pertama, bawang! bawang! bawang! ini bahkan lebih buruk daripada jengkol. bawang is everywhere

saat makan bawang, mulut saya selalu mengalami sensasi aneh. sikat gigi kadang tidak cukup. tapi sekarang saya sudah bisa menolerir bawang goreng (hanya bawang goreng yg kering kerontang)--karena emang sulit dihindari, dimana-mana ada, mulai dari nasi goreng hingga pizza itu sebabnya kemana-mana selalu bawa permen penyegar mulut
kedua, telur goreng yg penuh bawang! kenapa sih orang2 gak mau meninggalkan telur goreng yg diceplok polos saja tanpa campur tangan bawang? apalagi biasanya bawangnya yg masih mentah (hijau). Dan pasti saya skip menu telur dadar yg sampai hijau penuh bawang
ketiga, kuah atau gorengan atau tumisan apapun yg menyengat penyedap rasanya. pasti langsung saya skip. saya bisa mentolerasi asin yg berlebihan, tapi tidak untuk gurih berlebihan
keempat, makanan/minuman apapun yg DIADUK! Tak pernah masuk ke logika saya, ada orang yg mengaduk buburnya sebelum makan! (seriously, itu mirip muntahan!) jus yg jelas-jelas udah diblender sebelumnya, pas nyampe di gelasnya udah malah diaduk lagi mie ayam/baso yg diaduk... ohmigot.. mimpi buruk macam apa itu

tentu saja saya masi bisa menerima kalau makanan diaduk di panci saat dimasak, tujuannya jelas biar bumbu teraduk. tapi kalau diaduknya di mangkuk/piring/gelas... arghhh...
kalau makan bubur bareng orang lain, biasanya saya merem buat menghindari pemandangan yg mengerikan. mana bubur biasanya ditambahi bawang pula, baik bawang kering maupuun bawang basah (jelas bubur bukan menu favorit saya)
kelima, durian.
keenam, udang. alergi