Quote Originally Posted by AsLan View Post
Ada satu macam logika yg ingin saya tanyakan.

Otak yg tenang menghasilkan gelombang dengan frekwensi Theta.
Tapi apakah memberikan suara dengan frekwensi Theta akan membuat otak menjadi tenang ?

Analogikanya begini:
Anak yg pintar matematika akan menghasilkan Raport dengan angka 9 di bidang tersebut.
Tapi apakah mengubah angka 5 menjadi 9 diraport anak lainnya akan membuat dia jadi pandai matematika ?

atau analogi yg lebih ekstrimnya begini :
Seekor kucing akan menghasilkan suara "meong"
apakah membanjiri seekor anjing dengan suara "meong" akan mengubah anjing itu menjadi kucing ?

Orang yg jatuh cinta akan menghasilkan gelaombang otak yg special, tapi apakah membanjiri otak orang lain dengan gelombang2 yg sama akan membuatnya menjadi jatuh cinta ?

Analogi lagi yuk...
Orang yg sedang jatuh cinta, jantungnya akan berdebar dan wajahnya akan bersemu merah saat bertemu kekasihnya.
Apakah memerahkan muka seseorang dan mendebarkan jantungnya dengan cafein akan membuat seorang menjadi jatuh cinta ?
tarzan sejak kecil di hutan, suaranya cuma "uk ak ukkkk" kek kawanan sekelilingnya kan?
kalau ditanya soal macam di atas, ya gw jawab ga bisa.
semua kan butuh proses n banyak parameter lain yang mendukung agar tujuannya tercapai.
brainwave hanya salah satu unsur pembantu.
Quote Originally Posted by cha_n View Post
ini maksudnya kita disarankan berada pada tahap theta selama periode tertentu supaya ga perlu tidur gitu ya?
dalam kondisi normal bisa berada di tahap theta ga? tanpa harus mendengarkan musik?
musik ini kan gunanya cuma menstimulasi doank cha_n,

Quote Originally Posted by itsreza View Post
di KM harus segala ilmiah ya, keterkaitan brainwave dan cinta jelas bukan science
namanya juga pake trik ala marketing
bikin trik dengan judul dibumbui dikit supaya laku,
kalau cuman brainwave, keknya cuma dikit orang yang tertarik karena materinya dirasa berat.