Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast
Results 21 to 40 of 70

Thread: Anda Seorang Agnostik !

  1. #21
    coba-coba
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    desa konoha
    Posts
    6
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kebalik, kita ini seperti Tuhan karena kita diciptakan menurut "blue print" nya Tuhan.
    Tapi dengan perbedaan kualitas.

    Itu sebabnya kita punya rasa keadilan, kita punya rasa Moral, kita punya kesadaran Hukum, kita punya hati nurani, kita punya cinta kasih dll Semua karena kita mewarisi sifat2 "orang tua" yg asli yaitu Tuhan. Tidak mungkin semua itu terjadi dari evolusi.

    bisa jadi tuhan itu impian kita ttg wujud kesempurnaan, dan sifat2nya adalah sifat2 yg diketahui manusia, tapi ditambah kata 'maha', dan dijadikan panutan. seperti seseorg yg menciptakan karakter superhero dan superhero tsb dijadikan idola org banyak.

    dan semua bisa terjadi dari evolusi, melalui pembelajaran dan warisan genetik. moralitas jaman dulu tentu ngga sekompleks jaman sekarang, dan perkembangannya butuh waktu lama
    Last edited by naburo; 29-04-2011 at 12:56 AM.

  2. #22
    misalkan saya meyakini kalo TUHAN YME itu ada tapi saya percaya dia ngga sehebat yang digembar-gemborkan kitab suci dan para nabi, karena itu saya merasa ngga terlalu penting untuk menyembah dia , maka disebut apakah saya ini?

    mohon petunjuknya sodara-sodara....
    koleksi puisi ada disini juga jualan Die cast disini

  3. #23
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    hebat? hebatan mana sama raden gatutkoco?

  4. #24
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by XimenQing View Post
    misalkan saya meyakini kalo TUHAN YME itu ada tapi saya percaya dia ngga sehebat yang digembar-gemborkan kitab suci dan para nabi, karena itu saya merasa ngga terlalu penting untuk menyembah dia , maka disebut apakah saya ini?

    mohon petunjuknya sodara-sodara....
    Saya pikir orang seperti anda, Keremus dan beberapa yg ada disini justru adalah orang2 yg lebih dekat pada kebenaran.

    Tahukah anda bahwa banyak orang yg mengaku beragama, mengaku benar, mengaku mengenal Tuhan justru terjebak dalam ritual2 yang absurd dan melakukan tindakan2 yang jauh dari kebenaran.

    Kebanyakan orang menjadi beragama bukan karena pemikiran yang mendalam, pencarian apa yg benar dan apa yg salah...
    Rata2 orang menjadi beragama itu karena ikut orang tuanya, ikut masyarakat lingkungannya.

    Jadi prosesnya begini:

    Karena saya beragama ini, maka menurut saya agama ini benar.

    Jarang ada orang yg memiliki proses berikut ini:

    Karena agama ini benar, maka saya beragama ini.

    Itu sebabnya Filsafat sering ditakuti oleh pemimpin2 agama, karena Fisafat mengajak orang berpikir, mengajak orang mencari kebenaran.

    Agama yg jauh dari kebenaran, yang hanya dibenar2kan saja oleh pengikutnya, akan sangat goyah saat berhadapan dengan filsafat.


    Sayangnya mencari kebenaran itu tidak mudah, kalaupun seseorang sudah mulai bisa melihat kebenaran pun masih tetap tidak mudah untuk mengambil langkah mengikuti kebenaran.

    Bagaimana orang berani mempertanyakan sesuatu apabila ia diancam siksaan2 yang luar biasa dari sosok "tuhan" yg sangat mengerikan ?

    Bagi kalian yg telah berani mempertanyakan kebenaran, saya salut.
    Tapi masalah berikutnya, mampukah kalian menemukan kebenaran itu dan beranikah kalian mengikuti kebenaran itu saat kalian menemukannya ?

  5. #25
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Mau dong kuis-nya

    Saya sih jarang mempertanyakan kebenaran... konsepnya kelewat tinggi...
    Saya cuma kadang-kadang aja bertanya,
    • does it work?
    • What does it bring?
    • are there any better alternatives?

    terus saya pilih jawaban yang pada saat itu terasa paling masuk akal dan membawa manfaat. Di kala lain jawabannya bisa berubah...

    Kalau kata orang kebenaran itu tidak bisa dicerna akal sehat... ya, makanya saya bilang saya nggak bertanya soal kebenaran.

    OOT ya?

    Cuma mau minta kuisnya...
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  6. #26
    iyah Mbah Rumus, minta dong link kuisnya. soalnya akhir2 ini saya sering bawel nanya2 ttg agama, juga lebih sering skpetis
    you can also find me here

  7. #27
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    ^ welcome to the club

    <clingak>
    <clinguk>
    bawel kan gak dilarang agama kan ya?
    <clingak>
    <clinguk>
    "Mille millions de mille milliards de mille sabords!"

  8. #28
    ^ sy baru-baru ini baca "Desperately Seeking Paradise"-nya Ziauddin Sardar. buku ttg pencarian iman juga. Yang menarik, dia start keimanannya dr sikap skeptris yang besar banget. dia hampir memasuki semua aliran keagamaan dalam agamanya (Islam), mulai dr jamaah tabligh, sufi, syiah, pluralisme, dll. Dan dg bekal sikap skeptis itulah, akhirnya dia bisa memilih, (aliran) agama mana yg bisa dia pilih.

    sayangnya, dia perlu waktu puluhan tahun utk sampai ketitik "final" (sampai skrg dia katanya masih "mencari"). Tapi kan saya pengen yg instan
    you can also find me here

  9. #29
    pelanggan tetap nagita's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Awang-awang.
    Posts
    503
    Met kenal semua....
    Aku mantan theis, atheis, agnostic... dan sekarang Half Catolic & Free Thinker. Bingung kan? Punya paham dan keyakinan sendiri. hmm...
    Aku, hanyalah budak kata-kata.

  10. #30
    Quote Originally Posted by keremus View Post
    Suatu hari saya iseng-iseng mengisi kuis untuk mengetahui kecenderungan
    keberagamaan saya. Terlepas dari validitas ataupun metodologi kuis ter -
    sebut, ia memerikan hasil : Anda Seorang Agnostik.


    Sebenarnya jika hendak mendefinisikan diri sendiri, saya merasa lebih sebagai
    pemikir bebas yang beragama Islam Dulu, pernah pula saya mengisi
    kuis yang modelnya kurang lebih sama dan menyimpulkan saya seorang yang
    liberal.


    Kembali ke saya yang katanya agnostik. Tapi pikir-pikir, mungkin me-
    mang saya agnostik. Dan, berdosakah seseorang itu agnostik atau liberal ?


    Saya mengutip uraian soal agnotisme. dari wikipedia :


    Agnostisisme adalah suatu pandangan filosofis bahwa suatu nilai
    kebenaran dari suatu klaim tertentu yang umumnya berkaitan dengan teologi, metafisika, keberadaan
    Tuhan, dewa, dan lainnya yang tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang terbatas.



    Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui secara definitif
    pengetahuan tentang "Yang-Mutlak
    "; atau , dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara
    subyektif dimungkinkan, namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapat diverifikasi.


    Dalam kedua hal ini maka agnostikisme mengandung unsur skeptisisme.
    Agnostisisme berasal dari perkataan Yunani gnostein (tahu) dan a (tidak).
    Arti harfiahnya "seseorang yang tidak mengetahui".

    Agnostisisme tidak sinonim dengan ateisme.



    Tapi meski mungkin berbakat agnostik, saya memeluk satu agama'
    secara formal -tentu saja dengan pemahaman subyektif saya mengenainya.


    Memangnya seorang agnostik harusnya tidak menganut agama formal ?

    Tidak, bukan ?



    Met Kenal
    Gua juga sebenarnya seorang Agnostik Bro (walaupun dalam KTP beragama),
    tapi seperti kata bro aslan aku lebih suka disebut FILOSOFIS ketimbang dibilang agnostik , karena konotasinya berbeda.
    makanya kaum beragama pada gak suka debat ama gua di forum (biasanya senjata pemungkas terakhir mereka adalah mentok pada kata "PERCAYA SAJA" ato yang ekstrim lagi bahasa kebun binatang yang kluar).
    yang rada alot itu kalo debat ama atheis, soalnya atheis tu butuh bukti dan bukan debat,,,,,,..

    tapi sekarang rada malas gua debat, ngabisin tenaga dan waktu doank. kaga ada manfaatnya,

    Peace untuk smua......

    ---------- Post added at 03:27 PM ---------- Previous post was at 03:20 PM ----------

    Quote Originally Posted by BePe View Post
    kalo mo belajar jadi orang agnostik kemana ya gan
    biasanya ane ngerasa ga peduli ama keberadaan tuhan yang penting berusaha berbuat baik pada semua.
    tapi kadang kalo liat kecelakaan, liat orang mati, kadang ane jadi takut gan, takut neraka
    jadi pengin beribadah yang rajin, mungkin karena sudah terdoktrin dari kecil juga kali ya gan,

    Kita saling belajar aja bro,...sesama Pencari kebenaran
    sharing pengetahuan,
    kalo mau ada yang dtanya email ajah, siapa tau bisa membantu (tapi tidak menjamin bisa menjawab,pengetahuan saya juga masih terbatas).
    ato bisa sharing di forum ini, pasti banyak teman2 yang mau membantu...

    ok deh

  11. #31
    weeh
    selamat datang n bergabung diKM kop Pencari Kebenaran
    disini pelanggan dng latar belakang apapun diperlakukan sama
    debat, diskusi, dialog menjurus panas boleh2 saja
    tapi menghujat, mencaci menyerang diri pribadi
    mohon maaf, akan kami kontrol dng ketat.

    so, feel free aja
    silakan join dilapak yng anda minati


    salam
    Last edited by pasingsingan; 30-12-2011 at 11:21 AM.
    mbregegeg ugeg-ugeg hemel-hemel sak dulito

  12. #32
    pelanggan tetap
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    1,352
    Quote Originally Posted by XimenQing View Post
    misalkan saya meyakini kalo TUHAN YME itu ada tapi saya percaya dia ngga sehebat yang digembar-gemborkan kitab suci dan para nabi, karena itu saya merasa ngga terlalu penting untuk menyembah dia , maka disebut apakah saya ini?

    mohon petunjuknya sodara-sodara....
    ah, buat apa pusing tentang sebutan sih ?
    yang penting kualitas hidup ente gimana ?
    hidup tenang gak ? rejeki berlimpah gak ? hubungan ente dengan lingkunganbaik gak ? banyakan mana musuh sama temen ?

    kalo soal tuhan, setiap manusia udah disetting pasti akan mencari tuhan
    udah diberi akal yang akan bertanya2
    cepat atau lambat ente juga akan tau tuhan
    gak usah peduli proses, gak harus lewat agama (tapi kalo pake agama lebih gampang)

    jadi, enjoy aja

  13. #33
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    setuju pak'eee...
    Kayak selebriti aje mikirin sebutan..

  14. #34
    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    weeh
    selamat datang n bergabung diKM kop Pencari Kebenaran
    disini pelanggan dng latar belakang apapun diperlakukan sama
    debat, diskusi, dialog menjurus panas boleh2 saja
    tapi menghujat, mencaci menyerang diri pribadi
    mohon maaf, akan kami kontrol dng ketat.

    so, feel free aja
    silakan join dilapak yng anda minati


    salam

    slam kenal mas admin,
    thanks sudah diterima di forum..

    wah, kalo saya kayanya jarang tuh menyerang secara personal, apalagi kalo menghujat/mencaci/dan sjenisnya.
    saya lebih suka debat untuk menambah wawasan aja dan berbagi ilmu saja bro..

    hanya saja kalo di beberapa furum yang aneh2 (diluar), yang sering saya terima adalah caci dan maki, entah knapa saya juga kurang mengerti. padahal saya selalu berusaha sopan dan menghargai dalam menanggapi pendapat orang lain.
    kalo diforum ini kayaknya aman deh....


    peace semua

    oh ya met tahun baru 2012 untuk semua....



  15. #35
    Kalau saya, saya percaya akan adanya "Higher Being" yang mengatur seluruh dunia ini..

    Tapi saya give a hell sama ajaran agama yang aneh2
    Pokoknya yg penting, berbuat baik untuk sesama, jangan merugikan orang lain..

    Dan ga usah memohon2 pada Higher Being tersebut, kalau memang sesuatu terjadi ya terjadila, entah krn usaha, kondisi, maupun keajaiban...

    Soal kemana setelah mati?
    sama sekali ga dipikirin...
    Yang penting selama hidup saya membawa kebaikan untuk sesama..
    Last edited by EndlessDeath; 02-01-2012 at 11:03 PM.

  16. #36
    Quote Originally Posted by keremus View Post
    Memangnya seorang agnostik harusnya tidak menganut agama formal ?

    Tidak, bukan ?
    Ada agama yang mampu mengakomodir agnotisisme, yaitu agama Buddha. Kalo agama Abrahamik, tidak bisa. Jika anda Muslim atau Kristen, anda WAJIB hukumnya menjadi theist. Jika anda agnostik, otomatis anda murtad.



    ---------- Post added at 09:06 PM ---------- Previous post was at 09:05 PM ----------

    Quote Originally Posted by nagita View Post
    Met kenal semua....
    Aku mantan theis, atheis, agnostic... dan sekarang Half Catolic & Free Thinker. Bingung kan? Punya paham dan keyakinan sendiri. hmm...
    Kalau begitu, tidak bisa lagi disebut Katolik, juga tidak bisa disebut freethinker. Harus ada nama baru untuk ideologi campuran semacam itu.

    ---------- Post added at 09:09 PM ---------- Previous post was at 09:06 PM ----------

    Quote Originally Posted by pasingsingan View Post
    disini pelanggan dng latar belakang apapun diperlakukan sama.
    Itulah sesungguhnya yang saya harapkan di dunia nyata. EQUALITY! Kenapa justru bisa saya dapat di dunia maya?

  17. #37
    setahu saya sih, agnostik dan teis itu bukan perbandingan apple to apple. mungkin tautan artikel ini bisa lebih membantu

    http://freethinker.co.uk/2009/09/25/8419/

  18. #38
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Kayaknya topik ini dari dulu selalu menarik ya...

    Oke saya coba ambil sisi lain aja: Mana yang lebih dulu muncul antara "percaya" dengan "tahu"?

    Saya coba berikan contoh ilustrasi sederhana aja ndak usah bawa2 soal "Tuhan" dulu...

    Misalnya kita melihat seseorang tersandung batu lalu otomatis dia melongok kebawah dan dia menemukan sebuah batu. Dus artinya dia tahu sekaligus percaya bahkan "YAKIN" bahwa yang membuatnya tersandung itu adalah batu. (Saya sengaja memberi tanda kutip pada kata "yakin" karena saya ndak akan membahas soal itu).

    Persoalannya adalah...:

    Pada saat antara dia sadar dirinya tersandung lalu melongok kebawah sampai tepat sebelum dia menemukan/melihat batu itu, apa yang ada di benak orang tsb? (Jangan dijawab benak orang tsb kosong alias linglung ya... )

    Jika (yang ada di benak orang tsb adalah) batu, bisakah disebut pada saat itu orang tsb tahu? Atau itu bukan tahu tapi percaya? Atau malah dua2nya (tahu sekaligus percaya)? (Kalau dijawab itu bukan dua2nya ya sudah, berarti diskusinya mentok.)

    Dan kita sama2 tahu (lha wong kita lihat sendiri kok) bahwa apa yang diketahui dan/atau dipercayai oleh orang tsb pada saat itu adalah BENAR.

    Bagaimana jika (yang ada di benak orang tsb adalah) besi? Apakah itu disebut percaya? Atau tahu? Atau dua2nya? (Ini juga kalau dijawab itu bukan dua2nya ya sudah, berarti diskusinya mentok hehe...)


    Terlepas dari, kita sama2 tahu bahwa, apa yang diketahui dan/atau dipercayai oleh orang tsb pada saat itu adalah SALAH.

    ***
    Oya sebagai pembanding aja, supaya balik ke topik, rentang waktu antara orang tsb tersandung sampai akhirnya dia tahu dan percaya bahwa yang membuat dia tersandung itu adalah batu kan hanya sepersekian detik. Sedangkan manusia (untuk) percaya dan/atau tahu Tuhan itu rentang waktunya lebih panjang (seumur hidup)... Terlepas dari apakah yang dipercaya dan/atau diketahuinya itu benar atau salah, atau dengan kata lain, terlepas dari apakah Tuhan itu ada atau tidak ada.

    Monggo di-pikir2 dulu sambil nyruput kopi...
    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

  19. #39
    pelanggan tetap purba's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    1,672
    @234

    Kalau seseorang tersandung sesuatu kemudian di benaknya muncul batu, ane kira itu bukan percaya, tapi dugaan. Demikian juga dgn orang yg merasa alam ini teratur kemudian di benaknya muncul tuhan, itu juga dugaan.

    Kalau percaya lebih ke pernyataan, persisnya menerima suatu pernyataan tanpa perlu pembuktian karena biasanya pelontar pernyataan tsb sudah diketahui kualitasnya. Misalnya si Mamat mengatakan sandungan di gang haji Juki adalah batu. Karena ane tahu si Mamat orangnya jujur, ane menerima omongan si Mamat tsb tanpa perlu ke gang haji Juki utk membuktikannya. Itu namanya percaya.

    Jika ane ke gang haji Juki dan melihat sendiri bahwa sandungan itu adalah batu, itu namanya tahu.


  20. #40
    pelanggan tetap 234's Avatar
    Join Date
    Jun 2012
    Posts
    737
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Kalau seseorang tersandung sesuatu kemudian di benaknya muncul batu, ane kira itu bukan percaya, tapi dugaan.
    Saya sepakati. Dan saya pun sudah punya "dugaan" (adanya kemungkinan) akan munculnya jawaban seperti ini shg pada posting sebelumnya saya sisipkan kalimat "kalau dijawab itu bukan dua2nya ya sudah, berarti diskusinya mentok..."

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Demikian juga dgn orang yg merasa alam ini teratur kemudian di benaknya muncul tuhan, itu juga dugaan.
    Bagaimana kalau kalimat itu saya lengkapi dengan "..., sehingga (berdasarkan dugaanya tsb) orang itu percaya bahwa Tuhan itu ada." Valid kan? (Terlepas apa yang dia duga dan/atau percaya itu bernilai benar atau salah).

    Anyway, saya bisa memahami cara sudut pandang anda sebagai orang yang (mengaku) atheist bahwa hal itu sebagai dugaan (asumsi, hipotesa, teori,...something like that). Sebaliknya, saya juga memahami cara sudut pandang theist yang menilai hal itu adalah ke-percaya-an.

    Dan kalau kedua cara pandang itu dibenturkan, tanpa saling memahami cara pandang yang lain, menurut saya ya ndak bakal ketemu. Mentok.

    Kembali ke soal "pecaya" vs "tahu"...

    Quote Originally Posted by purba View Post
    Kalau percaya lebih ke pernyataan, persisnya menerima suatu pernyataan tanpa perlu pembuktian karena biasanya pelontar pernyataan tsb sudah diketahui kualitasnya. Misalnya si Mamat mengatakan sandungan di gang haji Juki adalah batu. Karena ane tahu si Mamat orangnya jujur, ane menerima omongan si Mamat tsb tanpa perlu ke gang haji Juki utk membuktikannya. Itu namanya percaya.
    Saya, ini juga misalnya, TIDAK percaya dengan Mamat. Saya percaya dengan apa yang ada di benak saya bahwa yang disebut gang itu adalah jalan umum (untuk warga), sehingga yang muncul di benak saya adalah semen/beton yang sering disebut "polisi tidur". Saya, mungkin, percaya Mamat kalau maksudnya itu sandungan di jalan setapak menuju rumah haji Juki.

    Disini point saya sekedar menambahkan bahwa untuk percaya atau tidak percaya thd sesuatu itu bisa muncul dari beberapa faktor, bukan se-mata2 pada sumber asal dari pernyataan itu.
    Quote Originally Posted by purba View Post
    Jika ane ke gang haji Juki dan melihat sendiri bahwa sandungan itu adalah batu, itu namanya tahu.
    Oops..., kalau begitu berarti saya salah. Meskipun saya belum tahu, sekarang saya percaya bahwa itu adalah batu. Mungkin lain kali saya perlu jalan2 lewat gang haji Juki supaya tahu.

    ***

    Kembali lagi ke soal agnostik...

    Dari penuturan bang Purba diatas, CMIIW, anda sudah menjawab inti pertanyaan saya yaitu "mana yang lebih dulu muncul antara percaya dengan tahu". Purba, secara implisit, menjawab bahwa "percaya" muncul lebih dulu sebelum muncul "tahu".

    Saya SETUJU dengan jawaban tsb, dan ini sudah cukup untuk membantah argumen berikut:

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    tapi pertanyaannya... di kasus yang terutamanya di agama yang menganut monotheisme, dan jika kemonotheisme-annya itu adalah persyaratan utama keanggotaan agama tersebut, maka apakah seseorang yang agnostik masi bisa disebut menganut agama itu?
    Quote Originally Posted by ishaputra View Post
    Ada agama yang mampu mengakomodir agnotisisme, yaitu agama Buddha. Kalo agama Abrahamik, tidak bisa. Jika anda Muslim atau Kristen, anda WAJIB hukumnya menjadi theist. Jika anda agnostik, otomatis anda murtad.

    Dan saya masih bisa melenggang dengan ke-agnostik-an saya meskipun saya seorang penganut agama Abrahamik, dalam hal ini Islam. Saya ndak perlu murtad.
    Gusti iku dumunung ing atine wong kang becik, mulo iku diarani Gusti... Bagusing Ati.

Page 2 of 4 FirstFirst 1234 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •