@Aslan: dlm politik mana bisa lu bgt. tarolah FB jujur n pinter, tp dia ga bs handle tim kerjanya. jd apa DKI kalo gt?
@Aslan: dlm politik mana bisa lu bgt. tarolah FB jujur n pinter, tp dia ga bs handle tim kerjanya. jd apa DKI kalo gt?
mungkin aja gitu, tapi chancenya jauh lebih kecil daripada kalau kita menganggap mayoritas politikus indonesia yg berada dipihak yg jahat, kan udah terbukti sepak terjang anggota2 DPR kayak apa.
---------- Post added at 06:45 AM ---------- Previous post was at 06:44 AM ----------
secara teori memang sulit, tapi siapa tau yg bersangkutan bisa menarik orang2 berkualitas sama lalu muncul sebagai kelompok penyeimbang.
FB t'bukti orangnya gampang ngambek, liat saat dia ga dpt apa2 di PAN, lsg out n m'jelek2an org yg m'besarkannya
---------- Post added at 07:55 AM ---------- Previous post was at 07:52 AM ----------
memang orang jakarta mau dipimpin sm org yg gampang marah n gede ambek kyk gt? DKI bakal porak poranda dlm hitungan hari
Wow. Ternyata sudah seperti ini.
Teruskan. Jujur saja aku juga lagi menimbang2 kok.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
Tadi debat cagub DKI di TVOne terlihat yg menguasai materi debat adalah Foke dan Faisal Basri. Sementara yg lain seperti tergopoh2 menjawab pertanyaan para panelis. Mungkin hal biasa bagi Faisal Basri dlm berdebat mengingat dia seorang akademisi. Melihat konseptualitas dari Faisal Basri, sepertinya dia layak menjadi gubernur DKI, tetapi teknikalitasnya masih dipertanyakan. Mungkin Faisal Basri perlu dipasangkan dgn pensiunan jenderal yg disegani, bukan dgn anaknya Benyamin. DKI membutuhkan gubernur yg smart dan punya power.
![]()
Mungkin karena Pak Biem punya stasiun radio?
Eh, frekuensinya berapa FM sih?
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
Dulu tahun 2002 pernah terlibat semacam workshop soal ekonomi Indonesia, saya duduk satu meja sama FB dengan dua orang lain.
Beliau sih pinter, banyak hal yang diramalkannya waktu itu sekarang sudah terbukti bener, beberapa prediksi politisnya yang waktu itu diragukan oleh teman-teman lain juga terbukti bener... tapi jujur saya nggak betah duduk bareng beliau. Mungkin gara-gara saya sama dia sama-sama keras kepala dan mau menang sendiri ya?Tipikal orang cerdas yang kemampuan interpersonalnya nggak asyik...
... entah dengan politik, tapi saya tidak akan mau punya manajer seperti dia. Konsultan mungkin, tapi manajer, no.
"Mille millions de mille milliards de mille sabords!"
Whoaaaa.. Grandpa Alip.
Makasih.
Akhirnya, kesaksian dari orang yang pernah melihatnya langsung.
Tampaknya kau gak sendiri, Pur.
Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia juga berpendapat sama.
http://pilkada.kompas.com/berita/rea...Yang.Memuaskan
Aku sih gak heran.
Di antara para saingan Foke, Faisal Basri adalah satu-satunya yang benar-benar memperhatikan kebijakan-kebijakan pemerintah Jakarta. Jadi dia udah punya rencana mana yang akan dia teruskan, mana yang akan dia hentikan bila dia terpilih. Setidaknya itu yang kutangkap di wawancara dia di majalah U-Magazine beberapa bulan lalu.
Jokowi dan Ahok kan karena memang masih baru di Jakarta, mereka bergantung pada tim sukses mereka untuk akses data dan tampaknya kinerja tim sukses mereka tidak terlalu perduli untuk mengakses data. Lebih bersifat pada kampanye politik belaka.
Lomba peluk2an di Citos: 30 November 2013
Lomba dorong2an di Candra Naya (dkt Glodok): 8 Desember 2013
Justru menurut ane DKI butuh gubernur yg keras kepala dan tidak kompromistis. Mungkin itu dipenuhi oleh Faisal Basri dan Jokowi. Tapi itu saja tidak cukup, perlu juga smart dan punya power. Jakarta banyak memiliki "raja", mulai raja jalanan sampe raja kantoran.
![]()