-
organ indra manusia sangat sensitif, namun kepekaannya sangat disesuaikan dg durasi waktu. pas masuk ke dalam goa yg gelap, kita akan gelagapan gak bisa liat apa-apa. setelah beberapa saat dengan penyesuaian, mata akhirnya bisa melihat dalam remang-remamng tsb. orang yg tinggal di jalan raya, bakal merasakan suara bising yg mengganggu, setelah beberapa saat, suara bising tsb dirasakan tidak semengganggu kebisingan sebelumnya. jadi ada korelasi antara tingkat kepekaan dg toleransi "membiasakan". dan umumnya ini berkaitan dg durasi waktu. Hal yang sama berlaku utk hidung.
jika masuk ke kandang kambing, akan terasa aroma menyengat. 15 menit kemudian, bau yg tercium tidak semenyengat yang dirasakan sebelumnya. Ketika masuk ke dalam goa pas geotrek kemarin, banyak anggota rombongan saya yg mual2 karena bau guano (kotoran kelalawar), beberapa bahkan ada yg enggan masuk sebelum akhrinya berhasil di bujuk bahwa kondisi di dalam tidak sebau di mulut goa. ketika pas pulang keluar goa, bahkan tidak ada lagi yg mengeluh aroma busuk guano tsb.
indra penciuman, hanya bereaksi thp bahan kimia bau-bauan (kemoreseptor). zat kimia ini masuk ke dalam lubang hidung, nempel di hidung karena hidung mengandung selaput lendir yg berhubungan dg sel2 kranial sbg reseptor saraf pembau. dr saraf reseptor ini diteruskan ke otak untuk diinterpretasikan. jika dalam waktu lama kita berada dlm kondisi bau-bauan yg sama (zat kimia yg nempel di lendir masih sama), interpretasi otak utk bau-bauan tsb akan "melemah". otak akan menyuruh kita "abaikan saja bau-bau tsb, dan biasakanlah dg kondisi bau tsb" sehingga lama kelamaan kita jadi kebal thp aroma tsb. Karenanya, orang yg bau badan cenderung tidak menyadari dirinya bau badan karena dia sudah terbiasa dg baunya sendiri.
you can also find me here 
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules