Page 2 of 5 FirstFirst 1234 ... LastLast
Results 21 to 40 of 99

Thread: Perancang cerdas?

  1. #21
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Salah satu jenisnya adalah manusia kan?

    Apakah perancang cerdas membuat DNA pertama dulu, kemudian disuntikkan ke dalam sel telur pertama hingga berkembang menjadi manusia dewasa pertama?

    Atau perancang cerdas sudah sejak awal membuat sepasang manusia dewasa pertama (katakanlah seorang Adam dan seorang Eve) kemudian berkembang biak?



    Jadi seorang Adam memiliki variasi DNA yg luas? Kok bisa?

    Atau ada banyak Adam sehingga ada variasi DNA yg luas?



    Apakah karena mutasi?

    Kalo mau bicara science maka kita hanya percaya hal2 yg sudah terbukti secara ilmiah.

    Yang kita temui di percobaan laboratorium adalah, mahluk hidup bisa mengalami mutasi negatif tapi tidak bisa berubah menjadi mahluk lain.
    Contohnya Serigala bisa menjadi Herder tapi tidak bisa menjadi Ubur2, dari sini kita menyimpulkan bahwa ada berbagai jenis mahluk hidup yg berbeda jalur dan tidak bisa saling menyebrang.

    Bakteri termasuk mahluk yg sudah diamati hingga ribuan generasi, tidak satupun bakteri yg bisa berubah menjadi ikan atau cacing atau mahluk lainnya.

    Berdasar fakta2 itu kita mengambil kesimpulan.

    ---------- Post added at 01:20 AM ---------- Previous post was at 01:15 AM ----------

    Apa ada banyak adam dan ada banyak Hawa ?

    Dari penelitian genetika ditemukan bahwa manusia saat ini pasti berasal dari 1 Pria dan 1 Wanita.
    Memang belum bisa dipastikan apakah ada manusia lain yg sudah punah dan berasal dari pria/wanita yg lain pula, juga belum bisa dipastikan bahwa nenek moyang manusia itu berasal dari jaman yg sama, namun sedikit demi sedikit penelitian science makin mengarah kepada kisah Alkitab.

  2. #22
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Yang kita temui di percobaan laboratorium adalah, mahluk hidup bisa mengalami mutasi negatif tapi tidak bisa berubah menjadi mahluk lain.
    Busettt.... Bosen gw mutasi negatif mulu. Gimana dgn mutasi positif?

    Ok deh lu gak sanggup menjawab pertanyaan2 yg gw sodorin sebelumnya. Silakan beriman dgn tenang. Salam buat Yesus di surga.

    -------------------------------------------------------------------

    Tipikal debat orang2 beriman (entah kristen, entah islam) selalu muter2 kagak jelas. Baik di topik evolusi, ateis panglima iblis, maupun perancang cerdas, semua orang beriman selalu berdebat muter2 kagak jelas.


  3. #23
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Mutasi positif itu ada, tapi hanya muncul bila dilihat dengan kacamata optimis

    Misalnya keturunan kumbang yg kehilangan sayap.
    Secara genetik, ini negatif karena ada DNA lost.

    Tapi kumbang tak bersayap ini tidak terbawa angin dan tenggelam di laut, maka menurut kacamata optimis, ini mutasi positif.

  4. #24
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Misalnya keturunan kumbang yg kehilangan sayap.
    Secara genetik, ini negatif karena ada DNA lost.
    Dari mana lu tau bahwa kumbang tak bersayap adalah DNA lost? Karena sayapnya rontok, begitu? Jadi lost?


  5. #25
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Dari mana lu tau bahwa kumbang tak bersayap adalah DNA lost? Karena sayapnya rontok, begitu? Jadi lost?

    Mengapa manusia tidak punya sayap ? jawabannya adalah karena manusia tidak punya DNA yg membentuk sayap.
    Kalau manusia ingin tumbuh sayap, harus ada DNA baru yg membentuk organ tersebut.

    Keturunan Kumbang yg tak bersayap sama seperti kasus ikan buta di laut dalam.

    Mengapa bisa muncul ras ikan buta di laut dalam dan didalam gua ?

    Awalnya spesies ikan tersebut memiliki mata, namun saat kelompok ikan tersebut tinggal diwilayah yg sangat minim cahaya atau tak bercahaya sama sekali, mata mereka tidak banyak berfungsi.

    Namun Ingat, Tidak berfungsinya Mata tidak otomatis membuat Organisme membuang organ tersebut, tidak ada mekanisme yg mengarah kesana.

    Maka Ilmuwan memahami jalan lain yaitu Natural Selection.
    Dari kelompok besar Ikan2 tersebut, ada sebagian yg memiliki cacad genetik dan terlahir buta.
    Bila mereka tinggal ditempat bercahaya, kemungkinan besar ikan2 buta tersebut akan segera mati dimangsa atau kelaparan karena tak bisa mencari makan, dalam waktu singkat kelompok ikan2 cacad tersebut akan habis dan tak sempat meneruskan keturunan.

