wah.. dengan segala hormat
saya apoteker yang pernah bekerja di 3 pabrik obat yang berbeda...dan saya disini mencoba mengkoreksi..
2 diantara perusahaan tersebut memproduksi beberapa produk obat yang diperuntukkan sebagai generik dan branded generik..
jadi 1 produk dibagi untuk 2 macam = branded generik dan generik
proses produksinya semua sama aja gan...
yang beda adalah di kemasannya saja..
bahkan produk perusahaan saya saat itu memproduksi obat generik dengan
nama berbeda.. versi brandednya harganya 1 blister sekitar Rp. 50.000-an, versi generiknya harganya dibawah Rp.10.000 dan ISINYA 2 BLISTER!!
kl gitu kenapa perusahaan obat g bikin obat generik aj..?????
lalu knp perusahaan obat g bikin obat paten dengan harga generik..?????
bayangkan keuntungan yang didapat jika upping price-nya saja sampai lebih dari 10 kali lipat?...itu dia alasan dari pertanyaan agan :
selain itu kenapa dinaikkan sedemikian banyak adalah karena sistem pemasaran perusahaan farmasi di indonesia ini masih memberi reward pada dokter yang meresepkan obat tersebut... jadi sebagian keuntungan dari obat branded itu masuk ke kantong dokter..
kenapa beda khasiat?
yang pertama karena "placebo effect" yang udah diterangkan sebelumnya...
yang kedua, bahan baku yang digunakan oleh masing2 industri farmasi berbeda..
kalau agan bilang berbeda, maka saat agan minum pasti beda..karena itu keyakinan agan..tapi kalau agan yakin sama, maka agan akan merasakan khasiat yang sama...
seperti yang semua motivator bilang, " kalau anda yakin bisa, anda pasti bisa"