Quote Originally Posted by Yuki View Post
belanja apaan di sana?

baju? Saya jarang beli baju
jam tangan? Mendingan beli di negeri sendiri
ponsel/tablet? Ngapain nanti settingannya bahasa di sono, lol, bukan masalah besar ini mah
Mak ku udah sempat pengen beli emas arab buat kenang2an katanya. Padahal di arab nggak ada tambang emas.

Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
Hard Evidence nya ya Al Quran.... done..

pilgrimage nya ya Arafah, Mina dan Jabal Rahmah

Ngapain iri, kebudayaan lain punya hard evidence
yang berbeda.... ngga harus sama toh standar nya

Kok sampe dimari topiknya ya? Awalnya saya mau bilang supaya kita bisa belajar dari peninggalan masa lalu dan itu bisa lewat cara apa saja, saling komplemen. Tapi ya sudahlah timbang pusing

Nah soal yang thecursed bilang, pengkultusan itu jadi balik ke orangnya. Di Indonesia aja kuburan entah siapa dikultuskan.

Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
[MENTION=200]TheCursed[/MENTION] :

jadi ibadah haji atau umrah itu mengalami pergeseran makna yak?

dari ritual suci menjadi semacam wisata religi gitu?


btw
kenapa tdk ada ulama berpengaruh yng berani keluarin fatwa (baca ijtihad)
spt misal, haji itu dapat dilaksanakan kapan saja (baca sepanjang tahun)
sehingga hal2 semacam berikut dapat diminimalisir

- perluasan masjidil haram tiada henti
- batasan quota jamaah
- living cost reduction
Yang bisa sepanjang tahun ya umrah om. Perluasan sebetulnya ndak apa asalkan ndak jadi mewah, ndak menambah franchise2 di sekitarnya, dan mestinya tetap bisa mereservasi peninggalan masa lalu lah. COntohnya udah banyak di eropa bagaimana bangunan2 tua bisa berdiri harmonis dgn bangunan modern. Dasarnya pengen lupa sejarah aja kali.