    Namun di lingkungan gelap, ikan2 cacad tersebut tidak lebih lemah dari kelompoknya, juga tidak terancam oleh predator sehingga mereka memiliki chance untuk meneruskan genetiknya lengkap dengan kecacatannya.
    Sebaliknya, ikan2 normal yg bermata memiliki resiko yg lebih besar, misalnya terserang penyakit mata atau matanya terluka dan mengakibatkan kematian, dengan pemahaman ini maka bisa jadi ikan2 buta memiliki chance lebih besar untuk berkembang biak daripada ikan2 normal di wilayah gelap.

    Pada mahluk Seksual, masing2 induk mewariskan setengah dari pasangan kromosome.
    Kromosome ini bisasanya mengandung gen2 cacad, namun saat pembuahan, gen2 cacad ini akan dianulir dan dipilihlah gen2 yg baik dari salah satu induk.

    Apabila dalam suatu komunitas terdapat jenis kecacatan yg sama, maka besar kemungkinan terjadi keturunan yg cacad juga karena kedua rantai kromosome memiliki kecacatan yg sama sehingga tidak ada pilihan genetis normal.

    Dalam kasus Ikan buta, penjelasan diatas menjelaskan bagaimana suatu kelompok species bisa kehilangan trait.

  6. #26
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Mengapa manusia tidak punya sayap ? jawabannya adalah karena manusia tidak punya DNA yg membentuk sayap.
    Kalau manusia ingin tumbuh sayap, harus ada DNA baru yg membentuk organ tersebut.
    Ah gak gitu. Sayap pada burung secara anatomi adalah tangan pada manusia. Artinya DNA yg menginformasikan pembentukan tungkai atas, ada pada burung dan ada pada manusia. Bedanya pada perkembangannya. Pada burung, jadinya sayap. Pada manusia, jadinya tangan.

    Atau mungkin maksud lu sayap capung? Supaya manusia punya sayap kayak capung, maka perlu DNA sayap capung, gitu? Tapi apa hubungannya dgn DNA lost atau DNA gain?

    Keturunan Kumbang yg tak bersayap sama seperti kasus ikan buta di laut dalam.

    Mengapa bisa muncul ras ikan buta di laut dalam dan didalam gua ?

    Awalnya spesies ikan tersebut memiliki mata, namun saat kelompok ikan tersebut tinggal diwilayah yg sangat minim cahaya atau tak bercahaya sama sekali, mata mereka tidak banyak berfungsi.

    Namun Ingat, Tidak berfungsinya Mata tidak otomatis membuat Organisme membuang organ tersebut, tidak ada mekanisme yg mengarah kesana.

    Maka Ilmuwan memahami jalan lain yaitu Natural Selection.
    Dari kelompok besar Ikan2 tersebut, ada sebagian yg memiliki cacad genetik dan terlahir buta.
    Bila mereka tinggal ditempat bercahaya, kemungkinan besar ikan2 buta tersebut akan segera mati dimangsa atau kelaparan karena tak bisa mencari makan, dalam waktu singkat kelompok ikan2 cacad tersebut akan habis dan tak sempat meneruskan keturunan.

    Namun di lingkungan gelap, ikan2 cacad tersebut tidak lebih lemah dari kelompoknya, juga tidak terancam oleh predator sehingga mereka memiliki chance untuk meneruskan genetiknya lengkap dengan kecacatannya.
    Sebaliknya, ikan2 normal yg bermata memiliki resiko yg lebih besar, misalnya terserang penyakit mata atau matanya terluka dan mengakibatkan kematian, dengan pemahaman ini maka bisa jadi ikan2 buta memiliki chance lebih besar untuk berkembang biak daripada ikan2 normal di wilayah gelap.

    Pada mahluk Seksual, masing2 induk mewariskan setengah dari pasangan kromosome.
    Kromosome ini bisasanya mengandung gen2 cacad, namun saat pembuahan, gen2 cacad ini akan dianulir dan dipilihlah gen2 yg baik dari salah satu induk.

    Apabila dalam suatu komunitas terdapat jenis kecacatan yg sama, maka besar kemungkinan terjadi keturunan yg cacad juga karena kedua rantai kromosome memiliki kecacatan yg sama sehingga tidak ada pilihan genetis normal.

    Dalam kasus Ikan buta, penjelasan diatas menjelaskan bagaimana suatu kelompok species bisa kehilangan trait.
    Gak menjawab pertanyaan gw, darimana lu tau bahwa ikan buta adalah DNA lost?

    Misalnya dalam populasi suatu spesies ada ikan buta dan ikan melek. Dari mana lu tau bahwa yg buta adalah DNA lost dari yg melek? Kenapa bukan yg melek adalah DNA gain dari yg buta?


  7. #27
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Ah gak gitu. Sayap pada burung secara anatomi adalah tangan pada manusia. Artinya DNA yg menginformasikan pembentukan tungkai atas, ada pada burung dan ada pada manusia. Bedanya pada perkembangannya. Pada burung, jadinya sayap. Pada manusia, jadinya tangan.

    Atau mungkin maksud lu sayap capung? Supaya manusia punya sayap kayak capung, maka perlu DNA sayap capung, gitu? Tapi apa hubungannya dgn DNA lost atau DNA gain?



    Gak menjawab pertanyaan gw, darimana lu tau bahwa ikan buta adalah DNA lost?

    Misalnya dalam populasi suatu spesies ada ikan buta dan ikan melek. Dari mana lu tau bahwa yg buta adalah DNA lost dari yg melek? Kenapa bukan yg melek adalah DNA gain dari yg buta?

    Jawabannya simple, karena Mata merupakan sebuah sistim kerja yg sangat canggih, lengkap, presisi dan terdesign dengan tujuan yg jelas.
    Mata bukan sekedar kaki ketiga yg muncul dan menggantung tanpa fungsi, mata terbentuk dengan design tujuan yg jelas yaitu untuk menangkap, mengatur intensitas cahaya tangkapan, mengatur fokus dan menginterpretasikan cahaya menjadi informasi yg bisa dipahami oleh otak.

    Mata tidak bisa muncul tanpa perancang.

    Sama seperti sayap.
    Kalau kita hidup di jaman Darwin boleh saja kita mengatakan "oh sayap itu sama kayak tangan kita, kan tulangnya mirip..."
    Tidak.
    Sayap harus di design dengan baik dan sempurna barulah bisa berfungsi.

    Burung tidak hanya memiliki sayap, tapi seluruh tubuhnya memiliki tulang yg ringan dan berongga sehingga sinkron dengan sayap yg dimilikinya.
    Selain itu Sayap juga singkron dengan "program" naluri yg dimiliki oleh burung yaitu Terbang dan mengajarkan ilmu terbang kepada anak2nya, itu sebabnya burung Rajawali bisa melempar anaknya dari tebing yg tinggi, namun tidak ada kera yg melempar anaknya dari tebing yg sama karena masing2 mahluk hidup memiliki design yg singkron antar anggota tubuh, dengan tujuan terciptanya anggota tubuh tersebut dan dengan naluri dasar yg tercetak di otaknya.

    Jawaban yg paling logis dari semua ini pasti ada yg menciptakan mereka.

  8. #28
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Jawabannya simple, karena Mata merupakan sebuah sistim kerja yg sangat canggih, lengkap, presisi dan terdesign dengan tujuan yg jelas.
    Mata bukan sekedar kaki ketiga yg muncul dan menggantung tanpa fungsi, mata terbentuk dengan design tujuan yg jelas yaitu untuk menangkap, mengatur intensitas cahaya tangkapan, mengatur fokus dan menginterpretasikan cahaya menjadi informasi yg bisa dipahami oleh otak.

    Mata tidak bisa muncul tanpa perancang.
    Bosen ah... Nih link dari wiki mengenai evolusi mata:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Evolution_of_the_eye

    Sama seperti sayap.
    Kalau kita hidup di jaman Darwin boleh saja kita mengatakan "oh sayap itu sama kayak tangan kita, kan tulangnya mirip..."
    Tidak.
    Sayap harus di design dengan baik dan sempurna barulah bisa berfungsi.

    Burung tidak hanya memiliki sayap, tapi seluruh tubuhnya memiliki tulang yg ringan dan berongga sehingga sinkron dengan sayap yg dimilikinya.
    Selain itu Sayap juga singkron dengan "program" naluri yg dimiliki oleh burung yaitu Terbang dan mengajarkan ilmu terbang kepada anak2nya, itu sebabnya burung Rajawali bisa melempar anaknya dari tebing yg tinggi, namun tidak ada kera yg melempar anaknya dari tebing yg sama karena masing2 mahluk hidup memiliki design yg singkron antar anggota tubuh, dengan tujuan terciptanya anggota tubuh tersebut dan dengan naluri dasar yg tercetak di otaknya.

    Jawaban yg paling logis dari semua ini pasti ada yg menciptakan mereka.
    Nah kalo ini link mengenai evolusi tangan manusia:

    http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC1571064/

    Lu perhatiin, link2 yg gw tunjukin berasal dari wiki atau jurnal ilmiah, bukan dari website seperti evolutionism church misalnya.

    ---------------------------------------------------------------------------

    Nah, balik lagi ke DNA lost, ternyata itu hanya klaim pihak kreasionis, bukan hasil kajian saintifik.

    Kompleks tidak tereduksi (irreducible complex) sebenarnya istilah semu. Mata manusia yg katanya irreducible complex ternyata tetap saja bisa direduksi dan berfungsi sesuai komponen yg tersisa. Memang kalo retina langsung dilepas, komponen sisanya tidak bisa lagi mengindera cahaya. Jadi intinya, mata adalah organ utk mendeteksi cahaya. Fungsi mendeteksi cahaya baru berakhir jika retina sudah tidak ada. Jika kornea dulu yg dilepas, retina masih bisa mendeteksi cahaya, tapi memang tidak sebaik semua. Kemudian pupil dilepas lagi, retina masih bisa mendeteksi cahaya, dan demikian seterusnya sampai retina dicopot, barulah tidak berfungsi.


  9. #29
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    wkwkwkw... wikipedia kan bisa ditulis oleh siapa aja.

    Evolusi Mata ? cuma teori yg gak jelas, ini mirip kisah2 dongeng
    Kalo lu masih pake cara berpikir Darwin, maka lu bisa percaya bahwa mata terjadi secara berangsur2 dari amuba menjadi mata manusia.

    Tapi dalam biologi molekular tidak ditemukan mekanisme perkembangan berangsur2, jadi meskipun para Amuba sangat ingin jadi manusia, mereka tidak punya kemampuan mengubah tubuhnya menjadi lebih canggih.

    Hanya karena ada mahluk ber sel 1 yg punya kemampuan sensitif terhadap cahaya, orang Evolusi langsung bikin kisah dongeng tentang kodok yg menjadi pangeran, eh Euglena menjadi mahluk bermata.

    Tuhan memang menciptakan mahluk2 yg lebih rendah dari manusia, yg sensitifitas matanya tidak sebaik manusia, ini bukan berarti manusia berasal dari mahluk tersebut yg kemudian berevolusi dengan cara yg gak ketauan bagaimana, karena kita harus setia pada bukti laboratorium, di laboratorium tidak ada bukti mahluk ber sel 1 bisa berubah menjadi mahluk bermata.

    Mengenai Ireductible Complexity.

    Gw gak pernah bilang bahwa mata adalah sistim Ireducible Complexity.
    Yang benar adalah mata terdiri dari beberapa sistim yang Ireducible Complex.

    Selain itu pernahkah lu berpikir siapa yg merancang mata ?
    lu ngomong tentang nyopotin lensa, nyopotin retina dll nyopotin mah gampang, tapi siapa yg merancang konstruksi mata dengan posisi yg akurat ?
    Siapa yg ngatur retina ada dibelakang lensa ada didepan ?
    siapa yg mengatur bola mata terisi oleh cairan tembus cahaya yg bisa mempertahankan bola mata berbentuk bulat ?
    Lalu cairan itu bisa keluar masuk dengan pengaturan tekanan yg tepat ?

    Lu tau orang kena Glaukoma ? hanya karena kesalahan kecil di saluran keluar cairan mata membuat mata menjadi bengkak dan tekanannya membesar, sangat menyiksa dan akhirnya membutakan.

    Sedikit kesalahan disebuah saluran kecil bisa merusak sebuah rancangan yg begitu sempurna.

    Mata satu juga bisa berfungsi, tapi kenapa mata ada 2 ?

    Mata ada 2 supaya manusia bisa mengetahui jarak object.

    Nah lo, siapa yg merancang manusia punya 2 mata supaya bisa memahami depth atau bentuk2 3 Dimensi ?

    terjadi secara Random ?

    Iman lu besar sekali...

    ---------- Post added at 11:13 PM ---------- Previous post was at 11:01 PM ----------



    Teori Evolusi berdasarkan kemiripan fisik, itu sudah ketinggalan jaman, itu cara berpikirnya Darwin.

    Jaman dulu orang berpikir, oh ini mirip dengan itu maka ini berasal dari itu.

    Sama seperti orang berpikir roda motor mirip dengan roda mobil pasti roda mobil berasal dari roda motor, padahal ternyata roda mbil dibuat dipabrik Goodyear, roda motor dibuat di pabrik Swallow. Lalu kenapa mirip ? karena keduanya punya fungsi yg sama, untuk mengerjakan tugas yg sama.

    Kenapa si Perancang membuat tangan manusia mirip dengan tangan simpanse ? karena tugas utama dari anggota tubuh ini sama.

    Tapi kenapa muka manusia tidak mirip simpanse ? karena kalau muka seseorang mirip simpanse maka dia sulit dapet jodoh dan meneruskan keturunan

    Kemiripan fisik tidak berarti kemiripan DNA.
    Secara fisik manusia mirip simpanse, tapi secara DNA manusia lebih mirip DNA tikus.
    Last edited by AsLan; 04-05-2012 at 12:05 AM.

  10. #30
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Tapi dalam biologi molekular tidak ditemukan mekanisme perkembangan berangsur2
    Halagh.. biologi molekuler yg mana? Politikus? Kreasionis? Bosen ah..

    Bisa gak lu ngasih satu link saja dari jurnal ilmiah (bukan politikus, bukan kreasionis) ttg tidak adanya information-gaining mutation? Gw udeh ngubek2, gak ada tuh... Mungkin lu bisa bantu?

    Gw gak pernah bilang bahwa mata adalah sistim Ireducible Complexity.
    Yang benar adalah mata terdiri dari beberapa sistim yang Ireducible Complex.
    Mo super duper kuper irreducible complex kek, apa kek, masa bodo lah, cuman istilah doang.

    Selain itu pernahkah lu berpikir siapa yg merancang mata ?
    lu ngomong tentang nyopotin lensa, nyopotin retina dll nyopotin mah gampang, tapi siapa yg merancang konstruksi mata dengan posisi yg akurat ?
    Siapa yg ngatur retina ada dibelakang lensa ada didepan ?
    siapa yg mengatur bola mata terisi oleh cairan tembus cahaya yg bisa mempertahankan bola mata berbentuk bulat ?
    Lalu cairan itu bisa keluar masuk dengan pengaturan tekanan yg tepat ?
    Siapa yg ngatur? Kagak ada. Semuanya itu hasil evolusi dari mata yg paling sederhana yg paling tua sampe mata yg paling kompleks yg paling muda.

    Di link wiki jelas itu semua. Link wiki memang bukan link jurnal ilmiah, tapi mereka yg menulis di situ harus membubuhkan referensi. Nah, referensi itu yg bisa lu lacak lebih lanjut.

    Fungsi dari semua mata (mulai dari yg sederhana sampe yg kompleks) adalah utk mendeteksi cahaya. Itu intinya. Jadi kagak ada tuh yg namanya irreducible complex.

    Lu tau orang kena Glaukoma ? hanya karena kesalahan kecil di saluran keluar cairan mata membuat mata menjadi bengkak dan tekanannya membesar, sangat menyiksa dan akhirnya membutakan.
    Gak usah glaukoma, kelilipan pasir aja juga udah sakit tuh mata.

    Sedikit kesalahan disebuah saluran kecil bisa merusak sebuah rancangan yg begitu sempurna.
    Perancang t.o.l.o.l namanya..

    Mata satu juga bisa berfungsi, tapi kenapa mata ada 2 ?

    Mata ada 2 supaya manusia bisa mengetahui jarak object.

    Nah lo, siapa yg merancang manusia punya 2 mata supaya bisa memahami depth atau bentuk2 3 Dimensi ?

    terjadi secara Random ?
    Kayaknya lu masalah banget dgn kata random? Emangnya lu paham, apa itu random? Lihat postingan2 gw sebelumnya ttg random dan spontan yg kagak lu jawab2. Trus udah gw kasih link ttg simulasi terbentuknya sistem kompleks dari yg sederhana dgn hanya mengandalkan interaksi elektrostatis.

    Kuncinya, utk menggagalkan teori evolusi, bukan dari biologi molekuler, melainkan dari informasi umur alam semesta. Teori evolusi, sesuai dgn namanya, membutuhkan waktu yg sangat panjang. Seandainya lu beserta gereja mampu menunjukkan bahwa umur alam semesta jauh lebih muda dari yg diketahui sekarang, maka terancamlah teori evolusi tsb. Nah, itulah yg namanya sains.

  11. #31
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Halagh.. biologi molekuler yg mana? Politikus? Kreasionis? Bosen ah..

    Bisa gak lu ngasih satu link saja dari jurnal ilmiah (bukan politikus, bukan kreasionis) ttg tidak adanya information-gaining mutation? Gw udeh ngubek2, gak ada tuh... Mungkin lu bisa bantu?
    Seorang Ahli Evolusi bernama Dr. Richard Lewontin (silahkan di google) pernah mencoba menghitung kemungkinan kebenaran Teori Evolusi menggunakan Mutasi-Natural Selection sebagai Engine nya, dan dia menjawab dengan jujur bahwa hasilnya adalah imposible.

    Lalu mengapa dia masih tetap bekerja sebagai pendukung Evolusi, dia menjawab dengan jujur juga :


    Population geneticist Richard Lewontin gave a talk here at UMass Amherst about six years ago, and he mathematized all of it—changes in the population, random mutation, sexual selection, cost and benefit.

    At the end of his talk he said, “You know, we’ve tried to test these ideas in the field and the lab, and there are really no measurements that match the quantities I’ve told you about.”

    This just appalled me.
    So I (Dr Georgia Lurdom) said, “Richard Lewontin, you are a great lecturer to have the courage to say it’s gotten you nowhere. But then why do you continue to do this work?”

    And he looked around and said, “It’s the only thing I know how to do, and if I don’t do it I won’t get my grant money.”
    So he’s an honest man, and that’s an honest answer.


    Mo super duper kuper irreducible complex kek, apa kek, masa bodo lah, cuman istilah doang.
    Istilah doang gundulmu

    Nih gw kasi contoh,

    Ada perangkap tikus model jepitan...
    Untuk bisa bekerja, Perangkap ini butuh 5 komponen yg harus ada dan terhubung dengan baik yaitu papan dasar, batang kawat penjepit, per, kunci pemicu dan kait umpan.

    Kalau secara evolusi ke 5 bagian ini muncul satu per satu, maka dalam tubuh mahluk hidup akan banyak "benda2" tak berguna, yang nantinya akan menjadi berguna setelah bekerja sama dengan bagian lain.

    Ada kontra logika disini :

    1. Kalau bagian tubuh terjadi secara berangsur2 maka organisme tidak bisa hidup karena kehidupan membutuhkan komponen2 itu secara bersamaan dan bekerja dengan baik.

    Coba saja jantung lu muncul duluan, trus arterinya baru muncul 5 milyar tahun kemudian, selama 5 milyar tahun itu jantung lu mau buat apa ? lu mau idup pake apaan ?

    2. Kontra logika yg kedua, bagian tubuh yg tak berguna biasanya takkan bertahan lama dan akan segera hilang dari tubuh organisme, maka suatu sistim tidak bisa terjadi secara berangsur karena bila muncul 1 bagian yg tak berguna maka tak lama kemudian bagian itu akan hilang setelah beberapa generasi.

    Maka Irreducible Complexity adalah hukum yg penting dalam biologi.


    Siapa yg ngatur? Kagak ada. Semuanya itu hasil evolusi dari mata yg paling sederhana yg paling tua sampe mata yg paling kompleks yg paling muda.
    ngaco, kao lu percaya begitu berarti besok2 mata manusia bakal jadi apaan ? kan masih terus berevolusi, besok2 mata manusia bisa liat tembus pandang ya supaya bisa ngintipin cewek
    Berarti banyak manusia yg matanya numbuh daging2 aneh yg kita belum tau fungsinya, tunggu 700 juta milyar tahun lagi baru manusia bisa ngintip cewek pake mata sinar x

    Link2 tentang pertumbuhan perlahan dari satu species menjadi species lain itu cuma cerita dongeng, gak pernah terjadi di laboratorium ada virus bisa jadi bakteri atau bakteri jadi kumbang.


    Di link wiki jelas itu semua. Link wiki memang bukan link jurnal ilmiah, tapi mereka yg menulis di situ harus membubuhkan referensi. Nah, referensi itu yg bisa lu lacak lebih lanjut.
    iya setelah dilacak lebih jauh ternyata ujung2nya buku dongeng, ada orang menghayal tanpa bukti2 empiris.

    Fungsi dari semua mata (mulai dari yg sederhana sampe yg kompleks) adalah utk mendeteksi cahaya. Itu intinya. Jadi kagak ada tuh yg namanya irreducible complex.
    Kalo lu percaya ada mata sederhana ada mata kompleks, kenapa lu yakin bahwa arah perkembangan mahluk hidup berasal dari yg sederhana menjadi yg kompleks ?

    Emang siapa yg ngatur begitu ? Tuhan ?


    Gak usah glaukoma, kelilipan pasir aja juga udah sakit tuh mata.



    Perancang t.o.l.o.l namanya..
    kalo memang lu lebih pinter dari si perancang itu coba deh lu rombak mata lu supaya lebih canggih, coba diubah2 posisi retina atau lensanya dibolak balik siapa tahu bisa lebih bagus



    Kayaknya lu masalah banget dgn kata random? Emangnya lu paham, apa itu random? Lihat postingan2 gw sebelumnya ttg random dan spontan yg kagak lu jawab2. Trus udah gw kasih link ttg simulasi terbentuknya sistem kompleks dari yg sederhana dgn hanya mengandalkan interaksi elektrostatis.
    gw gak ada masalah dengan random, gw cuma mau setia sama bukti2 yg ada di lab.

    Kalo lu bisa ngasi bukti bahwa ada pasir besi yg bisa kelihatan cakep dan beraturan karena medan magnet, ya gw percaya, itu bukti nyata di laboratorium.
    Tapi kalo lu ngasi hipotesa bahwa mata kompleks bisa terjadi dari evolusi mata sederhana, ya gw gak percaya soalnya itu gak ada bukti lab nya.

    gampang kan.


    Kuncinya, utk menggagalkan teori evolusi, bukan dari biologi molekuler, melainkan dari informasi umur alam semesta. Teori evolusi, sesuai dgn namanya, membutuhkan waktu yg sangat panjang. Seandainya lu beserta gereja mampu menunjukkan bahwa umur alam semesta jauh lebih muda dari yg diketahui sekarang, maka terancamlah teori evolusi tsb. Nah, itulah yg namanya sains.
    wkowkwowko... kan yg ngebantah Teori Evolusi itu Gw, ya gw lah yg nentuin mau bantah dari bagian mana, koq elu yg ngasi2 kunci, baek banget lo...
    Last edited by AsLan; 04-05-2012 at 05:04 PM.

  12. #32
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    keknya yg muncul bukan macam jantung.
    tp fungsi bertahan hidup paling dasar yg tercipta krn beradaptasi dgn lingkungan, krn itu msh bs bertahan selama msh dilingkungan yg sama.

    btw. kecuali udh jd makhluk yg kompleks maka evolusinya makan jutaam, milyaran tahun.

    tp eike rasa kalo makhluk sederhana evolusinya bakal cepat, apalagi klo makhluk tsb super duper mikroskopik.

    *cm pendapat pribadi tanpa bukti
    because, imagination is a part of reality-

  13. #33
    ^^

    evolusi dan transformasi makhluk mikroskopik perlu waktu lama banget lho. jejak rekam fosil dr makhluk tertua (besel satu) menjadi bakteri bersel banyak, itu perlu waktu milyaran tahun.

    begitupun dari awal terbentuknya bumi sampai terbentuknya makhluk pertama, itu milyaran tahun juga.
    you can also find me here

  14. #34
    pelanggan setia beastmen85's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    The Dreamcloud
    Posts
    3,046
    ^ ga ada yg cepat ya? ato belum ditemukan ya? kondisi2 yg membuatnya cepat ada ga?

    well. kalo milyaran tahun tp bisa bertahan ya lama2 berevolusi jg.
    because, imagination is a part of reality-

  15. #35
    kalo cepet mah, namanya kan "evolusi", tapi "revolusi"
    you can also find me here

  16. #36
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Mau berapa lama pun tetap tidak masuk akal, sudah dihitung secara matematis dan hasilnya, Milyaran tahun tidak cukup untuk membuat bakteri menjadi mahluk non bakteri.

  17. #37
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    AsLan ini hanya melihat link2 kreasionis, jadi gak berkembang, berputar di sekitar itu saja. Kutipannya di bawah ini...

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Population geneticist Richard Lewontin gave a talk here at UMass Amherst about six years ago, and he mathematized all of it—changes in the population, random mutation, sexual selection, cost and benefit. At the end of his talk he said, “You know, we’ve tried to test these ideas in the field and the lab, and there are really no measurements that match the quantities I’ve told you about.” This just appalled me. So I (Dr Georgia Lurdom) said, “Richard Lewontin, you are a great lecturer to have the courage to say it’s gotten you nowhere. But then why do you continue to do this work?” And he looked around and said, “It’s the only thing I know how to do, and if I don’t do it I won’t get my grant money.” So he’s an honest man, and that’s an honest answer.
    ...adalah tulisan pengikut kreasionis, Dr Georgia Lurdom. Seharusnya AsLan melihat langsung link2 yg menerangkan siapa Dr. Richard Lewontin, misalnya link wiki:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Lewontin

    Menurut link tsb, ternyata Dr Lewontin memberikan alternatif mekanisme evolusi dgn mengajukan teori sprandel (lihat link). Jadi kutipan AsLan di atas tidak membuktikan apa2 ttg perancang cerdas. Dimunculkannya nama Lewontin justru makin menunjukkan bahwa teori evolusi adalah produk sains.

    Nih gw kasi contoh,
    Ada perangkap tikus model jepitan...
    Untuk bisa bekerja, Perangkap ini butuh 5 komponen yg harus ada dan terhubung dengan baik yaitu papan dasar, batang kawat penjepit, per, kunci pemicu dan kait umpan. Kalau secara evolusi ke 5 bagian ini muncul satu per satu, maka dalam tubuh mahluk hidup akan banyak "benda2" tak berguna, yang nantinya akan menjadi berguna setelah bekerja sama dengan bagian lain.

    Ada kontra logika disini :
    1. Kalau bagian tubuh terjadi secara berangsur2 maka organisme tidak bisa hidup karena kehidupan membutuhkan komponen2 itu secara bersamaan dan bekerja dengan baik. Coba saja jantung lu muncul duluan, trus arterinya baru muncul 5 milyar tahun kemudian, selama 5 milyar tahun itu jantung lu mau buat apa ? lu mau idup pake apaan ?
    2. Kontra logika yg kedua, bagian tubuh yg tak berguna biasanya takkan bertahan lama dan akan segera hilang dari tubuh organisme, maka suatu sistim tidak bisa terjadi secara berangsur karena bila muncul 1 bagian yg tak berguna maka tak lama kemudian bagian itu akan hilang setelah beberapa generasi.

    Maka Irreducible Complexity adalah hukum yg penting dalam biologi.
    Kutipan AsLan di atas pun berasal dari kaum kreasionis. Makanya gw sampe bilang bosen, karena kalangan evolusionis pun sudah menjawabnya.

    Istilah irreducible complexity adalah istilah yg mengada-ada, seperti halnya juga istilah information-gaining mutation. Semuanya itu berasal dari kaum kreasionis. Dimana mengada-adanya?

    Misalnya jebakan tikus di atas. Itu disebut irreducible karena jika salah satu komponennya hilang, maka jebakan tikus tidak lagi berfungsi. Itu benar. Tapi bukan menjadi sama sekali tidak berfungsi, melainkan terjadi peralihan fungsi. Misalkan yg tersisa hanya papannya saja, maka papan tsb berfungsi utk menimpuk tikus. Jadi fungsi tidak hilang, hanya berubah bentuk saja dari jebakan menjadi timpukan.

    Logika kreasionis memang seperti itu. Misalnya kaki manusia diciptakan utk berjalan. Jika tidak ada kaki, maka manusia tidak bisa berjalan. Padahal meski tidak ada kaki, manusia masih bisa berjalan dgn tangannya misalnya.

    ngaco, kao lu percaya begitu berarti besok2 mata manusia bakal jadi apaan ? kan masih terus berevolusi, besok2 mata manusia bisa liat tembus pandang ya supaya bisa ngintipin cewek
    Berarti banyak manusia yg matanya numbuh daging2 aneh yg kita belum tau fungsinya, tunggu 700 juta milyar tahun lagi baru manusia bisa ngintip cewek pake mata sinar x
    Waktu lu masih bocah, lu juga belum tau fungsi daging yg menggantung di selangkangan lu. Paling2 cuman buat kenceeng. Nah, sekarang pas lu udah gede, lu menggunakan gantungan daging tsb utk fungsi yg lain (dgn catatan lu normal).

    Bagaimana mata manusia nantinya, itu tergantung mutasi dan seleksi alam.

    Link2 tentang pertumbuhan perlahan dari satu species menjadi species lain itu cuma cerita dongeng, gak pernah terjadi di laboratorium ada virus bisa jadi bakteri atau bakteri jadi kumbang.
    Iya laboratorium lu adalah link2 politikus ultra-konservatif dan kaum kreasionis biblical. Juga, yg aneh adalah lu nuntut evolusi dlm sekejap. Kalo ciptaan memang sekejap: simsalabim abrakadabra.. jadilah adam dan eve...

    Kalo lu percaya ada mata sederhana ada mata kompleks, kenapa lu yakin bahwa arah perkembangan mahluk hidup berasal dari yg sederhana menjadi yg kompleks ?
    Lha bukti dari arkeologi menunjukkan begitu.

    Sebenarnya apa sih yg lu maksud dgn sederhana dan kompleks? Lu pernah denger istilah entropi?

    gw gak ada masalah dengan random, gw cuma mau setia sama bukti2 yg ada di lab.
    Iya gw percaya, lu setia dgn link2 politikus ultra-konservatif dan kaum kreasionis biblical.

  18. #38
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by purba View Post
    AsLan ini hanya melihat link2 kreasionis, jadi gak berkembang, berputar di sekitar itu saja. Kutipannya di bawah ini...
    wkowkwo... kalo memang link gw lemah seharusnya lu seneng dong bisa membantah argumen gw dengan mudah, tapi nyatanya


    ...adalah tulisan pengikut kreasionis, Dr Georgia Lurdom. Seharusnya AsLan melihat langsung link2 yg menerangkan siapa Dr. Richard Lewontin, misalnya link wiki:

    http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Lewontin

    Menurut link tsb, ternyata Dr Lewontin memberikan alternatif mekanisme evolusi dgn mengajukan teori sprandel (lihat link). Jadi kutipan AsLan di atas tidak membuktikan apa2 ttg perancang cerdas. Dimunculkannya nama Lewontin justru makin menunjukkan bahwa teori evolusi adalah produk sains.



    Kutipan AsLan di atas pun berasal dari kaum kreasionis. Makanya gw sampe bilang bosen, karena kalangan evolusionis pun sudah menjawabnya.
    Tetap saja tulisan gw benar, Dr Lewontin pernah mengakui bahwa secara matematis chance terjadinya Evolusi itu nihil dan dia tetap mengerjakan bidang Evolusi karena butuh duitnya.



    Istilah irreducible complexity adalah istilah yg mengada-ada, seperti halnya juga istilah information-gaining mutation. Semuanya itu berasal dari kaum kreasionis. Dimana mengada-adanya?

    Misalnya jebakan tikus di atas. Itu disebut irreducible karena jika salah satu komponennya hilang, maka jebakan tikus tidak lagi berfungsi. Itu benar. Tapi bukan menjadi sama sekali tidak berfungsi, melainkan terjadi peralihan fungsi. Misalkan yg tersisa hanya papannya saja, maka papan tsb berfungsi utk menimpuk tikus. Jadi fungsi tidak hilang, hanya berubah bentuk saja dari jebakan menjadi timpukan.
    Papan perangkap tikusnya mau lu lempar pake apaan ? pake tangan ? untuk menciptakan tangan butuh berapa banyak komponen lagi malah makin rumit.



    Logika kreasionis memang seperti itu. Misalnya kaki manusia diciptakan utk berjalan. Jika tidak ada kaki, maka manusia tidak bisa berjalan. Padahal meski tidak ada kaki, manusia masih bisa berjalan dgn tangannya misalnya.
    Berarti ada bukti bahwa manusia di design oleh sosok cerdas, bukan hanya berfungsi secara minimal namun berfungsi secara maksimal.



    Waktu lu masih bocah, lu juga belum tau fungsi daging yg menggantung di selangkangan lu. Paling2 cuman buat kenceeng. Nah, sekarang pas lu udah gede, lu menggunakan gantungan daging tsb utk fungsi yg lain (dgn catatan lu normal).
    ngawur lah lo


    Bagaimana mata manusia nantinya, itu tergantung mutasi dan seleksi alam.
    berarti tunggu 700 juta milyar trilyun tahun lagi kali ya


    Iya laboratorium lu adalah link2 politikus ultra-konservatif dan kaum kreasionis biblical. Juga, yg aneh adalah lu nuntut evolusi dlm sekejap. Kalo ciptaan memang sekejap: simsalabim abrakadabra.. jadilah adam dan eve...
    tapi benar dan tak terbantahkan


    Lha bukti dari arkeologi menunjukkan begitu.
    penggalian arkeologi menghasilkan bukti empiris, bukti empiris ini kemudian di interpretasikan, nah interpretasinya bisa salah (penelitian empirisnya juga bisa salah)


    Sebenarnya apa sih yg lu maksud dgn sederhana dan kompleks? Lu pernah denger istilah entropi?
    tau.
    ya gampangnya di uji aja di lab, kalo suhu bisa mengalir dengan sendirinya berarti spontan.
    trus dicoba lagi, mata bisa terbentuk dengan sendirinya di lab dari bahan2 non organik apa gak ?


    Iya gw percaya, lu setia dgn link2 politikus ultra-konservatif dan kaum kreasionis biblical.

    Gw setia dengan kebenaran dan bukti2 yg sudah kuat

  19. #39
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    Ini aja yg gw tanggapin krn relevan dgn topik perancang cerdas.

    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Papan perangkap tikusnya mau lu lempar pake apaan ? pake tangan ? untuk menciptakan tangan butuh berapa banyak komponen lagi malah makin rumit.
    Lha kok kesono? Okeh deh. Trus siapa yg masang jebakan tikus? Emangnya tuh jebakan bisa jalan sendiri? Per pengaitnya bisa meregang sendiri? Logikanya yg bener donk, jangan disorder gitu...

    Lu sering mencatut irreducible complex, tapi lu sendiri kagak ngerti maksudnya apa. Karena lu cuman copy-paste doang dari link2 ultra-konservatif dan kreasionis-biblical.

    Buat latihan, coba lu jelaskan, nasi goreng termasuk irreducible complex atau bukan?

  20. #40
    ada beberapa model teori evolusi, salah satunya punctuatum equilibrium-nya stephen jay gould yg proses evolusinya "dipercepat" drpd proses evolusi "biasa"
    you can also find me here

Page 2 of 5 FirstFirst 1234 ... LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •