Sungguh menyebalkan, mengecewakan dan menyakitkan memang, saat kita sudah capek raga dan hati memikirkan seseorang, tapi ternyata dia tidak memikirkan kita. Bahkan ingatpun tidak. Waktu kita, energy kita rasanya habis untuk dia. Tetapi kesia –siaan yang kita rasa. Hal demikian sangat sering terjadi pada kita yang sedang menaruh rasa dan harapan pada seseorang. Celakanya rasa itu kadang datang tidak Cuma sekali. Bisa berulang kepada orang yang berbeda.

Jika kita sedang merasakan hal tersebut, agar kita bisa lebih nyaman dan tidak terganggu pikiran kita, ada beberapa langkah yang harus kita lakukan.

Pastikan sebab dan tujuan kita memikirkan dia apa? Apakah karena rasa suka/cinta dan ingin bersama? Atau rasa benci dan dendam sehingga kita terus memikirkan bagaimana membuatnya menderita.

Bila karena suka/cinta, ungkapkanlah…:^_^:.agar jelas bagaimana perasaannya pada kita. Agar dia tahu dia adalah seorang yang special untuk kita. Bila ternyata dia satu rasa alhamdulillah jika tidak kita segera bangun menyadarinya.Tapi biasanya kita, bagi para wanita, sungkan, gengsi atau malu untuk bilang secara langsung karena begitulah budayanya, sehingga untuk mengungkapkan bukan jalan keluar yang bisa dilakukan…. Tapi dalam nilai2 islam. Ini sebaiknya dilakukan oleh yang sudah bersiap untuk menikah. Minimal pembicaraan menuju pernikahan.

JIka langkah kedua tidak sanggup kita lakukan. MUngkin malu atau belum siap menikah, tetapi masih terbayang bayang dia, kita luangkan waktu untuk berdiam dan bertanya pada diri sendiri. Dan renungkan hal2 di bawah :

1. Apa sih untungnya mikir dia terus?
Meskipun dia terlihat sempurna, ingatlah dia juga mempunyai kejelekan. ..
Ada hal lain yang harus kita kerjakan. Bisa belajar, amanah dalam keluarga atau tugas2 lain…jika tidak kita kerjakan, akan berantakan langkah2 kita.

2. Seseorang yang indah bukan Cuma dia saja.
Mau jadi apa kita bila kita habiskan waktu untuk melamun, sedang waktu semakin membuat kita tua dan sampai pada batas umur kita.
Jodoh di tangan ALLAH.. tidak bisa kita tentukan meskipun dgn memikirkan selama seribu tahun.
Bila memang jodoh, pasti akan dipermudah dan didekatkan Oleh ALLAH.

3. Masa depan kita masih panjang. ..sedang kita belum bisa jadi apa yang kita harapkan.
4. Perbanyakk aktivitas dan kegiatan yang menggunakan pikiran.

Bila langkah tiga dan empat masih belum bisa…

jalan terakhir. PUTUS KONTAK. InsyaAlLah dengan berjalannya waktu. Allah akan memalingkan hati kita kepada hal yang kita hadapi dan bisa melupakan apa yg ada.
Demikian sedikit cara agar kita bisa menghilangkan agar tidak terbayang bayang si dia. Karena dibuat instan jadi ala kadarnya. untuk yang lain silahkan menambahkan.

sumber: klik

==========================

seneng diriku saat nemu tulisan ini, bermanfaat banget... bisa nyemangati diri sendiri juga

jadi ke ingat temen dekatku, begitu menyukai cowok yang cowoknya sendiri gak tahu kalau temenku itu suka sama dia,, malah akhirnya si cowok merid,
dianya malah uring2an,, suka sedih tiba2,, malah setiap status fb-nya bilang hatinya tertekan, tergores, bagai sayatan pisau.

sebagai temen, aku ngasih semangat,, persis seperti tulisan diatas, bahwa menyukai seseorang yang tidak memerhatikan kita, adalah buang-buang waktu,,
seharusnya kita bisa produktif, menjadi lemah dan pesimis akan kehidupan.

persis.

Spoiler for cuman yah kontras:
diriku pun tahun lalu pun kena hal tersebut,, bisa2nya diriku menasehati temanku, sedangkan diriku aja,, klw tiba2 ke ingat dia,,
misalnya gak sengaja ada tulisan atau kata2 yang mirip dengan kisahku dulu,, bisa mewek sendirian.. serasa mikir.. tidak beruntungnya diriku
8 tahun, selama SMU menyukai satu orang, dan tidak berani mengungkapkan. Malah pas sudah hampir dekat, dianya malah dekat sama temenku sendiri.

tapi lalu secepatnya, menyadarkan diri,, dirinya yang aku sukai, sudah memiliki pacar, sudah kuputuskan untuk putus kontak dengannya. baik dengan temanku sendiri, mereka berdua ku ignore di FB dan ku hapus jadi temanku.

aku harap dengan begitu, aku bisa melupakannya. Karena 8 tahun, serasa sia2 menyukai orang, yang tidak menyukai kita.

Yang parahnya, sekarang diriku menjadi trauma dengan suatu hubungan atau dengan kata lain cinta. jadi takut dengan lawan jenis, membatasi diri, dan sering tertutup, karena memang tidak menyukai hal yang menyakiti hati. Apakah menurut teman2, itu normal?

dulu diriku seneng bikin cerpen2 tentang roman, puisi dan sajak tentang roman, malah sekarang, aku merasa kurang mood untuk menuliskan terlalu banyak, padahal dahulu, rajin nulis dimana2,, sekarang inspirasi itu seperti hilang, karena patah hati yang membekas,

mungkin mirip seperti sobatku itu,, cuman ya di hadapan dia, aku mah nyantai2 aja,, dia tahu masalahku, tapi aku gak pengen ngerepotin dia, mikirin hal yang seharusnya mudah aku lupakan, seperti nasehatku padanya. karena aku gak pengen, dia sepertiku.

Menurut teman-teman, normalkah masa transisi ini? *jadi pengen ke psikiater* lebay*

btw bener khan di taruh disini,, males ah di curhat,, bosen curhat mulu