Quote Originally Posted by DH1M4Z View Post
Film Klasik : Rain Man

Charlie - Tom Cruise
Raymond - Dustin Hoffman

Menceritakan tentang sepasang kakak beradik Charlie Bobbit dan Raymond. Charlie adalah seorang pemuda yang tampan , bisnisman , pandai (pokoknya punya segalanya dah.) sedangkan Raymond (kakak) adalah seorang autis , yang hidup di dunia sendiri namun mempunyai kemampuan mencengangkan; di salah satu scene dia bisa menghitungkan secara kilat jumlah tusuk gigi yang tumpah di lantai, namun untuk hal-hal sederhana seperti harga sebuah permen tidak bisa dijawabnya.

Bisnis Charlie mengalami kemunduran, dia memerlukan dana tunai yang lumayan besar untuk mengatasinya. sealnya pada waktu orang tua meninggal warisan jatuh ke kakak (raymond) sedangkan si adik (charlie) tidak mendapatkan sepeserpun. Timbul niat jahat charlie, 'menculik' Raymond dari kota asalnya supaya mau tinggal bersama sehingga mendapatkan biaya perwalian.

Kejadian lucu terjadi selama perjalanan, mulai dari Raymond tidak mau naik pesawat (dengan alasan karena setiap maskapai pernah mengalami kecelakaan dengan menyebutkan secara rinci no penerbangan beserta penumpang yang tewas) dan lebih memilih jalan darat (3 hari) sampai tidak mau lewat jalan tol. Kondisi demikian mau tidak mau menimbulkan perasaan senewen bagi si adik. Konflik pun timbul. Namun disela-sela konflik mucul adegan-adegan lucu yang tidak dibuat-buat).
Seiring waktu di perjalanan ternyata menimbulkan hubungan yang lebih erat dan mengubah penilaian Charlie tentang pribadi Raymond.

Angkat topi buat Dustin Hoffman yang bisa memerankan tokoh autis dengan sangat baik. Kalau gak salah dulu film ini pernah meraih oskar (lupa kategorinya)
Salah satu film favorit saya dan saya simpan sebagai koleksi.

Akting Tom Cruise yang tidak sabaran dan Dustin Hofmann yang autistik, keren abis.
Ingat adegan dewasa-nya Charlie dan Sang Pacar lalu Raymon dengan cueknya duduk
di ranjang sambil nonton tv ? Hahaha..itu lucu banget...

Dan betapa Si Raymond ini menghafal semua kecelakaan pesawat dan cuma
percaya Qantas