Sabtu, 10/03/2012 | 11:59 WIB
Jakarta – Curahan hati Ketua Umum Partai Demokrat (PD) Anas Urbaningrum di jejaring sosial Twitter membuat akhir pekan ini ‘sumringah’. Bagaimana tidak, aneka komentar dan mayoritas menanggapi dengan guyonan menghiasi dinding para tweeps (sebutan untuk pengguna Twitter,Red) hingga Sabtu (10/3) hari ini.
Budayawan Sudjiwo Tedjo, misalnya, mengatakan dalam akun Twitter-nya, @sudjiwotedjo. "Cukup sudah Jakarta punya hantu Pondok Indah, Hantu Jeruk Purut, Hantu Cassablanca, jangan nanti ditambah2 lagi dengan Hantu Monas."
Lain lagi dengan Butet Kartaradjasa, melalui akun Twitter-nya @masbutet, budayawan yang terkenal dengan aksi-aksi monolognya itu mengatakan, "Asal muasal MONAS ternyata bukan singkatan Monumen Nasional. Tapi dari reaksi heran seorang tukang tadah: 'Mosok ta Nas?”
Sekadar diketahui, dalam satu kicauannya di akun @anasurbaningrum menuliskan "Kalau saya korupsi wisma atlit dan hambalang, satu rupiahpun, saya bersedia ditembak mati atau digantung di Monas. Bgm dng yg bikin fitnah?" yang diunggah Jumat (9/3) sore.
Politikus Partai Golkar, Indra J. Piliang, saat ihubungi menduga Anas, "Telah terluka terlalu dalam, sehingga bertindak tak logis." Menurut Indra, yang mengaku kenal dengan Anas cukup dekat, hukuman gantung tidak pernah ada di Indonesia. Begitu pun tembak mati, yang tidak bisa dilakukan di tempat umum."Saya kira ini sesuatu hal yang analogis dari seorang Anas," katanya. Ia menambahkan, "Substansinya enggak Anas banget."
Saat dikonfirmasi pagi ini melalui pesan pendek Anas mengakui pernyataan itu, “Itu mah bukan emosional, itu variasi ala Suroboyoan,”tulisnya.
Di akhir curhatnya—sebelum kemudian mengunggah komentar mengenai permianan Garuda MNuda melawan Brunei—Anas juga menulis , “Oya tweeps. Sy ngetwit sendiri, akun ini tidak dibajak," ujarnya.
Banyak pula yang memilih mencatatnya sebagai janji Anas. "Catat" atau "Twittermu adalah harimaumu" bunyi dua kicauan di antaranya.
Fadjroel Rachman, seorang aktivis, dalam akun Twitter-nya, @fadjroel, membalas dengan sebuah nazar. "Karena @anasurbaningrum siap digantung di Monas kalau korupsi Rp.1. Saya siap dibotak deh di Monas kalau anas jd tersangka @KPK_RI. Ikut?" katanya.
Ajakannya itu segera direspons atau di-reetwet sejumlah followers-nya yang menyatakan siap bergabung dalam aksi botak tersebut. "Ikut mantap bang," kata Musriadi M. dalam akun @MusriadiWest.
Padian Adi Syahputra, yang mengaku berasal dari Medan, juga siap bergabung dengan aksi botak tersebut. "Saya daftar dari Medan," kata dia dalam akun @padianadi.
Bukan hanya followers pria, ada pula wanita bernama Rike Iskandar yang siap mencukur seluruh rambutnya. "Ikut, seribu botak untuk anas," katanya dalam akun @akewrike.
Tantangan lain juga muncul dari Irfan Wahidi melalui akunnya, @irfanwahidi60, menyatakan "klau brsih tlong buktikan bhwa rmh, mbl dan harta anda lainnya yg diatas 10 M bukan dperoleh dr manipulasi sbg politikus," ujarnya.
"Udah sumpah pocong ajah," kata mamak thok dalam akunya @mamakthok. Rizal Mustary "Setuju, tembak koruptor," katanya dalam akun @rizalmustary.
Meski telah menjadi perbincangan luas, pernyataan Anas tidak digubris oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) . Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto mengatakan KPK akan tetap mengusut tuntas kasus korupsi proyek ini."Kami berupaya keras untuk dapat menangani perkara lebih cepat dan akuntabel di tengah berbagai keterbatasan, tekanan, dan dorongan," ujarnya.
Bambang menuturkan KPK harus profesionalitas. Menurut dia, lembaga antikorupsi itu akan membuktikan kasus yang ditanganinya bila sudah cukup bukti. "Dengan dua alat bukti, tidak lebih dari itu," katanya.
Sebelumnya KPK berencana memeriksa Anas dalam proyek Hambalang setelah dilakukannya ekspose pada Kamis, 8 Maret 2012. KPK sendiri sudah tiga kali menggelar ekspose dalam tahap penyelidikan proyek tersebut.
"Kemungkinan Anas akan dimintai keterangan dalam penyelidikan ini," kata juru bicara KPK, Johan Budi S.P.
Proyek Hambalang berbiaya Rp 1,2 triliun menyeret nama Anas setelah ada pernyataan mantan Bendahara Umum Partai Demokrat, Muhammad Nazaruddin. Nazaruddin membeberkan ihwal keterlibatan Anas di proyek pusat olahraga pada 2010 itu.
Pernyataan Nazaruddin kembali disampaikan dalam persidangannya kala menjadi terdakwa suap Wisma Atlet Jakabaring, Palembang. Nazaruddin mengatakan duit proyek Hambalang sebesar Rp 50 miliar mengalir ke Kongres Partai Demokrat di Bandung pada 2010. Uang itu disebutnya untuk pemenangan Anas sebagai Ketua Umum Demokrat.
![kopimaya [dot] kom - Secangkir Kehangatan di Dunia Maya - Powered by vBulletin](images/misc/vbulletin4_logo.png)


," katanya dalam akun @akewrike.


Reply With Quote




Budayawan Sudjiwo Tedjo, misalnya, mengatakan dalam akun Twitter-nya, @sudjiwotedjo. "Cukup sudah Jakarta punya hantu Pondok Indah, Hantu Jeruk Purut, Hantu Cassablanca, jangan nanti ditambah2 lagi dengan Hantu Monas."

