happy apa ngga itu masalah sudut pandang aja.
ada orang yang berpenghasilan belasan juta tidak bahagia dan merasa itu kurang (asumsi tinggal di indonesia), sedangkan ada yang apabila bisa cukup makan hari itu aja udah bisa sangat berbahagia.
ada yang sakit perut sedikit seakan dunia ini runtuh, sedangkan di tempat lain orang tidak punya kaki dan tangan tapi masih tetap punya cita-cita yang besar dan begitu optimis menjalani hidup

kalau sedang tidak berbahagia, coba lihat kebawah, apakah kita mendramatisir sesuatu? sadari bahwa kita sudah sangat beruntung selama ini, akhirnya kita bersyukur dan merasa bahagia karenanya