-
lanjutin ya 
masih di hari pertama, bangun tidur, saya jalan2 deh. nah, biasa hostel ato di hotel2 kan ada nyediain brosur2 ato peta2 yah. yang ini ngga. sehingga kesanku kok tempat ini ngga tourist friendly ya?
not surprising juga sih, soalnya sudah pernah saya baca kalo dubai memang bukan kota buat backpackeran. but in any case, waktu saya minta peta di receptionist hostel, dia harus ke rak dulu untuk ngambilnya, dan katanya tolong dibalikin waktu check out
heh. lucu juga. waktu udah diluar pas saya buka2 petanya, baru sadar ini dalam bahasa itali
*doh* geblek juga.
ya sudah lah. saya jalan ke stasiun metro yang terletak di seberang hypermart deket hostel, dan liat peta kereta di sana. sempat kepikir mo ke daerah distrik historik yang ada di daftar harus-saya-kunjungi, tapi waktunya nanggung, karena sudah siang / sore. jadinya saya ganti ke dubai mall / burj kalifah aja deh (bangunan tertinggi di dunia). sistem metronya simpel aja, cuman ada 2 line. dan ke situ saya harus transfer sekali ke line yang satunya. cukup gampang deh. and what struck me was, banyak sekaleee orang filipinnya, selain india ya
prasaan justru banyakan orang asing dalam kereta dibandingkan orang arabnya sendiri
sampe di situ, tinggal naek shuttle ke dubai mall. yang saya ga sadar sampe waktu liat di peta, kalo ternyata dubai mallnya tuh ada di sebelahnya burj kalifah aja. dan penjualan tiket ke observatory decknya burj kalifah juga dilakukan di dalam dubai mallnya. mahal juga. dan sold out! laku sekali ya
jadi saya cuman jalan2 di sekitar mall itu aja. sekalian nyari makan, mo isi perut dulu sebelum minum obat lagi. makanan di food courtnya cukup bervariasi juga. dari sandwich maupun pasta ato pizza, sampe burito, salad, nasi goreng maupun sate
stelah keliling2, pilihanku jatuhnya ke pizza deh.
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules