Page 1 of 2 12 LastLast
Results 1 to 20 of 30

Thread: obat paten vs obat generik

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137

    obat paten vs obat generik

    1. Berarti yang salah bukan ASKES nya
    2. Sama, yang salah bukan ASKES nya.
    3. Enakan bukan indikasi sembuh. Sakit apapun di
    kasih morphine juga enakan.

    ---------- Post added at 10:15 PM ---------- Previous post was at 10:11 PM ----------

    gw punya teman yang satu keluarga, 8 orang kakak
    beradik, semuanya dokter, 3 dokter umum, 1 spesi
    alis dalam, 1 Jantung, 2 Dokter Gigi.

    suatu kali, eyangnya sakit dan di opname, dikasih
    obat sekian macam oleh dokter sebuah rumah sa
    kit di Jakarta bertaraf Internasional. Apa yang ter
    jadi, setiap kali cucu-cucunya berkunjung, setiap
    kali pula 60% obat yang diresepkan dokter, ditolak
    atas rekomendasi cucu-cucunya yang kebetulan
    berkunjung saat pemberian obat.

    ---------- Post added at 10:33 PM ---------- Previous post was at 10:15 PM ----------

    kutipan dari kas-kus
    wah.. dengan segala hormat

    saya apoteker yang pernah bekerja di 3 pabrik obat yang berbeda...dan saya disini mencoba mengkoreksi..

    2 diantara perusahaan tersebut memproduksi beberapa produk obat yang diperuntukkan sebagai generik dan branded generik..

    jadi 1 produk dibagi untuk 2 macam = branded generik dan generik
    proses produksinya semua sama aja gan...
    yang beda adalah di kemasannya saja..
    bahkan produk perusahaan saya saat itu memproduksi obat generik dengan
    nama berbeda.. versi brandednya harganya 1 blister sekitar Rp. 50.000-an, versi generiknya harganya dibawah Rp.10.000 dan ISINYA 2 BLISTER!!

    kl gitu kenapa perusahaan obat g bikin obat generik aj..?????

    lalu knp perusahaan obat g bikin obat paten dengan harga generik..?????


    bayangkan keuntungan yang didapat jika upping price-nya saja sampai lebih dari 10 kali lipat?...itu dia alasan dari pertanyaan agan :

    selain itu kenapa dinaikkan sedemikian banyak adalah karena sistem pemasaran perusahaan farmasi di indonesia ini masih memberi reward pada dokter yang meresepkan obat tersebut... jadi sebagian keuntungan dari obat branded itu masuk ke kantong dokter..

    kenapa beda khasiat?

    yang pertama karena "placebo effect" yang udah diterangkan sebelumnya...

    yang kedua, bahan baku yang digunakan oleh masing2 industri farmasi berbeda..

    kalau agan bilang berbeda, maka saat agan minum pasti beda..karena itu keyakinan agan..tapi kalau agan yakin sama, maka agan akan merasakan khasiat yang sama...
    seperti yang semua motivator bilang, " kalau anda yakin bisa, anda pasti bisa"

  2. #2
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    satu lagi dialog menarik, soal sugesti obat generik,
    juga dari kaskus

    menurut temen gw yg udah bertahun2 pake xanax, beda banget efeknya yg generik. dia udah nyoba hampir semua variannya, kayak alprazolam, alganax, frixitas, gak ada yg sebagus xanax. terutama dalam hal efek samping ya.

    bisa ngasih saran generik untuk xanax gak, gan? soalnya mahal banget tuh obat. kalo bisa selain yg di atas itu. udah nyoba, gak bagus soalnya.
    Xanax itu obat anti kecemasan Gan.... Ya kalo temen anda cemas kalo obat yang lain ga manjur ya obat tersebut ga akan manjur...

    untuk obat2 psikotropika seperti ini memang biasnya besar, dalam arti ampuh tidaknya obat tersebut sangat bergantung pada persepsi pasien pengkonsumsi obat tersebut....

    Nama generiknya Alprazolam 0,5 mg....

  3. #3
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ini saya pindah sini ya...soalnya bukan bahas asuransi tapi bahas obat2an dan sejujurnya menarik. karena sebagian besar masih tersugesti bahwa obat generik tidak ampuh dibanding obat paten...lanjooot

    *aslan, tolong terima thread baru ya

  4. #4
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    *aslan, tolong terima thread baru ya
    ok, asal bukan thread yg aneh2

    Gw sih selalu setia dengan obat generik, terakhir waktu ke dokter, si dokter nanya mau obat yg generik apa yg merk ?

    ge: yg generik aja deh (sori ya dok, ente kagak dapet bonus )

  5. #5
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    pilih generik, yang penting khasiat bukan harganya
    sayang ga semua obat paten ada versi generiknya

  6. #6
    pelanggan setia et dah's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Land Between Solar Systems
    Posts
    3,911
    gw pernah dikuliahin sama dokter , katanya "hukum ekonomi berlaku dimana-mana, begitu juga obat"
    trus analoginya nasi goreng. nasgor bintang lima sama nasgor kaki lima sama-sama nasgor tapi kualitas jauuuuh beda
    parah tu dokter

  7. #7
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    bilangin tuh dokter, emangnya sakit bintang lima
    ama sakit kaki lima, beda rasanya?

  8. #8
    pelanggan tetap meliakh's Avatar
    Join Date
    Jun 2011
    Location
    Surabaya
    Posts
    1,757
    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    bilangin tuh dokter, emangnya sakit bintang lima
    ama sakit kaki lima, beda rasanya?
    personally buat saya nasi goreng paling enak di surabaya justru emperan
    punya hotel/resto mahal justru meh

  9. #9
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ya jelas kualitasnya jauh, yg lain ditaro di piring mahal yg laen kagak

    ---------- Post added at 04:53 PM ---------- Previous post was at 04:50 PM ----------

    nanya dong, obat buat anak2 yg drops gitu ga ada yg generik ya? anak2 kl diksh resep yg drops gitu mahal

  10. #10
    Barista AsLan's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    9,288
    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    ya jelas kualitasnya jauh, yg lain ditaro di piring mahal yg laen kagak

    ---------- Post added at 04:53 PM ---------- Previous post was at 04:50 PM ----------

    nanya dong, obat buat anak2 yg drops gitu ga ada yg generik ya? anak2 kl diksh resep yg drops gitu mahal
    drops ?

    gw nge google "obat drops" koq hasilnya bukan obat buat anak2 ya ?

    obat apaan sih ?

  11. #11
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    ya ampun, drops tuh obat cair pake tetes, lan kyk vomerin drops, tempra drops gitu deh

  12. #12
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    obat tetes dengan sirup beda ya bunda? bukankah dosis saja yang beda?

  13. #13
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    obat paten mahal karena
    1. bayar paten brand dimana pajaknya itu secara berkala tahunannya.
    2. pake packaging... itu ada biaya disain packaging juga.
    3. biaya rep
    4. biaya promo
    5. isinya kadang ditambahin kandungan lain, misalnya vitamin pendukung.

    obat generik yang namanya pake nama umum.
    swasta boleh bikin tapi tetep pake nama umum.

    kalau paten, namanya yang ngasih nama pabriknya.

    amoxicillin
    kalbe : kamoxicillin
    sanbe: amoxan

    antalgin
    paten : novalgin, neuralgin (antalgin + vitamin)

    generik : paracetamol
    paten : sanmol, panadol

  14. #14
    pelanggan sejati ndugu's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Posts
    7,681
    Quote Originally Posted by etca View Post
    obat paten mahal karena
    1. bayar paten brand dimana pajaknya itu secara berkala tahunannya.
    2. pake packaging... itu ada biaya disain packaging juga.
    3. biaya rep
    4. biaya promo
    5. isinya kadang ditambahin kandungan lain, misalnya vitamin pendukung.
    rep itu apa ya?

    yang nomer 2 + 5 saya pikir sih faktornya kecil ya. seperti nomer 2, itu kan one time thing, di awal2 aja. sedangkan nomer 5 saya yakin bisa ditekan, nominal aja. sisanya yang 1 dan 4, itu periodik, terutama no 4 itu bisa dikontrol.

    menrutku faktor utama yang bikin mahal ya karena riset and development. proses ngedevelop dan riset obat itu kan sangat lama. harus riset, trus trial klinis, yang blom tentu langsung lolos, kalo gagal ya kembali ke lab riset, trus biaya2 administrasi ngurus ijin, hukum dll. kalo beres semua baru mikirin packaging dan marketing. jauh down the road kalo itu. munculnya satu obat itu lamaaa sekali, ini bukan itungan hari ato bulan, tapi tahunan ato malah dekade. semakin lama, ya semakin besar kan biayanya (kumulatif), apalagi tenaga2 yang dihire juga ga murah, soalnya tenaga ahli seperti farmacist, ahli kimia, dll. blom biaya eksperimennya, apalagi yang memberi kompensasi ke orang2 yang menjadi kelinci percobaan pada clinical trial, itu juga dalam jangka waktu tertentu. semua itu sama skali ga murah.

    dan perusahaan farmasi itu cuman bisa ngepatenin obat untuk sekian waktu aja, mungkin 20 ato 30 tahun? stelah kadaluarsa masa patennya, perusahaan laen bole menjiplak dengan komposisi yang sama. jadi jelas aja perusahaan pematen itu mau mengeruk keuntungan selama paten masih ada, selain untuk membiayai riset dan develop produk2 obat selanjutnya.

  15. #15
    pelanggan River's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    274
    Quote Originally Posted by etca View Post
    obat paten mahal karena
    1. bayar paten brand dimana pajaknya itu secara berkala tahunannya.
    2. pake packaging... itu ada biaya disain packaging juga.
    3. biaya rep
    4. biaya promo
    5. isinya kadang ditambahin kandungan lain, misalnya vitamin pendukung.

    obat generik yang namanya pake nama umum.
    swasta boleh bikin tapi tetep pake nama umum.

    kalau paten, namanya yang ngasih nama pabriknya.

    amoxicillin
    kalbe : kamoxicillin
    sanbe: amoxan

    antalgin
    paten : novalgin, neuralgin (antalgin + vitamin)

    generik : paracetamol
    paten : sanmol, panadol
    bukan begitu mbak Etca..
    obat paten itu obat2 yang zat aktifnya masih dipegang sama perusahaan penemunya...
    misalnya perusahaan farmasi Z-Farm punya hak paten atas zat aktif tetrasiklin, lalu dia buat obat mereknya Z-siklin
    perusahaan obat lain gak boleh bikin obat yang mengandung zat aktif tetrasiklin, kecuali perusahaan tersebut ada kerja sama dengan Z-farm
    lalu, setelah masa paten obatnya habis (kalau di Indonesia menurut Undang-Undang No. 14 Tahun 2001 itu 20 tahun), formulanya boleh dikopi oleh perusahaan lain.. jadilah obat generik.

    Obat generik ada dua jenis obat generik yang gak bermerek Obat Generik Berlogo (OGB) yang ada gambar garis2 ijo ituh & Obat Generik Bermerek (Branded)
    kalo obat2 yang contoh mbak etca di atas itu obat generik bermerek yaitu obat generik yang dikasih merek oleh perusahaan pembuatnya.. biasa juga disebut obat "mee too"

    Obat branded harganya biasanya lebih mahal dari OGB karena tergantung kebijakan perusaahan yang buat, sedangkan obat generik gak bermerek harganya udah ditetapin sama pemerintah..

    baik obat generik/branded formulanya bisa sama/beda dari produk patennya. kalo obat branded malah suka ditambah macem2 lagi kayak vitamin, dll.. tapi kualitas, keamanan dan khasiatnya bisa dijamin sama kok..

  16. #16
    Barista BundaNa's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    Na...Na...Na
    Posts
    12,679
    sanmol paten? masih murah tuh? yang sirup buat anak2 cuma 11rebu

  17. #17
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    ya kan obat paten beragam.
    dari obat yang lingkar ijo, lingkar biru, lingkar merah, obat G, obat Psi, obat O (perlu diterangin satu2 ga sih?)
    sanmol murah kegolong lingkar ijo dan maspronya buanyak


    mantan pegawe apotek
    *kiddin'

    ---------- Post added at 07:30 PM ---------- Previous post was at 07:28 PM ----------

    paracetamol bukannya lebih murah, kalau beli yang versi kaplet,
    yang diijir dari botol plastik isi 1000 pcs
    *kalau ga salah inget

  18. #18
    ★★★★★ itsreza's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    10,216
    etca fasih banget jelasinnya
    jangan-jangan etca yang posting di kas kus terus dikutip om ronggo

  19. #19
    Chief Cook etca's Avatar
    Join Date
    Feb 2011
    Location
    aarde
    Posts
    11,168
    Quote Originally Posted by itsreza View Post
    etca fasih banget jelasinnya
    jangan-jangan etca yang posting di kas kus terus dikutip om ronggo
    saya pernah jadi apoteker,
    *kidding

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    rep itu apa ya?
    sorry disingkat, itu istilahnya sih medrep.
    alias medical represetatif,
    yaitu seorang detailmen (detailmen = istilah yang sering dipake oleh para PBF (Pedagang Besar Farmasi) sbg sales obat ke dokter2.

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    yang nomer 2 + 5 saya pikir sih faktornya kecil ya. seperti nomer 2, itu kan one time thing, di awal2 aja. sedangkan nomer 5 saya yakin bisa ditekan, nominal aja. sisanya yang 1 dan 4, itu periodik, terutama no 4 itu bisa dikontrol.

    menrutku faktor utama yang bikin mahal ya karena riset and development. proses ngedevelop dan riset obat itu kan sangat lama. harus riset, trus trial klinis, yang blom tentu langsung lolos, kalo gagal ya kembali ke lab riset, trus biaya2 administrasi ngurus ijin, hukum dll. kalo beres semua baru mikirin packaging dan marketing. jauh down the road kalo itu. munculnya satu obat itu lamaaa sekali, ini bukan itungan hari ato bulan, tapi tahunan ato malah dekade. semakin lama, ya semakin besar kan biayanya (kumulatif), apalagi tenaga2 yang dihire juga ga murah, soalnya tenaga ahli seperti farmacist, ahli kimia, dll. blom biaya eksperimennya, apalagi yang memberi kompensasi ke orang2 yang menjadi kelinci percobaan pada clinical trial, itu juga dalam jangka waktu tertentu. semua itu sama skali ga murah.

    dan perusahaan farmasi itu cuman bisa ngepatenin obat untuk sekian waktu aja, mungkin 20 ato 30 tahun? stelah kadaluarsa masa patennya, perusahaan laen bole menjiplak dengan komposisi yang sama. jadi jelas aja perusahaan pematen itu mau mengeruk keuntungan selama paten masih ada, selain untuk membiayai riset dan develop produk2 obat selanjutnya.
    sebetulnya biaya produksi juga tinggi loh.
    sesuatu yang dikonsumsi dalam tubuh manusia jelas ada standar produksi tersendiri.

    saya mau komen yang ttg jiplak menjiplak.
    kalau obat generik pabrik manapun boleh jiplak kok.
    kan komposisinya sudah jelas, karena inilah yang disebut obat umum.
    dan si pabrik ini harus menjual dengan nama umum pula.
    yang kemudian disebut generik.
    Misalnya, obat antibiotik Ampicillin aja kita bisa menemui banyak pabrik yang memproduksi.

    baru deh yang paten, ini jor-joran pake brand sendiri.
    lalu saling mengklaim obatnyalah yang terbaik dengan cara iklan dsb.

    jadi keinget ada kode etik dokter ga boleh beriklan.
    tp jaman sekarang ada aja dokter yang beriklan karena si dokter tsb jg merangkap jadi artis

    Quote Originally Posted by Ronggolawe View Post
    masalahnya di Indonesia, salah satu tambahan bi
    aya promosi adalah Komisi untuk para dokter yang
    meresepkan obat paten. bisa berupa biaya kuliah
    spesialis, biaya seminar, biaya sertifikasi, biaya li
    buran, biaya lain-lain...
    betul.
    FYI, seorang dokter harus memiliki ijin praktek untuk praktek,
    baik praktek berdiri sendiri ataupun sekedar kerja di suatu klinik/rumah sakit.
    Ijin ini musti diperbarui err gw lupa kalau ga salah setahun sekali kayaknya.
    ijin ini diurus di wilayah kota masing2.
    dan untuk mendapatkan ijin salah satu syaratnya harus mengumpulkan sekian poin ikut seminar.
    nah seringkali rep memberikan penawaran kepada dokter bila obatnya yang ditawarkan diresepkan ke pasien maka si dokter tersebut akan dibayarin seminar A.
    atau diberikan uang bonus.
    macam2 sih sesuai kesepakatan.

    ---------- Post added at 08:53 PM ---------- Previous post was at 08:43 PM ----------

    Quote Originally Posted by ndugu View Post
    saya sebut itu biaya ngelobi, yang juga ga sedikit
    ada banyak tuh dokumentari mengenai lobi2 perusahaan farmasi ini ke kongres juga (supaya lulus sensor)

    rada2 messed up dunia farmasi gini sebenarnya
    nambahin,
    untuk melobi skala besar, misalnya nih targetnya adalah suatu rumah sakit.
    kita semua tahu peredaran obat di rumah sakit adalah sangat besar.
    untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit itu, terkadang pihak departemen Farmasi yang bersangkutan mengadakan Tender. Dan dapat diikuti oleh berbagai PBF (Pedagang Besar Farmasi)

    Tender akan dianggap goal jika sudah ditanda tangani oleh Kepala Farmasi dan mengetahui Direktur Rumah Sakit tersebut.
    Nah ini tergantung dari Kepala Farmasinya bisa diberi uang pelicin atau enggak

    FYI untuk RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) jika hendaak mengadakan tender pengadaan obat atau alat kesehatan, pihak rumah sakit tidak dapat semata mengadakan jual beli loh.
    Harus mengajukan permintaan anggaran ke departemen kesehatan di tingkat propinsi dan disetujui.
    Nah anggaran ini harus dapat dikembalikan ke propinsi pada kurun waktu tertentu.

    ini baru level Rumah sakit milik pemerintahan,
    padahal masih banyak Rumah Sakit swasta, klinik, praktek dokter, puskesmas dll

    ps :
    jangan nanya link sumber yah
    ini saya tulis berdasar ingatan saya ngobrol2 dengan orang yang kebetulan pernah berkecimpung di dalamnya.

  20. #20
    pelanggan setia Ronggolawe's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    5,137
    masalahnya di Indonesia, salah satu tambahan bi
    aya promosi adalah Komisi untuk para dokter yang
    meresepkan obat paten. bisa berupa biaya kuliah
    spesialis, biaya seminar, biaya sertifikasi, biaya li
    buran, biaya lain-lain...

Page 1 of 2 12 LastLast

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •