Quote Originally Posted by XimenQing View Post
misalkan saya meyakini kalo TUHAN YME itu ada tapi saya percaya dia ngga sehebat yang digembar-gemborkan kitab suci dan para nabi, karena itu saya merasa ngga terlalu penting untuk menyembah dia , maka disebut apakah saya ini?

mohon petunjuknya sodara-sodara....
Saya pikir orang seperti anda, Keremus dan beberapa yg ada disini justru adalah orang2 yg lebih dekat pada kebenaran.

Tahukah anda bahwa banyak orang yg mengaku beragama, mengaku benar, mengaku mengenal Tuhan justru terjebak dalam ritual2 yang absurd dan melakukan tindakan2 yang jauh dari kebenaran.

Kebanyakan orang menjadi beragama bukan karena pemikiran yang mendalam, pencarian apa yg benar dan apa yg salah...
Rata2 orang menjadi beragama itu karena ikut orang tuanya, ikut masyarakat lingkungannya.

Jadi prosesnya begini:

Karena saya beragama ini, maka menurut saya agama ini benar.

Jarang ada orang yg memiliki proses berikut ini:

Karena agama ini benar, maka saya beragama ini.

Itu sebabnya Filsafat sering ditakuti oleh pemimpin2 agama, karena Fisafat mengajak orang berpikir, mengajak orang mencari kebenaran.

Agama yg jauh dari kebenaran, yang hanya dibenar2kan saja oleh pengikutnya, akan sangat goyah saat berhadapan dengan filsafat.


Sayangnya mencari kebenaran itu tidak mudah, kalaupun seseorang sudah mulai bisa melihat kebenaran pun masih tetap tidak mudah untuk mengambil langkah mengikuti kebenaran.

Bagaimana orang berani mempertanyakan sesuatu apabila ia diancam siksaan2 yang luar biasa dari sosok "tuhan" yg sangat mengerikan ?

Bagi kalian yg telah berani mempertanyakan kebenaran, saya salut.
Tapi masalah berikutnya, mampukah kalian menemukan kebenaran itu dan beranikah kalian mengikuti kebenaran itu saat kalian menemukannya ?