Gaya berperang nusantara adalah gerilya dan sergap kilat. Penggunaan armor besi nan berat justru tidak sesuai. Apalagi dengan banyaknya sungai dan laut.

Bahkan armor bugis (yang kayaknya terpengaruh dengan gaya Arab?) pun juga jelas lebih ringan daripada armor samurai jepang dan tentara Tionggoan.