Results 1 to 20 of 24

Thread: Akronim: melahirkan "kata" baru, memudarkan kata asli

Threaded View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    gogon's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    earth
    Posts
    4,845

    Akronim: melahirkan "kata" baru, memudarkan kata asli

    Arti Akronim menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia:

    Kependekan yg berupa gabungan huruf atau suku kata atau bagian lain yg ditulis dan dilafalkan sbg kata yg wajar (msl mayjen mayor jenderal, rudal peluru kendali, dan sidak inspeksi mendadak)

    pada wikipedia, ada contoh akronim yang salah yaitu STNK dan BPKM.
    Parahnya lagi, BPKM itu dobel salah; itu bukan akronim dan ngga ada istilah BPKM, adanya BPKB

    bahasan utama
    Ada banyak akronim yang sudah sangat sering dipakai di masyarakat, sehingga banyak masyarakat yang tidak tahu bahwa itu adalah akronim, bukan kata dasar.
    Misal:
    tilang = mati langkah bukti pelanggaran
    internet = interconnection network
    modem = modulator - demodulator
    rudal (seperti contoh di atas).

    Ada juga akronim yang masih terlihat ciri akronimnya.
    Misal:
    baksos = pasti sudah pada tahu artinya bakti sosial
    curanmor = pencurian kendaraan bermotor
    gepeng = gelandangan dan pengemis
    suramadu = sekasur sama madu surabaya-madura
    miras = minuman keras
    narkoba = narik kolor bapak narkotik dan obat terlarang,
    ----------pengganti akronim naza = narkotik dan zat aditif

    Terakhir, ada akronim yang terdengar aneh dan dipaksakan. Sehingga tidak populer dan hilang begitu saja, atau jarang terdengar
    misal:
    upal = uang palsu



    silakan opini para KM-ers mengenai akronim.
    dan kalo punya akronim tipe yg pertama (tilang/modem dsb) mohon di-share

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •