Results 1 to 20 of 111

Thread: Buku Bulan Maret 2012: Jatuh Cinta | Jevo Jett

Hybrid View

Previous Post Previous Post   Next Post Next Post
  1. #1
    pelanggan Jevo Jett's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Timbuktu
    Posts
    253
    Thank u Kingform, reply gue juga udah di postingan sebelumnya....

    Quote Originally Posted by Ray Surya View Post
    klo kata d'masive, kasus seperti itu disebut: terinspirasi.
    sebagaimana lagu d'masiv mirip lagu my chemical romance.
    & gaya sm*sh terinspirasi super junior

    ada kata2 bijak: klo pengen bisa bikin komik yg keren, jgn sering baca komik, karena apa yg diingat dalam alam bawah sadar bisa menimbulkan karya yg mirip komik yg udah ada.
    makanya komik2 indon yg muncul skrg gambarnya mirip manga jepang. d'masive sih bilangnya terinspirasi, klo dian sastro bilangnya plagiat, klo ka*kuser bilangnya maho
    Wait, ada yang perlu digarisbawahi nih, terinspirasi ama plagiat itu dua hal yang berbeda, ya.
    Begitu juga dengan meniru dan menjiplak.

    Dalam musik, suara yang terdengar mirip belum tentu sama nadanya, irama yang mirip belum tentu sama notasinya.
    Balik ke karakter, gue sih terserah opini publik aja ngeliatnya gimana, dan dari sudut pandang mana.

    Yang pasti nih kalo tentang Ryd, ‘rohnya’ ya emang gue hembuskan dari lagunya Edane itu. Segala attitude-nya kayak gambaran di lagu itulah. Anak muda yang( pengennya) rock n’ roll banget….
    Dan Ryd bisa jadi dirinya sendiri tuh, nggak ikut2an Lupus yang doyan permen karet.

    Gue menggambarkan Ryd dan teman-temannya itu sesuai dengan kondisi sosial terkini, dimana urusan bokep tuh udah jamak banget, dan bukan barang langka.
    Lupus juga palingan demen liat kartu BF tuh pada masanya. Cuma, berhubung imejnya tipikal anak manis, jadinya jaim, ngumpet-ngumpet tuh dia…haha!

    Spoiler for Kalo Ryd dibilang niru-niru,:
    tuh anak paling cuma ngacungin jari tengah, seraya dengan fasih mengucap,” Persetan! Sapi!”


    Btw, soal manga.
    Industri disini tuh emang sadis. Para komikus itu bukannya nggak punya gaya sendiri ya, gue yakin tiap seniman punya style sendiri. Tapi, pasar disini emang dikuasai manga. Itu realitanya.

    Kalo para komikus bertahan dengan idealismenya yang kaku, serba salah juga jadinya. Mau nggak mau, kompromi dikitlah ama pasar. Karena mungkin itu salah satu solusi sebagian dari mereka untuk tetap survive bertahan hidup.

    Lalu kenapa komik nasional belum bisa berkembang pesat?
    Karena kebanyakan para kreatornya lagi pada sibuk ngerjain proyek komik dari luar…USA / Jepang, termasuk di proyek film2 kartun yang bisa lo tonton tiap hari Minggu itu.

    Dan kalo ngomongin soal pasar, bakal diikuti soal perang.
    Mau perang ngelawan komik Jepang / USA ?

    Hehehe…Lha wong pasukan lokal lagi pada sibuk bantuin di barisan itu juga kok.

    Mungkin analoginya gini, kayak lo berada di atas mesin treadmill. Jadi kalo lo nggak ikutan berlari di atasnya, lo sendiri yang bakalan terpental.

    Mudeng ora?

    Eh, ini kok malah ngelantur sih? Tuh kan OOT jadinya.

    Quote Originally Posted by noodles maniac View Post
    Sorry kalo gw sok tau, gw cuma mengutarakan apa yang ada di otak gw dari sudut pembaca. Anggap aja ini adalah kritik dari gw, mudah2an sih bisa beneran bermanfaat demi kualitas lu yang makin bagus dan makin digemari. Kalo gak diterima juga gpp, just take it easy ok?
    Thx bro, justru gue lebih seneng ama kritikan dari pembaca yang kritis, jadi gue bisa tau dimana letak kurangnya, yang paling nggak bikin gue terpacu untuk melakukan perbaikan di masa mendatang...

    Quote Originally Posted by BundaNa View Post
    but salute 4 jevo, berani m'coba. kl ga, mpe skr ga tau potensinya. b'kali2 kepengen ikut lomba penulisan, tp males mulu
    Terima kasih Bun,
    Semua yang terjadi saat ini juga berkat dukungan dan doa teman-teman. Mungkin kalo liat di postingan, kalo mereka bilang turut mendoakan, kesannya seperti cuma basa-basi belaka, atau sekedar nambah-nambah postingan aja. Tapi bagi gue, itulah doa-doa paling tulus yang nggak minta balasan apapun, sanggup menggetarkan langit, hingga sang Maha Sutradara tergerak tuk mengarahkan jalan hidup gue masuk ke fase seperti sekarang ini.

    Gue cuma melakukan apa yang bisa gue lakukan aja. Selain makan, tidur, main game… bisa ngapain aja sih gue dalam hidup ini? Menulis pun awalnya hanya untuk bersenang-senang sembari membunuh waktu.
    Dan sepertinya, apapun yang kita kerjakan, selama dilakukan dengan senang, lama-lama pasti bakal membawa berkah.

    Hiyaaaaa…ngomong apaan sih gue barusan…?

    Seperti kata Ryd, hidup kayak kode biner, kalo nggak satu, ya nol.
    Jadi lakukan aja, hasilnya sih “gimana nanti,” bukan “nanti bagaimana.”

    Spoiler for Kalau kata Teby, :
    tergantung pada…. “….kemauan dan kemaluan yang keras!”



  2. #2
    Pakar Memematika Ray Surya's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Posts
    4,449
    Quote Originally Posted by Jevo Jett View Post
    Thank u Kingform, reply gue juga udah di postingan sebelumnya....



    Wait, ada yang perlu digarisbawahi nih, terinspirasi ama plagiat itu dua hal yang berbeda, ya.
    Begitu juga dengan meniru dan menjiplak.

    Dalam musik, suara yang terdengar mirip belum tentu sama nadanya, irama yang mirip belum tentu sama notasinya.
    Balik ke karakter, gue sih terserah opini publik aja ngeliatnya gimana, dan dari sudut pandang mana.

    Yang pasti nih kalo tentang Ryd, ‘rohnya’ ya emang gue hembuskan dari lagunya Edane itu. Segala attitude-nya kayak gambaran di lagu itulah. Anak muda yang( pengennya) rock n’ roll banget….
    Dan Ryd bisa jadi dirinya sendiri tuh, nggak ikut2an Lupus yang doyan permen karet.

    Gue menggambarkan Ryd dan teman-temannya itu sesuai dengan kondisi sosial terkini, dimana urusan bokep tuh udah jamak banget, dan bukan barang langka.
    Lupus juga palingan demen liat kartu BF tuh pada masanya. Cuma, berhubung imejnya tipikal anak manis, jadinya jaim, ngumpet-ngumpet tuh dia…haha!

    Spoiler for Kalo Ryd dibilang niru-niru,:
    tuh anak paling cuma ngacungin jari tengah, seraya dengan fasih mengucap,” Persetan! Sapi!”


    Btw, soal manga.
    Industri disini tuh emang sadis. Para komikus itu bukannya nggak punya gaya sendiri ya, gue yakin tiap seniman punya style sendiri. Tapi, pasar disini emang dikuasai manga. Itu realitanya.

    Kalo para komikus bertahan dengan idealismenya yang kaku, serba salah juga jadinya. Mau nggak mau, kompromi dikitlah ama pasar. Karena mungkin itu salah satu solusi sebagian dari mereka untuk tetap survive bertahan hidup.

    Lalu kenapa komik nasional belum bisa berkembang pesat?
    Karena kebanyakan para kreatornya lagi pada sibuk ngerjain proyek komik dari luar…USA / Jepang, termasuk di proyek film2 kartun yang bisa lo tonton tiap hari Minggu itu.

    Dan kalo ngomongin soal pasar, bakal diikuti soal perang.
    Mau perang ngelawan komik Jepang / USA ?

    Hehehe…Lha wong pasukan lokal lagi pada sibuk bantuin di barisan itu juga kok.

    Mungkin analoginya gini, kayak lo berada di atas mesin treadmill. Jadi kalo lo nggak ikutan berlari di atasnya, lo sendiri yang bakalan terpental.

    Mudeng ora?

    maksudnya ikut yg laris gitu ya, om?
    kyk kasus orang pada suka korea, trus dibikin grup sm*sh gitu?
    R*y Sury* Ditunjuk Presiden SBY Jadi Menpora

  3. #3
    pelanggan Jevo Jett's Avatar
    Join Date
    Apr 2011
    Location
    Timbuktu
    Posts
    253
    Hehe, silahkan...

    Quote Originally Posted by Ray Surya View Post
    maksudnya ikut yg laris gitu ya, om?
    kyk kasus orang pada suka korea, trus dibikin grup sm*sh gitu?
    Ikut laris sih belum tentu, tapi paling nggak kalo udah dapet 'posisi' di industri, itu bisa membuka kesempatan merambah bidang lainnya...bintang iklan misalnya, atau film...dsb. Intinya yang penting banyak orang tau dulu.

    Industri itu ibaratnya kayak mesin treadmil...kalo lo nggak ikutan berlari diatasnya, bakal terpental sendiri lo...

Tags for this Thread

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •