang wanita dari Bani Najjar dia berkata; Rumahku adalah rumah yang paling tinggi di antara rumah-rumah yang lain di sekitar Masjid, dan Bilal mengumandangkan adzan subuh di atasnya" (H.R. Abu Dawud)
Di zaman Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam Mu'adzin sengaja memilih tempat yang tinggi agar suara yang yang dikumandangkan bisa didengar banyak orang.
Iqomah pun demikian
Dari Abu Salamah dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Jika kalian mendengar iqamat dikumandangkan, maka berjalanlah menuju shalat dan hendaklah kalian berjalan dengan tenang berwibawa dan jangan tergesa-gesa. Apa yang kalian dapatkan dari shalat maka ikutilah, dan apa yang kalian tertinggal maka sempurnakanlah." (H.R. Bukhari)
Bahkan Ibnu Umar pernah mendengar Iqomah dari Baqi', padahal jarak antara masjid Rasulullah Shallalahu 'Alaihi Wasallam dengan Baqi cukup jauh.
Dari Nafi', Abdullah bin Umar mendengar Iqamat ketika berada di Baqi', lalu dia bersegera menuju masjid." (H.R.Malik)
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules