Jarang ada orang menyadari potensi minyak kelapa sawit yg luar biasa, Minyak yg dihasilkan oleh kelapa sawit per hektarnya bisa 7-10x lipat minyak dari tumbuhan lain seperti kedelai, jagung, bunga matahari atau canola.

Itu sebabnya Sawit merupakan sumber energi nabati terbesar di dunia.
Tingkat produktifitas yg tinggi juga menyebabkan perkebunan sawit lebih ramah lingkungan dibanding perkebunan minyak nabati lainnya.

Namun Sawit hanya tumbuh di negara Tropis.
Hingga kini penguasa minyak sawit dunia adalah Indonesia dan Malaysia.

Amerika dan negara barat hanya bisa membudidayakan tanaman lain yg kurang produktif seperti kedelai, jagung dll
Itu sebabnya Amerika melakukan serangan2 gencar terhadap Minyak Sawit.

Serangan pertama dilancarkan di tahun 80an, minyak sawit dituduh sebagai satu2nya tumbuhan yg mengandung kolesterol yg berbahaya bagi tubuh.
Tuduhan ini adalah bohong besar karena Perlu diketahui bahwa tidak ada satupun tanaman yg bisa menghasilkan kolesterol, kolesterol diproduksi oleh liver mamalia.

Butuh waktu lama bagi indonesia untuk menjelaskan masalah ini kepada masyarakat, setelah masyarakat tahu bahwa minyak sawit tidak mengandung kolesterol, serangan berikutnya dilancarkan yaitu : Minyak kelapa sawit menyebabkan tubuh manusia meningkatkan produksi kolesterol !
Kampanye ini disebarkan melalui dokter2 dan artikel medis sambil disusupi pesan agar masyarakat mengganti minyak gorengnya dengan minyak yg lebih sehat seperti minyak canola atau bunga matahari produksi barat.

Padahal semua minyak ini sama yaitu sehat pada saat dingin dan mulai menjadi minyak jelek pada saat dipanaskan diatas 150'C.

Meskipun diserang bertubi2, Minyak sawit tak terbendung, Indonesia dan Malaysia merangsek dunia perdagangan seluruh dunia dengan produksi minyak sawit yg melimpah.
Amerika dan Eropa kebakaran jenggot dengan dominasi minyak asia tenggara ini dan terus melancarkan serangan, kali ini dengan isu lingkungan.

Indonesia dan Malaysia dituduh merusak hutan dengan membuka ladang sawit besar2an, juga dituduh membunuhi Orang Utan dan hewan2 dilindungi lainnya.

Tuduhan ini mungkin ada benarnya, tapi Indonesia sudah mengikuti semua protokol perlindungan alam Internasional.
Selain itu Perkebunan Kelapa Sawit jauh lebih ramah lingkungan dibanding perkebunan minyak nabati lainnya, sayangnya indonesia tidak berani menyerang balik betapa Perkebunan2 negara barat juga merusak lingkungan disana.

Kampanye Lingkungan ini sangat masif terutama dinegara barat, seorang anggota KM yg tinggal di Belanda sampai takut menggunakan Minyak Sawit karena takut ikut berkontribusi terhadap perusakan alam.

Serangan selanjutnya masih berlangsung.

Saat harga Minyak Bumi meningkat drastis dan ladang2 mnyak mulai berkurang, Minyak nabati mulai dilirik sebagai pengganti minyak bumi.
Namun belum apa-apa Minyak Sawit sudah di blok dari awal oleh Amerika dan dicap sebagai minyak yg tidak efisien dijadikan bahan bakar karena produksinya menghasilkan polusi diatas ambang batas yg diperbolehkan.

Semua serangan2 terhadap minyak sawit seringkali menggunakan penipuan dan pseudo science, para scientist disuap untuk mengumumkan penelitian2 yg cacad dan tidak fair.

Belakangan, mentri perkebunan Indonesia dan Malaysia berencana melakukan perlawanan terhadap serangan ini dan membuat penelitian2 science sendiri yg lebih jujur.

Tapi dengan naiknya harga minyak dan gonjang ganjing di wilayah Timur Tengah, kemungkinan masa depan ladang Minyak Nabati di Asia Tenggara tidak akan tenang.
Kemungkinan besar Indonesia dan Malaysia bisa menjadi negara penguasa Energi menggantikan negara2 Arab.