Ya ada bedanya dong, Mbah Purb...
Orang-orang sebuah perusahaan dagang bekerja karena ada pertemuan kepentingan. Si pengusaha butuh barangnya laku, dan si salesperson butuh gaji dan bonusnya... keduanya klop dan bisa kerjasama. Dalam hal ini si pengusaha dibebani kewajiban untuk mengusahakan kemampuan operasional si salesperson, misalnya kendaraan dan bensinnya, juga tanggung jawab atas kesejahteraan si salesperson sampai pada batasan tertentu, misalnya upah minimum dan jamsostek... kadang-kadang lebih dari itu, tergantung kecenderungan moralitas si pengusaha. Ini berlaku pula untuk salesperson yang diperkirakan cuma akan bertahan beberapa waktu.
MLM nggak geto... distributor dianggap sebagai manusia yang harus bisa jalan sendiri. Perusahaan cuma punya urusan menyalurkan barang. Di sini kepentingannya bukan sekedar nggak ketemu, tapi cenderung eksploitatif.
