Page 1 of 3 123 LastLast
Results 1 to 20 of 70

Thread: Anda Seorang Agnostik !

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1

    Anda Seorang Agnostik !

    Suatu hari saya iseng-iseng mengisi kuis untuk mengetahui kecenderungan
    keberagamaan saya. Terlepas dari validitas ataupun metodologi kuis ter -
    sebut, ia memerikan hasil : Anda Seorang Agnostik.


    Sebenarnya jika hendak mendefinisikan diri sendiri, saya merasa lebih sebagai
    pemikir bebas yang beragama Islam Dulu, pernah pula saya mengisi
    kuis yang modelnya kurang lebih sama dan menyimpulkan saya seorang yang
    liberal.


    Kembali ke saya yang katanya agnostik. Tapi pikir-pikir, mungkin me-
    mang saya agnostik. Dan, berdosakah seseorang itu agnostik atau liberal ?


    Saya mengutip uraian soal agnotisme. dari wikipedia :


    Agnostisisme adalah suatu pandangan filosofis bahwa suatu nilai
    kebenaran dari suatu klaim tertentu yang umumnya berkaitan dengan teologi, metafisika, keberadaan
    Tuhan, dewa, dan lainnya yang tidak dapat diketahui dengan akal pikiran manusia yang terbatas.



    Seorang agnostik mengatakan bahwa adalah tidak mungkin untuk dapat mengetahui secara definitif
    pengetahuan tentang "Yang-Mutlak
    "; atau , dapat dikatakan juga, bahwa walaupun perasaan secara
    subyektif dimungkinkan, namun secara obyektif pada dasarnya mereka tidak memiliki informasi yang dapat diverifikasi.


    Dalam kedua hal ini maka agnostikisme mengandung unsur skeptisisme.
    Agnostisisme berasal dari perkataan Yunani gnostein (tahu) dan a (tidak).
    Arti harfiahnya "seseorang yang tidak mengetahui".

    Agnostisisme tidak sinonim dengan ateisme.



    Tapi meski mungkin berbakat agnostik, saya memeluk satu agama'
    secara formal -tentu saja dengan pemahaman subyektif saya mengenainya.


    Memangnya seorang agnostik harusnya tidak menganut agama formal ?

    Tidak, bukan ?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  2. #2
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    kupikir tidak.

    tapi pertanyaannya... di kasus yang terutamanya di agama yang menganut monotheisme, dan jika kemonotheisme-annya itu adalah persyaratan utama keanggotaan agama tersebut, maka apakah seseorang yang agnostik masi bisa disebut menganut agama itu?

  3. #3
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    apa agnostik itu selalu mempertanyakan kemonotheistikan agama? Selama prinsipnya ga menyimpang dari akidah ya tetep menganut lah. Makanya agnostik itu cuman julukan hanya karena orang tsb toleran thd AJARAN agama lain.

  4. #4
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    yang dipertanyakan agnostik itu keberadaan tuhannya... sedangkan agama2 monoteistik kan biasa mensyaratkan untuk mempercayai keberadaan tuhan. bole dikatakan itu persyaratan utama. tapi jika persyaratan utama itu juga tidak dipenuhi, apakah dia masi penganut agama itu?

    kupikir pertanyaannya, apa yang mengkualifikasikan seseorang beragama A ato tidak. apakah kepercayaan ketuhanannya itu, ato berdasarkan perilakunya ato gaya hidupnya?

  5. #5
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    kupikir pertanyaannya, apa yang mengkualifikasikan seseorang beragama A ato tidak. apakah kepercayaan ketuhanannya itu, ato berdasarkan perilakunya ato gaya hidupnya?
    Kepercayaannya. Dan tingkat keimana tiap2 orang itu beda2. Ada yg hanya sampe dihati, sampe dimulut, ada yg sampe kesekujur tubuhnya termasuk berprilaku dan berpikir.

  6. #6
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Yah, kalo orang mempertanyakan/meragukan keberadaan tuhannya sendiri, ya bukan agnostik lah.. itu namanya atheis. Seorang yg agnostik bisa saja meyakini ttg keberadaan tuhannya, tapi karena agnostik is a philosopher, maka ada dipertanyakan lebih jauh ttg konsep ttg tuhannya itu. Artinya apakah tuhan itu berjanggut, ato perempuan bawa bayi, ato tukang marah2 ngecap dosa, tetep wajar apabila dipertanyakan. Biasanya agnostik kalo ditanya, kamu percaya tuhan? Pasti percaya, hanya bentuk dari tuhannya tsb tetep dipertanyakan. Biasanya agnostik jawab, I believe that there must be a creator somewhere, somehow..

  7. #7
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    kalo pengertian saya mengenai agnostik tidak demikian. kupikir agnostik tidak bisa mengkonfirmasi ada ato tidaknya tuhan. sedangkan agama monotheistik kan mutlak harus percaya adanya tuhan. tapi kalo agnostik percayanya keberadaan tuhan tidak bisa diketahui / dipastikan, nah gimana donk.

  8. #8
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Yah sapa juga yg bisa konfirmasi keberadaan tuhan. Wong tuhannya sendiri ga keliatan. Yg ada kan PERCAYA akan keberadaan tuhan, bukan TAHU keberadaan tuhan. Kecuali sok tau..

  9. #9
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    nah Agnostik itu gak percaya Tuhan itu ada, juga gak percaya Tuhan itu gak ada, mereka kekeuh mengatakan bahwa mereka gak tau.
    Beda dengan orang Atheis yg yakin atau percaya tuhan tidak ada.

  10. #10
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Ya mungkin ada karena ada lagi term Atheistic Agnostic dan Theistic agnostic. Tapi percaya ndak percaya toh? Bukan tahuuu...

  11. #11
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    bagaimana kalo mereka percaya 'tuhan itu tidak bisa diketahui'?

  12. #12
    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    bagaimana kalo mereka percaya 'tuhan itu tidak bisa diketahui'?
    Menurut saya sih, Tuhan memang tidak bisa diketahui.
    Tuhan dirasakan secara instingtif, bagi yang beriman
    Kitab suci hanya membantu menyederhanakan Tuhan buat manusia

    Makanya dalam kitab-kitab agama samawi, Tuhan kadang-kadang
    terasa anthromorphis : Ia bisa marah, Tidak Suka, Senang, Murka, Menghukum.

    Ia seperti kita, bukan?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  13. #13
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Percaya itu tidak harus tahu.
    Misalnya saya bilang pada ndugu bahwa saya ini laki2, lalu ndugu percaya.

    Kita lihat petunjuk arah di jalan tol "Bogor 60km" kita percaya padahal kita tidak pernah mengukur dengan meteran jarak dari situ ke bogor.
    Kita makan sesuatu kita percaya makanan itu tidak beracun padahal kita tidak pernah meneliti dilaboratorium.

    Rata2 hampir seluruh hidup kita mengambil keputusan2 atas dasar percaya, bukan atas dasar tahu.

  14. #14
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kebalik, kita ini seperti Tuhan karena kita diciptakan menurut "blue print" nya Tuhan.
    Tapi dengan perbedaan kualitas.

    Itu sebabnya kita punya rasa keadilan, kita punya rasa Moral, kita punya kesadaran Hukum, kita punya hati nurani, kita punya cinta kasih dll Semua karena kita mewarisi sifat2 "orang tua" yg asli yaitu Tuhan. Tidak mungkin semua itu terjadi dari evolusi.

  15. #15
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kebalik, kita ini seperti Tuhan karena kita diciptakan menurut "blue print" nya Tuhan.
    Tapi dengan perbedaan kualitas.

    Itu sebabnya kita punya rasa keadilan, kita punya rasa Moral, kita punya kesadaran Hukum, kita punya hati nurani, kita punya cinta kasih dll Semua karena kita mewarisi sifat2 "orang tua" yg asli yaitu Tuhan. Tidak mungkin semua itu terjadi dari evolusi.
    Apa bedanya kita seperti Dia dan Dia seperti kita ?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  16. #16
    coba-coba
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    desa konoha
    Posts
    6
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Kebalik, kita ini seperti Tuhan karena kita diciptakan menurut "blue print" nya Tuhan.
    Tapi dengan perbedaan kualitas.

    Itu sebabnya kita punya rasa keadilan, kita punya rasa Moral, kita punya kesadaran Hukum, kita punya hati nurani, kita punya cinta kasih dll Semua karena kita mewarisi sifat2 "orang tua" yg asli yaitu Tuhan. Tidak mungkin semua itu terjadi dari evolusi.

    bisa jadi tuhan itu impian kita ttg wujud kesempurnaan, dan sifat2nya adalah sifat2 yg diketahui manusia, tapi ditambah kata 'maha', dan dijadikan panutan. seperti seseorg yg menciptakan karakter superhero dan superhero tsb dijadikan idola org banyak.

    dan semua bisa terjadi dari evolusi, melalui pembelajaran dan warisan genetik. moralitas jaman dulu tentu ngga sekompleks jaman sekarang, dan perkembangannya butuh waktu lama
    Last edited by naburo; 29-04-2011 at 12:56 AM.

  17. #17
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Untuk membedakan mana yg duluan mana yg belakangan, mana yg jadi asal muasal.

    Back to topic.

    Seorang Agnostic bisa tanya kepada orang beragama, kamu gak tahu Tuhan itu ada atau tidak, mengapa kamu percaya Tuhan itu ada ?

    Seorang Agnostic juga bisa tanya pada orang Atheis, kamu gak tahu Tuhan itu ada atau tidak, mengapa kamu percaya Tuhan itu tidak ada ?

  18. #18
    Chief Cook ndableg's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    5,910
    Karena percaya tidak sama dengan tahu.
    Orang tahu bisa jadi percaya atau tidak percaya, tapi orang percaya belum tentu tahu... rasanya aja sepertinya tahu..

  19. #19
    pelanggan BePe's Avatar
    Join Date
    Mar 2011
    Posts
    108
    kalo mo belajar jadi orang agnostik kemana ya gan
    biasanya ane ngerasa ga peduli ama keberadaan tuhan yang penting berusaha berbuat baik pada semua.
    tapi kadang kalo liat kecelakaan, liat orang mati, kadang ane jadi takut gan, takut neraka
    jadi pengin beribadah yang rajin, mungkin karena sudah terdoktrin dari kecil juga kali ya gan,

  20. #20
    Karena pendapat pribadi sah, saya mau centil beranekdot:
    Kalau ditanya apakah tuhan ada,
    Para percaya akan menjawab ada;
    Para ateis akan menjawab tidak ada;
    Para agnostik akan menjawab tidak tahu (atau diam, atau membatasi jawaban sesuai data yang ia kumpulkan);
    Para gnostik akan menjawab: keberadaan tuhan tidak penting;
    Para utilitarian akan menjawab: Keberadaan tuhan tidak penting, yang penting ia berguna.

Page 1 of 3 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •