Results 1 to 11 of 11

Thread: Gaya Hidup Di RRC Menurut Hasyim Muzadi

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #3
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Nice Post.

    Tapi sebagai seorang keturunan Chinese, saya merasa perlu membuat otokritik kepada etnis ini.

    Bangsa China punya nabi besar yaitu Konghucu, namun yg perlu di perhatikan adalah ajaran Kong hucu tidak punya kuasa membentuk kepribadian orang China.
    Konghucu hanya dibangga banggakan sebagai nabi dari bangsa China, tapi kalau anda panggil satu orang China dan tanyakan apa saja ajaran Konghucu, jarang ada orang yg tahu.

    Bangsa China adalah bangsa yang besar, namun jujur saya katakan bahwa bangsa ini sangat membutuhkan agama.

    Agama Budha sudah cukup baik membentuk karakter sebagian orang China, namun tetaplah minoritas dan tidak bisa mencakup masyarakat luas.

    Sebagian besar orang China menganut agama tradisional yaitu menyembah Dewa-Dewi dan leluhur, sayangnya agama ini tidak banyak mendidik perilaku penganutnya.
    Namun bukan berarti tidak berguna karena minimal kebanyakan orang China masih takut Hukum Karma sehingga ada sedikit panduan jalan bagi perkembangan moral orang China.

    Negara China adalah negara kuat, pemerintahnya memakai hukum yang keras, ini adalah satu keuntungan karena orang China tidak takut Tuhan tidak takut Dosa tapi takut Hukuman negara.
    Apakah hukum negara cukup ? Tidak !

    Hukum negara selalu bisa dicari celahnya, maka banyak orang china berusaha mencari uang dengan melanggar hukum, misalnya kasus susu ber melamin atau peniruan2 hak cipta karya orang lain, juga pebisnis china daratan banyak dikenal sebagai kurang jujur dalam berbisnis (kalau china indonesia termasuk cukup baik dalam etika bisnis).

    Membuat Hukum2 negara juga harus ada panduan dasar yaitu Moral dan Keadilan, biasanya Moral dan Keadilan sudah tercakup dalam hukum2 agama, tanpa adanya patokan dasar dari hukum agama maka hukum negara bisa menyimpang.

    Contohnya, Dulu China pernah melarang kepemilikan harta pribadi, untungnya hukum ini sekarang sudah dihapuskan.
    China juga pernah membuat hukum satu anak bagi keluarga2, ditambah dengan budaya mementingkan anak lelaki akhirnya membuat berbagai masalah sosial.
    Disana juga pernah dicoba sistim komunitas, kerja bersama makan bersama dan berbagai percobaan hukum lainnya yg tidak berdasar ajaran agama apapun.

    Sekarang China hidup dalam situasi Kapitalisme.
    Kapitalisme tanpa agama.
    Maka jangan heran kalau masyarakat China kemudian menuhankan: Uang !

    Koruptor bisa dihukum mati, ini adalah bukti bahwa uang lebih berharga dari nyawa manusia.
    Di Barat tidak ada satupun koruptor atau pencuri harta yg dihukum mati, sebesar apapun curiannya.

    Lalu mengenai keturunan China di Indonesia...
    Anak2 keturunan China di Indonesia tidak lagi punya etos kerja seperti orang2 China generasi tua, terutama anak2 yg berasal dari keluarga2 kaya. (tentu tidak semua)
    Banyak anak2 ini sekarang sudah hidup enak atas kerja keras kakek atau ayahnya, hidup sedari kecil dilayani pembantu dan menikmati berbagai kemewahan, etos kerja keras dan hidup hemat tidak terlalu dipegang erat oleh generasi2 makmur, etos ini masih tetap dipakai oleh orang2 China yg berada dibawah garis ekonomi menengah, dikalangan ini jarang ada orang China yg badannya gemuk, sebaliknya dikalangan atas rata2 keturunan china itu gemuk2 sejak kecil, kecuali mereka yg hidup modern dan sadar akan kesehatan.

    Tentunya masih tetap ada keluarga2 China yg meneruskan tradisi hidup hemat dan kerja keras, banyak juga keluarga2 kaya yg tetap membanting tulang bekerja keras mengejar kekayaan yg lebih tinggi lagi, hal ini terutama karena didorong oleh sifat menuhankan Uang di masyarakat China.
    Last edited by AsLan; 22-04-2012 at 11:32 PM.

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •