-
Baru baca 1 bab--omigosh, tiga hari berturut2 miting dari jam 8 pagi s/d 7 malam terus 
Kesan: lay-outnya cantik 
komposisi cover, layout awal bab, jeda plot dalam bab, amat cantik.
oya, di bab 1, ditulisnya, "dilihatnya kalender--masih ada sisa liburan satu minggu" (hal. 4), tapi di halaman 8, liburan di Yogyanya cuma 3 hari. Dan sangat disayangkansekali, utk anak muda seperti Ryd yg "nyentrik", petualangan 3 hari di Yogyanya benar2 dibablasin gak dikasih detail. penambahan detail kegiatan apa saja yg dia kunjungi selama 3 hari itu, pasti bakal unik (saya gak terllau yakin, kalo selama 3 hari itu si Ryd bakal luntang-lantung masuk Museum Jogja Kembali, atau tempat wisata umum lainnya, harusnya dia menjelajah Jogja yg eksotis, yg sayangngnya gak dibahas 
Selera musik si Ryd sangat keren, meski saya sangat meragukan ada anak SMA zaman sekarang yg sangat familiar dg The Doors. meski saya sangat dukung selera musiknya, tapi rasanya kurang believeble. 
Dan settingan sekolahnya--penggambaran ekstrem antara anak gaul vs anak kaya (kok saya jadi inget film2 remaja asia yg dimana anak2 elit nongkrong di mobil mewah macam di Meteor Garden itu) di sekolah SMA di kota Malang--yg notabenennya bukan kota yg segemerlap Jakarta/Surabaya/Bandung, rasanya visualisasinya terlalu... er... mengada-ngada. daripada berdasarkan pengamatan, tampaknya lebih karena berdasarkan gambaran imajinasi "stereotip" yg gak beneran ada di dunia nyata 
Hehe, rasanya masih ada beberapa detail lain yg dirasa mengganggu, cuman lupa lagi. ntar deh sekalian kalo dah menginjak bab 2 
btw, another review,
http://thebookielooker.blogspot.com/...jevo-jett.html
you can also find me here 
Tags for this Thread
Posting Permissions
- You may not post new threads
- You may not post replies
- You may not post attachments
- You may not edit your posts
-
Forum Rules