bukan...
JIL gagal karena emang "barang" dagangannya ga laku
well i didn't buy it... ga penting soalnya
bukan karena marketingnya.

aku pernah diajak waktu kuliah dulu, udahlah akui aja emang dapet duit dari luar negeri kok.
dengan barang dagangan yang dipaksain ke masyarakat indonesia, gw bilang konyol abis, walo dimodalin gede tetep aja konyol kalau memaksakan.
kajian apa yang jadi fokus jil? soal tidak wajibnya jilbab, pemberian ruang bagi kaum homoseksual, bolehnya nikah beda agama?
see???? ga penting semua kan barang dagangannya?
masih mending mereka pake pendekatan kemanusiaan dulu, bahas gimana memberdayakan umat, kalau mau bawa2 liberal, jual gimana sebuah kebebasan/liberalisme bisa menaikkan perekonomian bangsa, gimana liberalisme bisa meminimalkan kemiskinan...
kalau emang ga bisa (yang mana di amerika sendiri ga pake sistem yang liberal murni), ya udah, akui aja ini paham gagal... try again next time