kabar gembira buat fans musik era 70-80an


Lagu Zaman Sekarang Seragam dan Membosankan

TEMPO.CO , Madrid - Kabar gembira bagi para penikmat musik yang berusia di atas 35 tahun. Sebuah penelitian terbaru mengindentifikasi musik modern sebagai musik yang hanya semakin nyaring tapi terdengar membosankan. Musik zaman dulu (jadul) mungkin terdengar lebih enak.

Sebuah tim penelitian yang dipimpin pakar kecerdasan buatan Joan Serra dari Dewan Riset Nasional Spanyol mempelajari lagu-lagu pop yang diciptakan selama kurun 1955-2010. Mereka membedah konten audio dan lirik lagu, lalu mengubahnya menjadi data yang dapat diolah. Ribuan koleksi lagu diambil dari arsip besar bernama Million Song Dataset.

Serra dan rekan-rekannya mempelajari musik yang beredar selama 50 tahun terakhir menggunakan sejumlah algoritma rumit. Mereka menemukan bahwa lagu-lagu pop secara intrinsik menjadi lebih nyaring dan hambar dari segi kunci nada, melodi dan jenis suara yang digunakan.

"Kami menemukan bukti terjadinya homogenisasi progresif terhadap musik," kata Serra seperti dikutip Reuters, Sabtu, 28 Juli 2012.

Tim penelitian yang dipimpinnya secara khusus memperoleh sejumlah indikator numerik yang menunjukkan keragaman transisi antara kombinasi nada. Hasilnya memang cukup mengejutkan. "Keragaman kunci nada dan melodi secara konsisten berkurang dalam 50 tahun terakhir," ujar dia.

Mereka juga menemukan warna suara dalam perkembangan musik modern juga semakin miskin. Padahal nada yang sama dimainkan pada volume yang sama pada piano dan gitar akan menghasilkan warna suara yang berbeda.

"Kami menemukan musik modern, seperti pop, memiliki variasi warna suara yang terbatas," ujar Serra.

Musik modern juga terdengar semakin nyaring. Kenyaringan intrinsik, Serra mengatakan, adalah besaran volume yang dimasukkan ke sebuah lagu sewaktu direkam. Setelan volume ini dapat membuat suatu lagu terdengar lebih keras dari lagu lainnya bahkan pada pengaturan volume yang sama pada peranti pengatur suara (amplifier).

Serra mengatakan pengubahan setelan berpengaruh banyak terhadap kualitas suatu lagu. Ia mencontohkan, lagu-lagu jadul yang direkam ulang dengan kenyaringan volume yang ditingkatkan, progresi kunci nada yang lebih sederhana, dan instrumen musik yang berbeda bisa terdengar baru dan lebih modis.

Lalu siapa pihak yang bertanggung jawab atas "melorotnya" kualitas musik modern selama setengah abad terakhir?

Industri musik telah lama dituding sebagai pihak yang sering mendongkrak setelan volume saat suatu lagu direkam. Tapi Serra mengatakan ini adalah pertama kalinya dugaan memburuknya kualitas musik modern ditopang hasil penelitian ilmiah.

Penelitian Serra dan rekan-rekannya, yang diterbitkan dalam jurnal Scientific Reports, dapat dijadikan resep berguna bagi para musikus untuk mencegah keringnya kreativitas dalam menciptakan dan mengaransemen musik.

REUTERS | TELEGRAPH | MAHARDIKA SATRIA HADI