Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast
Results 21 to 40 of 59

Thread: MLM = Working Hard? atau Working Smart?

  1. #21
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Pahami dulu Prinsip dasar perdagangan :

    Ada petani punya 2 karung beras, ada nelayan punya 2 keranjang ikan. Tanpa perdagangan, si petani cuma bisa makan beras dan si nelayan cuma makan ikan.

    Tapi dengan adanya perdagangan maka 1 karung beras ditukar dengan 1 keranjang ikan, maka masing2 bisa makan beras dan ikan sehingga gizi mereka terpenuhi.

    Ini adalah sistim perdagangan, 2 belah pihak sama2 memperoleh keuntungan karena mereka melepas barang2 yg tidak mereka butuhkan (berlebih) dan menukarnya dengan barang yg mereka butuhkan.

    Itu sebabnya Perdagangan itu = HALAL

    Yang berikutnya adalah Zero Sum Game / Money Game :

    Si Petani dan Nelayan melempar Dadu, yg kalah harus memberikan barang milik mereka kepada yg menang.
    Dengan cara ini salah satu pihak dirugikan, salah satu pihak diuntungkan.
    Jumlah Keuntungan + Kerugian dari dua belah pihak = 0 maka ini disebut Zero Sum Game.

    Selain cara judi bisa juga dengan cara pemaksaan atau perampokan, pencurian atau penipuan, intinya salah satu pihak dirugikan.



    Maka dalam kasus MLM, ada yg murni perdagangan ada yg money game.

    Perdagangan itu kalau MLM menjual barang yg dibutuhkan oleh masyarakat sehingga masyarakat dapat keuntungan (barang) si distributor dapat keuntungan (profit uang).
    Money game adalah memindahkan uang dari kantong downline ke kantong upline.

  2. #22
    Quote Originally Posted by AsLan View Post
    Pahami dulu Prinsip dasar perdagangan :

    Ada petani punya 2 karung beras, ada nelayan punya 2 keranjang ikan. Tanpa perdagangan, si petani cuma bisa makan beras dan si nelayan cuma makan ikan.

    Tapi dengan adanya perdagangan maka 1 karung beras ditukar dengan 1 keranjang ikan, maka masing2 bisa makan beras dan ikan sehingga gizi mereka terpenuhi.

    Ini adalah sistim perdagangan, 2 belah pihak sama2 memperoleh keuntungan karena mereka melepas barang2 yg tidak mereka butuhkan (berlebih) dan menukarnya dengan barang yg mereka butuhkan.

    Itu sebabnya Perdagangan itu = HALAL

    Yang berikutnya adalah Zero Sum Game / Money Game :

    Si Petani dan Nelayan melempar Dadu, yg kalah harus memberikan barang milik mereka kepada yg menang.
    Dengan cara ini salah satu pihak dirugikan, salah satu pihak diuntungkan.
    Jumlah Keuntungan + Kerugian dari dua belah pihak = 0 maka ini disebut Zero Sum Game.

    Selain cara judi bisa juga dengan cara pemaksaan atau perampokan, pencurian atau penipuan, intinya salah satu pihak dirugikan.



    Maka dalam kasus MLM, ada yg murni perdagangan ada yg money game.

    Perdagangan itu kalau MLM menjual barang yg dibutuhkan oleh masyarakat sehingga masyarakat dapat keuntungan (barang) si distributor dapat keuntungan (profit uang).
    Money game adalah memindahkan uang dari kantong downline ke kantong upline.
    Setau saya sih om, kalo money game, profit itu dari uang pendaftaran / masuk yang kemudian di bagi2 in ke atas. Tapi ada benernya juga sih yang situ tulis. Ada banyak Money game yang masuk ke MLM. Modusnya ya harga produknya di upgrade tinggi. Dengan demikian harga produk = nilai barang + uang masuk.

    Gw dulu pernah ikut tien**. Emang adanya gunanya dikit sih, kayak motivaso2 dan arah hidup. Tapi duit gw ilang berapa ratus ribu buat beli produk yang ga guna. Di jauhin ama temen lagi.


    Malesnya ikut MLM itu ya gitu, Temen pada jauh, takut dijadiin prospek.

  3. #23
    pelanggan tetap indraprime's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    735
    dulu saya aktif di salah satu MLM yang katanya "Syariah/bagi hasil", setelah posisi sudah mulai bagus justru saya sadar klo selama ini terkadang yang saya omongkan itu cuma mimpi....

    berhubung di MLM tersebut ada kasus yang terjadi maka saat itu juga saya mundur dari kegiatan yang sering dilakukan teman2....

    setidaknya saya dapat ilmu marketing, ilmu untuk mampu berbicara didepan orang banyak.... sisanya cuma menjual mimpi ke orang lain....

    so... sampai detik ini bagi saya MLM... no thanks...

  4. #24
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Jadi inget dulu ada teman yang kasih penawaran untuk ikut program MLM. Saya tolak secara halus dan bilang bukan waktu yang tepat dan juga saya lebih berminat dengan pekerjaan konvensional. Eh dia malah mencela dan bilang kalau tidak bergabung dengan MLM dia tidak mungkin bisa sukses. Sepertinya dia terhipnotis dengan seminar MLM nya. Saya tidak tau apa tolak ukur "kesuksesan" bagi dia, tapi saya cuma melihat apa yang diutarakannya hanyalah mimpi di awan tanpa ada jembatan penghubung untuk meraihnya. Sekarang orangnya sudah insyaf dari MLM, miris juga, karena MLM dia memutuskan pertemanan dengan teman-teman yang lain yang tidak bergabung.

  5. #25
    pelanggan tetap indraprime's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    735
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    Jadi inget dulu ada teman yang kasih penawaran untuk ikut program MLM. Saya tolak secara halus dan bilang bukan waktu yang tepat dan juga saya lebih berminat dengan pekerjaan konvensional. Eh dia malah mencela dan bilang kalau tidak bergabung dengan MLM dia tidak mungkin bisa sukses. Sepertinya dia terhipnotis dengan seminar MLM nya. Saya tidak tau apa tolak ukur "kesuksesan" bagi dia, tapi saya cuma melihat apa yang diutarakannya hanyalah mimpi di awan tanpa ada jembatan penghubung untuk meraihnya. Sekarang orangnya sudah insyaf dari MLM, miris juga, karena MLM dia memutuskan pertemanan dengan teman-teman yang lain yang tidak bergabung.
    inilah bukti cuci otaknya MLM

  6. #26
    pelanggan setia Agitho_Ryuki's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    mBantul, Ngayogyokarto, Hadiningrat
    Posts
    2,517
    dulu ada yang nawari sama saya.. Prospek ini itu lah ngajak gabung... Langsung aku skak, ini MLM bukan??? Dia bilang ya... Langsung saya jawab: "Maaf mas, saya sama sekali tidak tertarik dengan MLM!!"
    Barangsawijine purwo marang kawitan, Bandar sejatining wujud. Yuk lakone.. BUTHO CAKIL sido NGEMUTTT PEN.....THUNG!!

  7. #27
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Kayanya dulu saya pernah baca di artikel berita bahwa game piramid, yang secara klasik / tradisional ya, dianggap sebagai penipuan dan dianggap ilegal di negara2 laen. Makanya saya sempat heran kenapa di indo bisa sepopuler ini. Yang saya perhatikan sih, mlm versi indo ini biasa ada melibatkan produk juga, jadi ada twistnya sedikit, sehingga bukan bener pyramid scheme tradisional. Dan kalo mo dikatakan wirausaha, kupikir ngga bisa disebut demikian. Buatku, sistemnnya lebih mirip freelance daripada wirausaha (ga ada karyawannya)

    Tapi tetep aja, logikanya sistem ini ngga bisa berlangsung terus, karena suatu saat downlinenya ngga bisa mencari downline laen lagi, dan ini yang mengakibatkan sistem ini disebut sebagai penipuan yang hanya menguntungkan pihak di atas.

  8. #28
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    Quote Originally Posted by Agitho_Ryuki View Post
    dulu ada yang nawari sama saya.. Prospek ini itu lah ngajak gabung... Langsung aku skak, ini MLM bukan??? Dia bilang ya... Langsung saya jawab: "Maaf mas, saya sama sekali tidak tertarik dengan MLM!!"
    memang nembak kayak gitu dampaknya bisa lebih bagus sih, orangnya akan kapok untuk kasih penawaran lagi
    kalau mendengarkan dulu seperti memberikan harapan ke mereka, walaupun akhirnya menolak mereka bisa anggap kita ragu-ragu dan belum memutuskan
    akhirnya dikasih penawaran lagi dan lagi. Agen MLM kalau di jaman revolusi cocoknya jadi tentara gerilya, karena jiwanya rata-rata militan

  9. #29
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    saya lebih suka nawarin produknya...rata2 user soalnya

  10. #30
    Chief Barista cha_n's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    11,544
    emang berdasarkan pengalaman, pas ada yang nawarin MLM paling bagus nolak langsung, ga pake babibu basa basi, kalo ngga yang ada dipepet terus malah jadi capek sendiri
    ...bersama kesusahan ada kemudahan...

    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama buku, karena dengan buku aku bebas.” ― -Mohammad Hatta
    “Aku Rela di Penjara asalkan bersama akses internet, karena dengan internet aku bebas.” ― -cha_n

    My Little Journey to India

  11. #31
    Setahu saya MLM yang benar adalah yang berfokus pada produk.

    MLM legal di Indonesia bergabung dalam APLI (Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia,
    kalo ndak salah singkatannya). Dulu ada MLM yang obat China merk X didepak
    dari APLI karena sejatinya Money Game.

    Ngomong2, MLM yang benar apa aja sih?


    MLM yang saya tahu :

    AMWAY
    TIANSHI
    ORIFLAME
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  12. #32
    Ini tulisan copy-paste dari situs APLI http://www.apli.or.id


    Money game dan skema piramid memang sulit diberantas. Tapi, kita toh tetap bisa melakukan tindakan-tindakan pencegahan.

    Korban money game atau skema piramid terus berjatuhan sampai sekarang. Dulu, sewaktu bisnis DS/MLM sedang tumbuh mekar, money game dan skema piramid juga ikut marak. Korban berjatuhan di manamana, tidak saja di Indonesia, tapi juga di seluruh dunia, tak terkecuali di negara-negara maju sekalipun. Sekarang, ketika banyak program investasi dan bisnis baru bermunculan, ternyata money game dan skema piramid tetap saja ikutan marak.

    Maka, bisa diduga bahwa money game dan skema piramid aslinya bisa mendompleng bisnis apa saja. Bukan hanya bisnis DS/MLM, tapi modus operandinya bisa diaplikasikan di semua program bisnis. Asal prinsip gali lubang tutup lubang terpenuhi, dan asal prinsip mencari penghasilan utama dari merekrut dijalankan, maka berlakulah yang namanya money game atau skema piramid.

    Ulasan-ulasan mengenai kasus-kasus money game dan piramid di buletin ini sebelumnya menunjukkan dengan jelas, bisnis penipuan ini sudah merasuk ke segala lapisan masyarakat. Mulai dari masyarakat yang berpendidikan terbawah sampai yang tertinggi, di daerah pedesaan hingga perkotaan. Bisnis ini juga bisa menghinggapi kalangan politisi, partai politik, aparat penegak hukum, birokrasi, pemerintahan
    daerah, pelajar dan mahasiswa, kalangan perguruan tinggi, sampai kalangan rohaniawan. Tak satu pun yang luput dari incaran money game dan skema piramid.

    Di sisi lain, kita tidak memiliki payung hukum berupa Undang-Undang Anti Money game dan Skema Piramid. Rancangan Undang-Undang yang diusulkan oleh APLI kepada pemerintah tidak terdengar lagi nasibnya. Lebih susah lagi, media massa sebagai mitra masyarakat dalam memberikan informasi yang benar dan akurat, belum juga menunjukkan “giginya”. Yang sering kita temui adalah kesalahan pemberitaan media massa, yaitu menyamakan money game dan skema piramid dengan bisnis MLM yang murni dan legal.

    Jika sudah demikian, timbul pertanyaan; bagaimana cara masyarakat menghindarinya? Belajar dari kasus-kasus yang pernah terjadi, maka di sini ditawarkan sejumlah cara. Pertama, bersikap kritis dan waspada terhadap semua tawaran bisnis atau investasi yang menjanjikan keuntungankeuntungan tidak masuk akal.

    Salah satu daya pikat money game dan skema piramid adalah soal janji-janji mendapatkan untung besar dalam waktu singkat, serta dengan usaha yang amat sangat minimal.

    Apabila dalam persentuhan pertama dengan sebuah program bisnis kita mendapatkan tanda-tanda semacam itu, segera saja ambil jarak, atau lupakan sama sekali. INFO APLI Edisi XXXVII/Juli-September 2007 11 Kasus-kasus sebelumnya berulang kali membuktikan, bahwa janji-janji untung besar semacam itu sudah
    merupakan indikasi bahwa kebangkrutanlah yang akan didapat.

    Jangankan janji-janji keuntungan yang tidak masuk akal. Bahkan, janji-janji keuntungan yang “tampaknya” masuk akal sekalipun juga harus kita waspadai. Para operator money game dan skema piramid juga tambah pintar saja. Ketika trik memancing korban dengan janji untung besar sudah dikenali, pastilah mereka berusaha membungkus janji-janji sejenis sedemikian rupa supaya tampak masuk akal. Akan tetapi, bila prinsip bekerjanya tetap sama—modus klasik money game atau skema piramid—hasil akhirnya juga akan sama. Jadi, waspada dan tidak mudah percaya adalah senjata utama kita.

    Kedua, tidak menjalankan bisnis atau investasi baru yang tidak kita kenal sama sekali. Ingat, banyak money game dan skema piramid yang dibungkus dengan beragam kedok program bisnis atau investasi. Belakangan, programprogram sejenis ini mengambil media internet sebagai wahana baru dalam menggaet korban. Maklum, di setiap waktu, banyak pengguna internat yang baru mengenal dunia maya ini serta masih awam dengan berbagai penawaran peluang bisnis. Situasi ini memudahkan para operator money game dan skema piramid untuk menjebak para korbannya.

