Quote Originally Posted by AsLan View Post
Perancang cerdas ya perancang cerdas, gw gak bilang kalo perancang cerdas itu pasti Tuhan, kan bisa Alien, bisa manusia, bisa malaikat, dewa atau tuhan, yg jelas alam tanpa kemampuan kognitif hanya bisa melakukan sesuatu dan tidak bisa melakukan hal lainnya.
Gak bisa lu bilang begitu aja, perlu definisi yg jelas apa itu perancang cerdas. Contohnya ketika menghadapi kasus arkeologi tadi. Bisa gak lu berikan penjelasan yg definitif ttg perancang cerdas? (gw yakin ini gak dijawab)

Evolusi bisa terjadi dalam kebudayaan manusia, misalnya bentuk bangunan modern berbeda dari bentuk bangunan 1000 tahun yg lalu, pakaian manusia berkembang, transportasi, layanan kesehatan dsb.

Kenapa kebudayaan manusia bisa berevolusi ? ya karena manusia itu sendiri adalah perancang cerdas, maka ia bisa merancang berbagai hal berdasarkan kemampuan kognitifnya.
Ini lu gak tau arti evolusi. Makanya gw bilang evolusi adalah keniscayaan. Mo artifisial, mo natural, semuanya berevolusi. Ketika melibatkan manusia disebut artifisial, sedangkan yg terjadi dgn sendirinya disebut natural.

Tapi alam tidak punya kemampuan kognitif, maka alam tidak bisa berevolusi, yg terjadi hanyalah kerusakan terus menerus, itulah yg disebut Mutasi Negatif.
Gak ada mutasi negatif, lha DNA bisa memperbaiki dirinya sendiri. Coba tunjukin link ttg mutasi negatif ke gw. Fisika sudah membuktikan bahwa alam ini berevolusi dari quark-gluon menjadi galaksi-galaksi seperti sekarang. Ini sangat berhubungan dgn entropi. Apa yg bisa kalangan gereja bantah ttg evolusi alam semesta? Dulu gereja masih bisa memancung Galileo. Sekarang bisa dihujat melanggar HAM.

Maka alam terus menerus mengalami kepunahan2 species, bukannya mengalami kemunculan jenis2 species baru seperti yg diyakini Evolutionist.
Lha justru spesies2 baru banyak ditemukan, kok malah dibilang banyak yg punah? Coba jgn baca tulisan kalangan gereja saja, tapi juga jurnal ilmiah.