Quote Originally Posted by Δx Δp ≥ ½ ħ View Post
timbunan lumpur yg cepat? tapi semua bangsa karang porifera dan echinodermata yg tidak memiliki kaki bisa lari ke gunung sehingga lapisan kambria tidak memiliki karang tapi trilobit yg bisa berenang malah tertimbun?
kalo lu kira banjir air bersih seperti kolam renang ya wajar trilobit bisa berenang, kalo banjir lumpur ?


oh, jadi pegunungan himalaya yg tinggi itu terbentuk tahun 2500 tahun SM juga? begitupun semua gunung dan lembah yg ada di dunia?
gunung dan lembah sudah ada sejak awal, namun banjir memicu aktifitas vulkanis dan gerakan lempeng bumi sehingga merubah bentuk permukaan bumi.


situh ngerti gak sih kalo gambar yg situh posting, lapisan yg terbentuk dan merata itu, bukan lapisan kambria? asal comot gambar...
ya mau ngamuk silahkan, toh gw memang gak posting lapisan kambria, gw posting gambar penyebaran partikel endapan atau sedimentasi yg terbawa oleh banjir.

bahkan fosil yg diambil pada lapisan itu bukan fosil trilobit...
nenek2 juga tau, emang yg gw posting bukan fosil trilobit.

saya ngambil kesimpulan ini berasal data geologis yg diolah oleh ilmuwan kompeten. silahkan salah mereka
gak ada salahnya belajar lebih banyak dan melihat penjelasan2 yg berbeda.


kenapa di indonesia tidak pernah ditemukan lapisan kambria jika banjir yg membentuk semua lapisan kambria menutupi seluruh permukaan bumi?
karena banjir membuat lapisan lumpur sesuai dengan jenis batuan yg berbeda2 di tiap wilayah, arus air memang akan membawa partikel batuan ke wilayah yg luas, tapi tetap saja tidak merata diseluruh permukaan bumi.

dan terimakasih juga kepada ilmuwan2 yg terus menggunakan teknik ini sehingga menjadi teknik yg bisa dipercaya dengan memberikan hasil yg akurat dan hasil yang tak terbantahkan
maksud lo science gak terbantahkan ?


jadi kebudayaan sumeria yg udah bisa bikin zigurat itu lebih dr 5000 tahun itu bukan kebudayaan? mana hasil penelitian bahwa stonehenge dibuat tahun setelah tahun 2500SM?
Sisa2 kebudayaan kuno sudah pasti terjadi setelah peristiwa banjir besar.

Sudah saya katakan bahwa penelitian usia bangunan tidak bisa menggunakan radio dating (bahkan batuan vulkanis dan mineral pun tidak akurat), maka penelitian Geologi yg menunjukkan usia sebuah kebudayaan bukan dihitung secara empiris melainkan berdasarkan catatan2 atau script yg ditemukan.

Salah satu script kuno yg dipelihara hingga saat ini adalah bible, selain itu ada script peninggalan Mesir, babylon, sumeria, roman dll

Masalahnya, seberapa akuratkah tulisan2 kuno itu ?

Dijaman modern seperti sekarang saja sebuah Koran bisa menulis bias hanya karena pengaruh politik si pengusaha pemilik koran, bagaimana dengan masa lalu ?

Dimasa lalu seorang penulis sejarah kerajaan biasanya bekerja sebagai priest atau pegawai raja, mereka cenderung membesar2kan kehebatan kerajaan dan rajanya, banyak raja yg digambarkan seperti dewa yg usianya ribuan tahun, catatan semacam ini mengacaukan penelitian historis.

Ilmu astronomi bisa menghitung kejadian gerhana matahari atau penampakan bintang hingga ribuan tahun yg lalu, ternyata catatan sejarah kerajaan kuno mengenai fenomena2 langit ini tidak sesuai dengan script yg ditemukan.

Maka kalau ada yg mengatakan bahwa budaya Sumeria berusia sekian2 tahun dan melampaui peristiwa banjir besar, maka catatan itu sangat diragukan kebenarannya.

jadi, semua hewan yg digembar-gemborkan sbg hewan yg memiliki perpustakaan lengkap itu cuma serigala doang? hanya gara-gara serigala bisa didomestikasikan?
hohoho... itu kan satu contoh.


yg saya tanya itu spesiasi, bukan domestikasi

Mahluk hidup memiliki variasi genetik yg apabila dikombinasikan dengan seleksi alam akan menghasilkan berbagai kehilangan informasi DNA, setelah hal ini terjadi berulang dalam banyak generasi maka seringkali terbentuk keturunan yg tidak lagi bisa kawin dengan jenis sebelumnya, hal ini disebut speciasi.

Tapi inti dari semua hal iatu adalah hilangnya sebagian dari sifat genetik. Ini bukan Evolusi karena mahluk hidup terbukti tidak bisa membentuk sifat2 genetis baru dengan cara menulis ulang program DNA.
Mahluk hidup tidak bisa berkembang menjadi tingkat2 yg lebih tinggi, sebaliknya hanya bisa terus menerus kehilangan bagian2 dari sifat genetis awal.


Itu sebabnya ada usaha untuk mengambil sample DNA dari fossil atau menyimpan benih2 tumbuhan, ada juga usaha untuk melestarikan species langka, itu semua karena kita sadar bahwa mahluk hidup menghadapi bahaya kehilangan informasi genetika.

Setiap ada Mahluk2 yg punah artinya hilanglah informasi DNA mahluk tersebut dari dunia.

Kita tidak bisa mengharapkan kemunculan2 informasi DNA baru, yg bisa kita lakukan adalah agar informasi DNA yg sudah ada tetap lestari dan tidak hilang.

---------- Post added at 03:00 PM ---------- Previous post was at 02:57 PM ----------

Quote Originally Posted by Geminga View Post
wah, w dah ketinggalan jauh diskusinya ya?

tanya sedikit deh, kalau memang lapisan kambria berasal dari banjir besar satu kali, ada ga bukti penelitian yang menyatakan bahwa lapisan kambria itu memang berumur 4500 tahun, bukan lebih tua atau lebih muda? Penelitian yang benar-benar menunjukan angka 4500 tahun?

Ambil satu batu di lapisan kambria lalu lihat cetakan dibawahnya "DIBUAT 4500 TAHUN YANG LALU" hohohoh...

Sekarang kita sedang mendiskusikan bahwa pengukuran radiometric dating tidak akurat dan berdasarkan asumsi2 yg tidak bisa di cross check kebenarannya, bagaimana kita bisa tahu barang ini usianya sekian2 ??