From:
FSRJ@googlegroups. com [mailto:FSRJ@googlegroups. com] On Behalf
Of Benny The Great
Sent: Tuesday, February 12, 2008 3:33 PM
To: FSRJ@googlegroups. com; Benny The Great
Subject: -FSRJ- [info] HATI-HATI NAIK ******
Pada hari minggu tanggal 3 februari 2007 saya menyetop taxi ****** di daerah belakang Perbanas Jl.Anggrek menuju Jl. Samanhudi, Pasar baru
selama perjalanan tidak ada tanda apa-apa bahwa saya akan mengalami masalah, kecuali sopir yang memang agak telat merespon perintah saya utk melewati rute Menteng - Kebon Sirih - Gambir - Gn. Sahari - Samanhudi.
Sesampainya di Jl. KH Samanhudi, argometer menunjukkan biaya Rp 28.000.
karena saya tidak punya puluhan ribuan, saya menyerahkan uang pecahan Rp 50.000
sopir taxi menjawab bahwa dia tidak punya kembalian.
saya segera turun dan hendak menukarkan uang 50.000 tersebut ke warung rokok di samping kiri jalan tempat taxi berhenti, namun abang warung ternyata tidak punya puluhan ribu, kemudian saya masuk ke bengkel
motor disitu yang buka, saya memperoleh uang tukaran berupa pecahan ribuan dan puluhan, sehingga saya bisa membayar ongkos taxi secara pas Rp 28.000.
Keluar dari toko oli tersebut saya melihat sopir taxi yang sedang duduk bersama abang warung, dia segera berdiri menuju saya, dan saya menyerahkan uang Rp 28.000 (duapuluh ribuan 1 lembar,
limaribuan 1 lembar, dan seribuan 3 lembar). dan saya langsung berbalik arah setelah mengucapkan terima kasih, namun sopir taxi yang sudah masuk ke dalam taxi tiba-tiba ia keluar lagi, memanggil2 saya "pak..pak..uangnya kurang 500, ongkosnya 28.500 pak"
saya yang masih heran karena seingat saya biaya yang tertera di argometer hanya Rp 28.000 segera buka dompet.
karena saya tidak punya pecahan limaratusan, maka saya buka dompet dan memberikan seribuan selembar sambil meminta kembalian 500 rupiah namun sopir taxi tersebut marah dan merobek uang seribuan saya tersebut, kemudian menyerahkan ke saya sambil berkata "nih limaratusnya"
saya sangat tersinggung dengan perlakuan tsb. langsung membentak si sopir "hey, maksud kau apa, gak ada etika sama sekali"
namun sopir langsung menjambak kerah baju kaos saya dan mengancam
"heh..elu jangan macem2 ya" dan diluar dugaan dia melayangkan pukulan ke arah kepala saya,
tangan kiri saya yang masih memegang dompet, langsung saya arahkan untuk menangkis pukulan tersebut, saya dorong dia kemudian saya pukul dengan tangan kanan dan jatuh di pelipis kanan sopir.
sopir masih kurang puas, dia mendorong saya lagi, hendak memukul dagu saya, saya tangkis saya beri lagi pukulan tepat di tengah muka.
akhirnya kami dipisahkan oleh warga setempat, dalam keadaan dipegangi oleh warga itu sopir masih berontak sambil mengeluarkan kata2 kasar
"anj*ng, ba*i" dsb sambil menunjuk2 saya, dia sempat berontak dan
melayangkan pukulan lagi, namun tidak kena.karena tidak siap saya refleks membalas dengan tangan kanan memukul ke pelipis kanannya lagi.
saya yang marah karena kata-kata kasarnya mendatangi taxinya dan memecahkan lampu logo ****** yang ada di atap mobil, kemudian melemparkan batu bata ke arah kaca mobil, sayang tidak kena dan hanya mengenai bodi belakang.
baru sopir taxi tsb diam dan menyerahkan uang Rp 1000 ke saya kemudian pergi, saya sempat mencatat identitas mobil taksi ****** sebagai berikut:
nomor polisi : * **** **
nomor taksi : ***
jenis mobil : TOYOTA Soluna
Warna taksi : Kuning
hari selasa saya baru dapat nomor telepon pool ****** yaitu 021 *** ** *** dan terhubung dengan pool Kramat Jati
saya menceritakan kembali kejadian tsb dan Kasi Operasi mengatakan bahwa nopol mobil tsb tidak ada di pool, kemudian saya disarankan utk telpon ke pool Meruya 021 **** **** dan ternyata mobil tersebut
terdaftar disana, saya segera mengultimatum Kasi Operasi disana agar mempertemukan sopir laknat tsb dengan saya utk meminta maaf secara lisan dan tertulis ke saya.
Kasi Operasi disana (Bapak Melvin) mengatakan bahwa sopir tersebut belum kembali sejak minggu malam, sungguh alasan yang aneh, jadi sopir2 ****** ini bebas berkeliaran tanpa kontrol dari pool? saya memberi ultimatum 3 hari utk mencari sopir tsb. atau saya akan sebarkan cerita ini ke media.
Hari rabu saya telpon kembali ke 021 **** ****, bicara dengan bapak Melvin dan kembali memperoleh jawaban yang sama, wah hebat sekali manajemen ****** ini. sopirnya benar2 bebas jalan-jalan. bebas memukuli penumpangnya pula
Akhirnya habis kesabaran saya menunggu dan sesuai janji saya kepada Kasi Operasi ****** saya sebarkan kejadian ini agar rekan-rekan sekalian lebih hati-hati dalam memilih taksi.
ternyata tidak semua taksi memiliki sopir yang baik. contohnya sopir ****** yang tidak memiliki etika.
lebih baik naik taksi yang mahal sedikit tapi aman dan nyaman, tidak memiliki sopir yang korup, selalu mengembalikan uang sesuai biaya yang tertera di argometer. daripada naik ******.
Pesan saya bagi siapapun yang menemukan sopir ****** dengan identitas:
nomor polisi : B **** **
nomor taksi : ***
jenis mobil : TOYOTA Soluna
Warna taksi : Kuning
harap disikapi dengan baik, atau dengan menghubungi saya di 0856 2428
3662, karena urusan saya dengan dia belum selesai.
Terima kasih.
Benny Novianugroh