    Makanya, kalau kita tidak yakin dan tidak tahu sepenuhnya, jangan sekali-kali menerjunkan diri dalam
    program-program bisnis semacam itu. Lain soal jika kita sudah paham betul, mengetahui cara beroperasinya, berikut tahu risiko-risiko yang harus ditanggung. Ketiga, tidak ada salahnya membaca ulang atau mempelajari kasus-kasus penipuan money game dan skema piramid yang sudah pernah terbongkar. Dengan mempelajari kasus-kasus tersebut, kita akan semakin kenaldengan modus operandinya. Dan, apabila kita sudah mengetahui cara bekerjanya, jangan lupa untuk mengingatkan orang-orang di sekeliling kita yang belum mengetahuinya. Sebab, mungkin saja nantinya mereka akan dihampiri oleh penawaran-penawaran bisnis atau investasi jenis ini. Jika kita ikut aktif menyebarkan informasi yang benar mengenai bahaya money game dan skema piramid, maka sebenarnya kita punya andil dalam menyelematkan masyarakat.

    Keempat, memanfaatkan saluran-saluran informasi yang bisa kita akses untuk terus menggemakan kewaspadaan akan bahaya money game dan skema piramid. Baik itu majalah atau buletin internal, newsletter, mailing list, website pribadi, blog, brosur, dll, semuanya bisa kita gunakan untuk menyerukan kewaspadaan kepadamasyarakat luas. Berbekal informasi dan ulasan-ulasan yang terpercaya mengenai money game dan skema piramid, kita bisa menyebarkannya ke masyarakat luas.

    Kelima, benar-benar menjauhkan diri dari money game dan skema piramid. Tidak dimungkiri, sebagian korban money game dan skema piramid adalah orang-orang yang aslinya kenal betul akan motif penipuan bisnis ini. Namun, entah karena sedang lengah atau melengahkandiri, mau coba-coba atau malah tergiur untuk menanggukuntung secara instan, akhirnya mereka terlibat aktif. Kalau sudah tercebur money game atau skema piramid, orang pasti harus mencari korban orang lain sebagai tumbalnya. Kalau tidak, dialah yang akan jadi korban.

    Makanya, situasi ini bisa menjadi “lingkaran setan korban” yang tak berkesudahan. Jadi, supaya tidak jadi korban dan memperkecil jumlah korban, jangan pernah mencoba mengikuti bisnis ini. Demikianlah upaya yang bisa kita lakukan, dan semoga kita terus waspada akan bahaya money game dan skema piramid![ez]
    info: apli XXXVII juli-september 2007
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  13. #33
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    10 Kebohongan Dalam Bisnis Multi Level Marketing



    Ini saya dapat dari teman, Silahkan Debat dengan Positif, jangan emosi, Karena jika anda emosi, maka pernyataan ini BENAR.



    Sebelum anda memutuskan untuk bergabung dengan MLM yang menawarkan produk, janji, propaganda, mimpi yang indah, kekayaan, kenyaman hidup, prestise, kemewahan, tamasya, kendaraan mewah, penghasilan yang luarbiasa, tamasnya keliling dunia, dan lain – lain. Ada baiknya anda simak kebohongan dibalik Multi Level Marketing.



    Kebohongan No. 1:

    MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk mendapatkan banyak uang dibandingkan dengan bisnis lain maupun pekerjaan lain.



    Kebenaran:

    Bagi hampir semua orang yang menanamkan uang, MLM berakhir dengan hilangnya uang. Kurang dari 1% distributor MLM mendapatkan laba dan mereka yang mendapatkan pendapatan seumur hidup dalam bisnis ini persentasenya jauh lebih kecil lagi. Cara pemasaran dan penjualan yang tidak lazim menjadi penyebab utama kegagalan ini. Namun, kalau toh bisnis ini lebih berkelayakan, perhitungan matematis pasti akan membatasi terjadinya peluang sukses tersebut. Tipe struktur bisnis MLM hanya dapat menopang sejumlah kecil pemenang. Jika seseorang memerlukan downline sejumlah 1000 orang agar dia memperoleh pendapatan seumur hidup, maka 1000 orang downline tadi akan memerlukan sejuta orang untuk bisa memperoleh kesempatan yang sama. Jadi, berapa orang yang secara realistis bisa diajak bergabung? Banyak hal yang tampak sebagai pertumbuhan pada kenyataannya adalah pengorbanan distributor baru secara terus-menerus. Uang yang masuk ke kantong elite pemenang berasal dari pendaftaran para pecundang. Dengan tidak adanya batasan jumlah distributor di suatu daerah dan tidak ada evaluasi tentang potensi pasar, sistem ini dari dalamnya sudah tidak stabil.



