Quote Originally Posted by AsLan View Post
hohoho... intinya tuh gado2 hasil rancangan kan
Berarti lu gak tahu apa arti kata "rancangan". Kalo lu berani, lu bisa telaah lebih jauh lagi, apa yg dimaksud dgn rancangan. Berani?
(coba kita lihat )

Kalo lu percaya bahwa lu hanya sekumpulan atom, ya tidur aja terlentang dijalanan sampe mati, gak usah belajar, gak usah makan, gak usah berkembang biak, gak usah menyelidiki alam semesta.
Susunan atom2 tsb dapat memberikan rasa senang dan susah. Rasa senang adalah rasa yg diterima, sedangkan rasa susah adalah rasa yg ditolak. Jadi, mengapa meski ateis sadar bahwa dirinya hanyalah susunan atom2 tetapi tidak terlentang di jalanan, karena rasa senang dan rasa susah tsb yg menjadi pertimbangan seorang ateis utk memutuskan apakah terlentang di jalan atau tidak.

Manusia dan struglenya adalah bukti bahwa alam semesta ini diciptakan dengan suatu rancangan dan suatu tujuan, untuk urusan semacam ini mah orang biasa juga paham, sekeras apapun kaum evolusi berusaha meniadakan Tuhan, karya Tuhan di alam semesta dan di hati manusia berteriak keras dan tidak bisa dibungkam.
Orang yg belum tercerahkan memang akan melihatnya seperti itu. Manusia terbiasa memberikan arti terhadap sesuatu. Misalkan ketika dia melihat awan yg menyerupai wajah Yesus, maka dia akan berseru: Haleluya! Tuhan bersama kita! Tapi memberikan arti tidaklah menunjukkan apa yg diartikannya itu sbg sesuatu yg nyata.

Sama seperti kamu teriak2 ditengah jalan raya "Perhatian-perhatian, mobil kalian itu terjadi secara random, bukan dirancang oleh manusia !"
Pengemis di pinggir jalan yg gak pernah ketemu insinyur Toyota pun tahu bahwa mobil itu hasil rancangan manusia, kalo tidak ada manusia ya tidak ada mobil, gak perlu lihat si perancangnya dulu.
Contoh yg serampangan. Utk bisa membedakan mana yg random dan mana yg rancangan, perlu mengetahui arti kata "random" dan "rancangan".

Seorang yg berani menyebut dirinya scientist, harusnya sadar bahwa alam ini mengikuti berbagai macam hukum keteraturan, bahkan atom yg terkecil sekalipun tidak akan menyeleweng dari hukum, alam semesta bisa ada karena ada perancang.
Justru saintis menemukan bahwa alam semesta ini terjadi secara spontan dgn segala hukum2nya. Hukum2 alam yg sekarang diamati manusialah yg lolos seleksi dan tetap eksis.