Quote Originally Posted by Alip View Post
Ya ada bedanya dong, Mbah Purb...
Orang-orang sebuah perusahaan dagang bekerja karena ada pertemuan kepentingan. Si pengusaha butuh barangnya laku, dan si salesperson butuh gaji dan bonusnya... keduanya klop dan bisa kerjasama. Dalam hal ini si pengusaha dibebani kewajiban untuk mengusahakan kemampuan operasional si salesperson, misalnya kendaraan dan bensinnya, juga tanggung jawab atas kesejahteraan si salesperson sampai pada batasan tertentu, misalnya upah minimum dan jamsostek... kadang-kadang lebih dari itu, tergantung kecenderungan moralitas si pengusaha. Ini berlaku pula untuk salesperson yang diperkirakan cuma akan bertahan beberapa waktu.

MLM nggak geto... distributor dianggap sebagai manusia yang harus bisa jalan sendiri. Perusahaan cuma punya urusan menyalurkan barang. Di sini kepentingannya bukan sekedar nggak ketemu, tapi cenderung eksploitatif.
Ah mbah Alip terlalu tendensius dlm menilai MLM.

Ok, top level pada pers biasa menangani bottom level sedemikian rupa sehingga bottom level mendapatkan perlindungan (umr, jamsostek, thr, dll) dari top level. Tetapi perlindungan tsb tidak gratis. Misalkan bottom level mampu menjual produk melebihi target, tapi apakah kelebihan keuntungan tsb langsung menjadi milik bottom level? Tidak 'kan? Perlu disetor ke top level dulu utk diolah, dst. Tapi ok, dikasih bonus. Sekarang bagaimana dengan bottom level yg menjual di bawah target? Top level gak mau rugi 'kan? Akhirnya bottom level tsb dipecat.

Bagaimana dgn MLM? Bottom level bisa saja menjual produk melebihi target dan keuntungannya langsung dia rasakan, tidak disetor dulu ke top level seperti pada pers biasa. Di sini bottom level MLM bisa mendapatkan "gaji" yg jauh lebih besar dari pada bottom level di pers biasa. Ketika penjualan di bawah target, bottom level mendapatkan "gaji" yg lebih kecil dari pada bottom level pers biasa. Lebih baik gaji kecil 'kan dari pada dipecat trus gak punya gaji?

Ane melihat bottom level pada MLM adalah sales dgn otonomi lebih luas dibandingkan sales di pers biasa. Otonomi yg lebih luas bisa mendatangkan keuntungan yg lebih besar tetapi dengan resiko yg lebih berat pula.

Kalo masalah eksploitatif, kayaknya bukan monopoli MLM saja. Pers biasa pun bisa juga bersifat eksploitatif terhadap bottom level-nya.