    Kebohongan No. 2:

    Network marketing (pemasaran mengandalkan jaringan) adalah cara baru yang paling populer dan efektif untuk membawa produk ke pasar.Konsumen menyukai membeli produk dengan cara door-to-door.



    Kebenaran:

    Jika anda mengikuti aktivitas andalan MLM berupa penjualan keanggotaan secara terus-menerus dan mengamati hukum dasarnya, yakni penjualan eceran satu-satu ke konsumen, anda akan menemukan sistem penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis. Penjualan eceran satu-satu ke konsumen merupakan cara kuno, bukan trend masa depan. Penjualan secara langsung satu-satu ke teman atau saudara menuntut seseorang untuk mengubah kebiasaan belanjanya secara drastis.

    Seseorang pasti mendapatkan bahwa pilihannya terbatas, kerap kali membayar lebih mahal untuk sebuah produk, membeli dengan tidak nyaman, dan dengan kagok mengadakan transaksi bisnis dengan teman dekat atau saudara. Ketidak-layakan (unfeasibility) penjualan door-to-door inilah yang menjadi alasan kenapa pada kenyataannya MLM merupakan bisnis yang terus-terusan menjual kesempatan menjadi distributor.



    Kebohongan No. 3:

    Di suatu saat kelak, semua produk akan dijual dengan model MLM. Para pengecer, mall, katalog, dan sebagian besar pengiklanan akan mati karena MLM.



    Kebenaran:

    Kurang dari 1% dari keseluruhan penjualan dilakukan melalui MLM dan banyak volume dari penjualan ini terjadi karena pembelian oleh para distributor baru yang sebenarnya membayar biaya pendaftaran untuk sebuah bisnis yang selanjutnya akan dia tinggalkan. MLM tidak akan menggantikan cara-cara pemasaran yang sekarang ada. MLM sama sekali tidak bisa menyaingi cara-cara pemasaran yang lain. Namun yang lebih pasti, MLM melambangkan program investasi baru yang meminjam istilah pemasaran dan produk. Produk MLM yang sesungguhnya adalah keanggotaan (menjadi distributor) yang dijual dengan cara menyesatkan dan membesar-besarkan janji mengenai pendapatan. Orang membeli produk guna menjaga posisinya pada sebuah piramid penjualan. Pendukung MLM senantiasa menekankan bahwa anda dapat menjadi kaya, jika bukan karena usaha keras anda sendiri maka kekayaan itu berasal dari seseorang yang tidak anda kenal yang mungkin akan bergabung dengan downline anda, atau istilah orang MLM “big fish”. Pertumbuhan MLM adalah perwujudan bukan dari nilai tambahnya terhadap ekonomi, konsumen, maupun distributor, namun lebih merupakan perwujudan dari tingginya ketakutan ekonomi dan perasaan tidak aman serta meningkatnya impian untuk menjadi kaya dengan mudah dan cepat. MLM tumbuh dengan cara yang sama dengan tumbuhnya perjudian dan lotere.



    Kebohongan No. 4:

    MLM adalah gaya hidup baru yang menawarkan kebahagiaan dan kepuasan. MLM merupakan cara untuk mendapatkan segala kebaikan dalam hidup.



    Kebenaran:

    Daya tarik paling menyolok dari industri MLM sebagaimana yang disampaikan lewat iklan dan presentasi penarikan anggota baru adalah ciri materialismenya. Perusahaan-perusahaan besar Fortune 100 akan tumbang sebagai akibat dari janji-janji kekayaan dan kemewahan yang disodorkan oleh penjaja MLM. Janji-janji ini disajikan sebagai tiket menuju kepuasan diri. Pesona MLM yang berlebihan mengenai kekayaan dan kemewahan bertentangan dengan aspirasi sebagian besar manusia berkaitan dengan karya yang bernilai dan memberikan kepuasan untuk sesuatu yang menjadi bakat dan minatnya. Singkatnya, budaya bisnis MLM membelokkan banyak orang dari nilai-nilai pribadinya dan membelokkan aspirasi seseorang untuk mengekspresikan bakatnya.



    Kebohongan No. 5:

    MLM adalah gerakan spiritual.



    Kebenaran:

    Peminjaman konsep spiritual (kerokhanian) seperti kesadaran akan kemakmuran dan visualisasi kreatif untuk mengiklankan keanggotaan MLM, penggunaan kata-kata seperti “komuni” untuk menggambarkan kelompok penjualan, dan klaim bahwa MLM merupakan pelaksanaan prinsip-prinsip Kristiani atau ajaran-ajaran Injili adalah penyesatan besar dari ajaran-ajaran rokhani. Mereka yang memusatkan harapan dan impiannya pada kekayaan dalam doa-doanya jelas kehilangan pandangan akan spiritualitas murni sebagaimana yang diajarkan oleh semua agama yang dianut umat manusia. Penyalahgunaan ajaran-ajaran spiritual ini pastilah pertanda bahwa penawaran investasi MLM merupakan penyesatan. Jika sebuah produk dikemas dengan bendera atau agama tertentu, waspadalah! “Komunitas” dan “dukungan” yang ditawarkan oleh organisasi MLM kepada anggota baru semata-mata didasarkan pada belanjanya. Jika pembelanjaan dan pendaftarannya menurun, maka menurun pula “komuni” tersebut.

