Quote Originally Posted by purba View Post
AsLan ini hanya melihat link2 kreasionis, jadi gak berkembang, berputar di sekitar itu saja. Kutipannya di bawah ini...
wkowkwo... kalo memang link gw lemah seharusnya lu seneng dong bisa membantah argumen gw dengan mudah, tapi nyatanya


...adalah tulisan pengikut kreasionis, Dr Georgia Lurdom. Seharusnya AsLan melihat langsung link2 yg menerangkan siapa Dr. Richard Lewontin, misalnya link wiki:

http://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Lewontin

Menurut link tsb, ternyata Dr Lewontin memberikan alternatif mekanisme evolusi dgn mengajukan teori sprandel (lihat link). Jadi kutipan AsLan di atas tidak membuktikan apa2 ttg perancang cerdas. Dimunculkannya nama Lewontin justru makin menunjukkan bahwa teori evolusi adalah produk sains.



Kutipan AsLan di atas pun berasal dari kaum kreasionis. Makanya gw sampe bilang bosen, karena kalangan evolusionis pun sudah menjawabnya.
Tetap saja tulisan gw benar, Dr Lewontin pernah mengakui bahwa secara matematis chance terjadinya Evolusi itu nihil dan dia tetap mengerjakan bidang Evolusi karena butuh duitnya.



Istilah irreducible complexity adalah istilah yg mengada-ada, seperti halnya juga istilah information-gaining mutation. Semuanya itu berasal dari kaum kreasionis. Dimana mengada-adanya?

Misalnya jebakan tikus di atas. Itu disebut irreducible karena jika salah satu komponennya hilang, maka jebakan tikus tidak lagi berfungsi. Itu benar. Tapi bukan menjadi sama sekali tidak berfungsi, melainkan terjadi peralihan fungsi. Misalkan yg tersisa hanya papannya saja, maka papan tsb berfungsi utk menimpuk tikus. Jadi fungsi tidak hilang, hanya berubah bentuk saja dari jebakan menjadi timpukan.
Papan perangkap tikusnya mau lu lempar pake apaan ? pake tangan ? untuk menciptakan tangan butuh berapa banyak komponen lagi malah makin rumit.



Logika kreasionis memang seperti itu. Misalnya kaki manusia diciptakan utk berjalan. Jika tidak ada kaki, maka manusia tidak bisa berjalan. Padahal meski tidak ada kaki, manusia masih bisa berjalan dgn tangannya misalnya.
Berarti ada bukti bahwa manusia di design oleh sosok cerdas, bukan hanya berfungsi secara minimal namun berfungsi secara maksimal.



Waktu lu masih bocah, lu juga belum tau fungsi daging yg menggantung di selangkangan lu. Paling2 cuman buat kenceeng. Nah, sekarang pas lu udah gede, lu menggunakan gantungan daging tsb utk fungsi yg lain (dgn catatan lu normal).
ngawur lah lo


Bagaimana mata manusia nantinya, itu tergantung mutasi dan seleksi alam.
berarti tunggu 700 juta milyar trilyun tahun lagi kali ya


Iya laboratorium lu adalah link2 politikus ultra-konservatif dan kaum kreasionis biblical. Juga, yg aneh adalah lu nuntut evolusi dlm sekejap. Kalo ciptaan memang sekejap: simsalabim abrakadabra.. jadilah adam dan eve...
tapi benar dan tak terbantahkan


Lha bukti dari arkeologi menunjukkan begitu.
penggalian arkeologi menghasilkan bukti empiris, bukti empiris ini kemudian di interpretasikan, nah interpretasinya bisa salah (penelitian empirisnya juga bisa salah)


Sebenarnya apa sih yg lu maksud dgn sederhana dan kompleks? Lu pernah denger istilah entropi?
tau.
ya gampangnya di uji aja di lab, kalo suhu bisa mengalir dengan sendirinya berarti spontan.
trus dicoba lagi, mata bisa terbentuk dengan sendirinya di lab dari bahan2 non organik apa gak ?


Iya gw percaya, lu setia dgn link2 politikus ultra-konservatif dan kaum kreasionis biblical.

Gw setia dengan kebenaran dan bukti2 yg sudah kuat