-
kan gw bilang juga begitu, Bund, di thread sebelah.
Bapak gw bawel banget soal pendidikan, setiap ha
ri hasil sekolah gw diperiksa, bukan nyari nilai nol,
lalu gw diomelin, tapi memeriksa, apakah ada indi
kasi guru gw salah memberi nilai.
Seingat gw, waktu kelas 2, 2 kali bapak gw datang
ke sekolah, karena ada latihan yang dapat 8, pada
hal menurut bapak gw harusnya 10 (benar semua),
hanya karena penggunakan kata "bukan sudut" dan
"tidaksudut".... gw memakai kata "bukan sudut", di
salahkan, karena di daerah gw, lebih familiar menggu
nakan kata "tidak sudut".
sewaktu kelas 4, bapak datang ke sekolah 1 kali, ka
rena mendapati baju gw bagian pundak kotor, dikira
nya gw berantem atau di bully, padahal namanya a
nak-anak, senang bercanda, kadang ada yang jatuh.
walhasil guru-guru diminta bapak gw untuk lebih mem
perhatikan bagaimana perilaku siswa saat bersenda
gurau
---------- Post added at 04:53 PM ---------- Previous post was at 04:39 PM ----------
Satu lagi Bund, lingkungan bermain si anak, saat
ia tumbuh dari anak hingga remaja, itu sangat pen
ting.
Di kompleks tempat gw besar, ada 324 rumah, dan
anak-anak yang sebaya gw +/-4tahun ada lebih ku
rang 24 anak dari 9 keluarga, rumah gw dan 8 ru
mah yang melingkarinya. Kalau gw data, sedikitnya
16 orang kuliah di PTN favorit di Jakarta dan Ban
dung, serta 8 lainnya kuliah di PTS favorit, juga di
Jakarta dan Bandung.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules