
Originally Posted by
purba
Ada perbedaan mendasar antara INSIST dan JIL dalam mengaji Islam. INSIST berpijak pada keyakinan Quran sbg teks ilahiyah yg memiliki kebenaran absolut. Itu sangat berbeda dgn JIL yg memandang Quran sbg dialektika tuhan dan manusia. Saya masih melihat JIL sebagai orang-orang yg masih takut neraka tetapi tidak mau ketinggalan jaman. JIL berusaha reinterpretasi ajaran Islam sesuai dgn konteks kekinian. Tetapi apakah demikian maksud para pendiri Islam dulu (Muhammad cs)? Atau justru INSIST yg lebih dekat dgn maksud para pendiri Islam tsb?