'Sanubari Jakarta', 10 Kisah Cinta Gay, Lesbian dan Transgender
Adhie Ichsan - detikhot
Kamis, 12/04/2012 11:43 WIB
Sanubari Jakarta (ist.)
Jakarta - Film omnibus kembali menghiasi layar bioskop Tanah Air. Kali ini, sepuluh sutradara menyajikan sepuluh cerita berbeda dalam film berjudul 'Sanubari Jakarta'. Tiap cerita dalam setiap film menampilkan kisah cinta dan kehidupan dari berbagai sudut Ibukota lewat pandangan masing-masing sutradara.
Omnibus ini diproduseri oleh Lola Amaria yang juga menampilkan karyanya yang berjudul 'Lumba-Lumba'. Film ini berkisah tentang seorang ibu guru TK yang jatuh cinta pada ibunda salah satu muridnya. Perempuan jatuh cinta pada perempuan? Begitulah, kisah cinta sesama jenis menjadi benang merah omnibus ini.
Sutradara Billy Christian menyajikan 'Pembalut' yang berkisah tentang perdebatan pasangan lesbian di sebuah kamar motel. Perdebatan bermula dari bra yang tertukar hingga kelanjutan kisah cinta mereka setelah salah satu perempuan tersebut memutuskan untuk menikah dengan seorang pria.
'Kentang' karya sutradara Aline Jusrina adalah drama komedi yang bercerita tentang pasangan gay yang hendak memadu kasih, namun terganggu dengan hal-hal kecil.
Sementara 'Topeng Srikandi' karya sutradara Kirana Larasati menampilkan kisah perempuan bernama Srikandi yang mengalami perubaan busana dan peran menjadi laki-laki. Hal tersebut dilakukan untuk membalas perbuatan bos dan para laki-laki di kantornya yang sering melecehkan perempuan, termasuk dirinya.
'1/2' garapan Tika Pramesti bercerita tentang seorang perempuan bernama Anna dan lelaki bernama Abi. Keduanya sama-sama berhubungan dengan seorang pria bernama Biyan.
'Terhubung' yang disutradarai Alfrits John Robert berkisah tentang dua perempuan yang tak berkaitan satu sama lain, namun memiliki kisah hidup yang hampir sama. Hingga akhirnya mereka bertemu di sebuah toko bra secara tak sengaja.
'Menunggu Warna' garapan Adriyanto Dewo juga bercerita tentang lika-liku kisah asmara pasangan gay. Sementara 'Malam Ini Aku Cantik' yang digarap Dinda Kanyadewi berkisah tentang kehidupan seorang waria dari sudut pandang yang berbeda.
Sutradara Fira Sofiana lewat filmnya 'Untuk A' adalah film tentang seorang pria yang menulis surat kepada A. Di surat itu ia menjelaskan tentang perjuangan seorang laki-laki yang dilahirkan dengan wujud perempuan dan akhirnya memutuskan untuk operasi kelamin.
'Kotak Coklat' garapan Sim F bercerita tentang sepasang kekasih, Reuben dan Mia. Sampai akhirnya kemudian diketahui bahwa Mia adalah seorang transgender yang dulunya laki-laki.