  14. #34
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Kebohongan No. 6:

    Sukses dalam MLM itu mudah. Teman dan saudara adalah prospek. Mereka yang mencintai dan mendukung anda akan menjadi konsumen anda seumur hidup.



    Kebenaran:

    Komersialisasi ikatan keluarga dan persahabatan yang diperlukan bagi jalannya MLM adalah unsur penghancur dalam masyarakat dan sangat tidak sehat bagi mereka yang terlibat. Mencari keuntungan dengan memanfaatkan ikatan keluarga dan kesetiakawanan sahabat akan menghancurkan jiwa sosial seseorang. Kegiatan MLM menekankan pada hubungan yang mungkin tidak akan bisa mengembalikan pertalian yang didasarkan atas cinta, kesetiaan, dan dukungan. Selain dari sifatnya yang menghancurkan, pengalaman menunjukkan bahwa hanya sedikit sekali orang yang menyukai atau menghargai suasana dirayu oleh teman atau saudara untuk membeli produk.



    Kebohongan No. 7:

    Anda dapat melakukan MLM di waktu luang. Sebagai sebuah bisnis, MLM menawarkan fleksibilitas dan kebebasan mengatur waktu. Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan pendapatan yang besar dan dapat berkembang menjadi sangat besar sehingga kita tidak perlu lagi bekerja yang lain.



    Kebenaran:

    Pengalaman puluhan tahun yang melibatkan jutaan manusia telah menunjukkan bahwa mencari uang lewat MLM menuntut pengorbanan waktu yang luar biasa serta ketrampilan dan ketabahan yang tinggi. Selain dari kerja keras dan bakat, MLM juga jelas-jelas menggerogoti lebih banyak wilayah kehidupan pribadi dan lebih banyak waktu. Dalam MLM, semua orang dianggap prospek. Setiap waktu di luar tidur adalah potensi untuk memasarkan. Tidak ada batas untuk tempat, orang, maupun waktu. Akibatnya, tidak ada lagi tempat bebas atau waktu luang begitu seseorang bergabung dengan MLM.

    Dibalik selubung mendapatkan uang secara mandiri dan dilakukan di waktu luang, sistem MLM akhirnya mengendalikan dan mendominasi kehidupan seseorang dan menuntut penyesuaian yang ketat pada program-programnya. Inilah yang menjadi penyebab utama mengapa begitu banyak orang tenggelam begitu dalam dan akhirnya menjadi tergantung sepenuhnya kepada MLM. Mereka menjadi terasing dan meninggalkan cara-cara hubungan yang lain.



    Kebohongan No. 8:

    MLM adalah bisnis baru yang positif dan suportif mendukung) yang memperkuat jiwa manusia dan kebebasan pribadi.



    Kebenaran:

    MLM sebagian besar berjalan karena adanya ketakutan. Cara perekrutan selalu menyebutkan ramalan akan runtuhnya model-model distribusi yang lain, runtuhnya kekokohan ekonomi Amerika, dan sedikitnya kesempatan di bidang lain (profesi atau jasa). Profesi, perdagangan, dan usaha konvensional terus-menerus dikecilkan artinya dan diremehkan karena tidak menjanjikan “penghasilan tak terbatas”. Menjadi karyawan adalah sama dengan perbudakan bagi mereka yang “kalah”. MLM dinyatakan sebagai tumpuan terbaik terakhir bagi banyak orang. Pendekatan ini, selain menyesatkan kerapkali juga menimbulkan dampak menurunkan semangat bagi orang yang ingin meraih kesuksesan sesuai visinya sendiri tentang sukses dan kebahagiaan. Sebuah bisnis yang sehat tidak akan menunjukkan keunggulannya dengan menyajikan ramalan-ramalan buruk dan peringatan-peringatan menakutkan.



    Kebohongan No. 9:

    MLM merupakan pilihan terbaik untuk memiliki bisnis sendiri dan mendapatkan kemandirian ekonomi yang nyata.



    Kebenaran:

    MLM bukanlah self-employment (usaha mempekerjakan sendiri) yang sejati. “Memiliki” keanggotaan distributor MLM hanyalah ilusi. Beberapa perusahaan MLM melarang anggotanya memiliki keanggotaan MLM lain. Hampir semua kontrak MLM memungkinkan dilakukannya pemutusan keanggotaan dengan gampang dan cepat. Selain dari putus kontrak, downline dapat diambil alih dengan berbagai alasan. Keikutsertaan dalam MLM menuntut orang untuk meniru model yang ada secara ketat, bukannya kemandirian dan individualitas. Distributor MLM bukanlah pengusaha (enterpreneur), namun hanya pengikut pada sebuah sistem hirarki yang rumit di mana mereka hanya punya sedikit kendali.



    Kebohongan No. 10:

    MLM bukan program piramid karena ada produk (barang) yang dijual.



    Kebenaran:

    Penjualan produk sama sekali bukan penangkal bagi MLM untuk lolos dari undang-undang anti program piramid, juga bukan jawaban atas tuduhan tentang praktek perdagangan yang tidak sehat (unfair) sebagaimana dinyatakan dalam undang-undang negara bagian maupun federal. MLM bisa menjadi bisnis yang legal jika sudah memenuhi prasyarat tertentu yang sudah ditetapkan oleh FTC (Federal Trade Commission) dan Jaksa Agung negara bagian. Banyak MLM jelas-jelas melanggar ketentuan tersebut dan sementara ini tetap beroperasi karena belum ada yang menuntut. Ketentuan pengadilan baru-baru ini menetapkan angka 70% untuk menentukan legalitas MLM. Maksudnya, minimal 70% produk yang dijual MLM harus dibeli oleh konsumen non-distributor. Ketentuan ini tentu saja akan membuat hampir semua MLM masuk kategori melanggar hukum. Para pelaksana MLM terbesar mengakui bahwa mereka hanya menjual 18% produknya ke non-distributor.



    10 Kebohongan Besar Multi Level Marketing

    Bisnis MLM tumbuh dan perusahan-perusahaan MLM pun bermunculan.Kegiatan penarikan anggota ada di mana-mana. Akibatnya, terkesan seolah-olah bisnis ini merupakan gelombang bisnis masa depan, model bisnis yang sedang mendapatkan momentum, semakin banyak diterima dan diakui secara legal, dan sebagaimana yang digembar-gemborkan oleh para penggagasnya, MLM akan menggantikan sebagian besar model pemasaran dan penjualan jenis lain. Banyak orang menjadi percaya dengan pengakuan bahwa keberhasilan dapat diperoleh siapa saja yang secara setia mengikuti sistem ini dan menerapkan metode-metodenya, dan bahwa pada akhirnya semua orang akan menjadi distributor MLM.



    Dengan pengalaman selama 14 tahun di bidang konsultan korporat untuk bidang distribusi dan setelah lebih dari 6 tahun melakukan riset dan menulis mengenai MLM, saya berhasil mengumpulkan informasi, fakta, dan masukan-masukan yang menunjukkan bahwa bisnis MLM pada dasarnya adalah kebohongan pasar bebas. Hal ini bisa dianalogikan dengan menyebut pembelian tiket lotere sebagai “usaha bisnis” dan memenangkan hadiahnya sebagai ” pendapatan seumur hidup bagi siapa saja”. Validitas pernyataan industri MLM tentang potensi pendapatan si distributor, penjelasannya yang mengagumkan tentang model bisnis jaringan, dan pengakuannya tentang penguasaan dalam distribusi produk adalah persis seperti validitas penampakan makhluk UFO.



    Legalitas sistem MLM hanya didasarkan pada sebuah keputusan pada tahun 1979 untuk satu perusahaan. Petunjuk pelaksanaan secara legal yang dikemukakan dalam keputusan tersebut secara terus-menerus diabaikan oleh pelaku industri MLM. Kurangnya aturan maupun pemantauan oleh pihak yang berwenang juga menjadi sebab kenapa industri ini tetap bertahan walaupun ada beberapa tuntutan oleh Jaksa Agung negara bagian maupun Komisi Perdagangan Federal.

    Prestasi ekonomi MLM selalu ditandai dengan angka kegagalan yang tinggi dan kerugian finansial bagi jutaan orang.



    Struktur MLM, di mana posisi pada rantai penjualan yang tak berujung dicapai dengan cara menjual atau membeli barang, secara matematis tidak bisa dipertahankan. Juga, system MLM yang memungkinkan direkrutnya distributor dalam jumlah tak terbatas dalam suatu kawasan pemasaran jelas-jelas tidak stabil. Bisnis inti MLM, yakni penjualan langsung, berlawanan dengan trend dalam teknologi komunikasi yakni distribusi yang cost-effective (berbiaya rendah), dan ketertarikan membeli pada pihak konsumen. Kegiatan penjualan secara eceran dalam MLM pada kenyataannya merupakan topeng dari bisnis utamanya, yaitu menggaet pemilik uang (investor) ke dalam organisasi pyramid yang menjanjikan pertumbuhan pendapatan yang berlipat-ganda.



    Sebagaimana pada semua program piramid, pendapatan para distributor di posisi puncak dan keuntungan para perusahaan pemberi sponsor berasal dari masuknya para investor (penanam uang) baru secara terus-menerus di tingkat bawah. Jika dilihat secara kasar dari segi keuntungan perusahaan dan kekayaan kelompok elite di posisi puncak, model MLM akan tampak seolah-olah tidak akan ada matinya bagi, persis seperti program pyramid sebelum akhirnya tumbang atau dituntut oleh pihak berwenang. Konstituen atau penopang utama industri MLM bukanlah publik konsumen namun para penanam uang yang menaruh harapan.



    Pasar bagi para penanam uang ini tumbuh subur di saat-saat terjadinya perubahan ekonomi, globalisasi, dan PHK karyawan. Janji-janji tentang perolehan finansial dengan mudah serta kaitan antara kekayaan dengan kebahagiaan tertinggi juga berperan besar dalam kondisi pasar ini. Karenanya, arah pemasaran MLM ditujukan terutama kepada calon (prospek) distributor, bukannya berupa promosi produk ke para pembeli. Produk MLM yang sesungguhnya bukanlah jasa SLJJ, vitamin, atau krim kulit, namun program investasi bagi para distributor yang secara menyesatkan digambarkan dengan pendapatan tinggi, penggunaan waktu sedikit, modal kecil, dan sukses dalam waktu singkat.



    Ditulis oleh:

    Robert L. Fitzpatrick is co-author with Joyce K. Reynolds of the newbook, False Profits: Seeking Financial and Spiritual Deliverance in Multi-Level Marketing and Pyramid Schemes, published by Herald Press in Charlotte, NC ISBN: 0-9648795-1-4)

  15. #35
    pelanggan setia eve's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    4,120
    saya ikut tianshi.. karena kartu anggotanya seumur hidup dan banyak diskon untuk pembelian produknya...
    hai hai hai......

  16. #36
    ah... pas tingkat pertama dulu, ada temen yg dg semangatnya mempromosiin buat gabung MLM. Saya yg emang dr awalnya skeptis terang-terangan nolak. kelanjutannya, dibuat tantangan: dia bakal mendapat laptop dalam 1 bulan ke depan. di akhir semester alias 4 bulan, dia gak dapet leptop yg dijanjikan. akhirnya dia keluar. padahal jika melihat sepak terjangnya yg rajin merekrut dan rajin ikutan seminar motivasi MLM, sangat mengejutkan melihat dia keluar dr MLM
    you can also find me here

  17. #37
    siapa sih pencetus ide MLM ini awalnya?
    ´There are two ways to conquer and enslave a nation. One is by the sword. The other is by debt´
    -John Adams-

  18. #38
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Rasanya Amway itu MLM yang pertama...
    Nama pendirinya Rich de Vos dan Jay van Andel.

  19. #39
    Barista fullmoonflower's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    antara maya dan nyata
    Posts
    739
    ya, Amway yang pertama, lalu muncul lagi Cosway, lalu Avon, Oriflame, Sara Lee, Tianshi, trus ada lagi yang nawarin Trace Mineral, lalu BMW (gelang magnetic), Goldquest, Herbalife, aduh banyak banget deh..

    saya pernah ikut Avon jaman saya masih kuliah, buat nambah uang saku..

    lalu ikut Herbalife, karena saya cocok produknya (sekarang udah nggak ikut lagi.. males disuruh rekrut mulu, padahal cuma pengen jadi user aja )

    lalu ikut Oriflame (putus nyambung), karena cocok produk perawatan badannya aja sih (sabun, body lotion, body cream, body scrub)..

    sekarang nggak ikut apa-apa.. males kalo disuruh rekrut... hihihihi

    lagipula gimana mau rekrut menjual mimpi? wong saya aja nggak punya mimpi apa-apa waktu memutuskan join ke bisnis tersebut..
    Last edited by fullmoonflower; 10-05-2011 at 06:23 PM.

  20. #40
    pelanggan tetap Alip's Avatar
    Join Date
    May 2011
    Posts
    1,636
    Ikutan sambil pagi-pagi nyruput teh di rumah <soalnya gak ada yang minum kupi> ... nunggu jagorawi agak reda dulu sebelum jalan ke kantor ...<sejak pelebaran jalan, yang tadinya 12 menit sekarang jadi 120 menit>

    Topik ini masih idup terus ya sejak ekilat, AK, dan sampe ke sini...

    Saya tergolong yang nggak pro sama MLM, dan punya kesimpulan seperti yang di-paste sama Aslan di atas...

    Ngobrolin penjualan yuk... pertama dari sisi perusahaan, habis itu dari sisi sales...

Page 2 of 3 FirstFirst 123 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •